Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Thursday, August 28, 2014

CHORUS.

Dua keluarga bermartabat sama dan setara
Di Verona yang indah kami menggelar cerita
Dendam lama kembali menguak prahara
Dimana pertumpahan darah mengotori tangan mereka
Dari sulbi kedua keluarga yang bermusuhan ini
Sepasang kekasih lahir dan bunuh diri;
Dengan kemalangan pilu mengakhiri
Dan dengan kematian mengubur dendam dua keluarga.
Kisah nestapa cinta mereka yang terenggut tiada
Serta kelanjutan dendam antara dua keluarga mereka
Yang tiada siapa dapat akhiri selain kedua pecinta
Sekarang digelar dalam dua jam pementasan kita
Dimana jika hadirin semua mendengar sabar menanti.
Apa yang tertampilkan disini, kerja keras kami akan mungkin terobati

BABAK I. ADEGAN I
VERONA . TEMPAT UMUM

Masuk Sampson dan Gregory (menenteng pedang dan simpul ikat pinggang) dari keluarga Capulet.

SAMPSON.
Gregory, kehidupan di sini lebih baik daripada di sawah ladang. Disini kita menenteng pedang bukanya arit maupun parang.
GREGORY.
Karenanya kita akan merasa muak?
SAMPSON.
Tidak. Arit yang biasa kau pegang mengasarkan tangan. Dengannya kau akan bertangan kasar
GREGORY
Tanganmu yang berpedang telah merasa cukup kemuakkan.
SAMPSON.
Bukan muak tapi tepat, jika tiba waktu menyerang.
GREGORY.
Tapi terlambat tahu kapan itu waktu yang tepat untuk menyerang.
SAMPSON.
Anjing di rumah Montague kan jadi sabetan tendanganku.
GREGORY.
Menendang tumitmu supaya lari, begitu maksudmu.
SAMPSON.
Anjing Montague yang akan lari, ketika aku menghabisinya.
GREGORY.
Benar, anjing akan lari, duduk, atau tetap berdiri sekehendak tuannya, tapi ketika ia melihatmu ia akan mengubermu ke pagar.
SAMPSON.
Mundur dari pagar, begitu maksudmu.
GREGORY.
Maju ke pagar! Satunya-satunya Montague yang akan mundur takut karenamu hanyalah para wanita mereka.
SAMPSON.
Sudah semestinya! Karena setelah aku kalahkan Montague, aku akan menendang anjingnya dan menampari para kerabat perempuannya.
GREGORY.
Kau bicara omong besar—tetap saja kau masih seorang petani.
SAMPSON.
Benar, Gregory, ketika tiba waktunya untuk membajak Montague, menggarunya, kemudian menanamkannya ke dalam tanah.
GREGORY.
Oleh karenanya, setiap peladang adalah pejuang, dan setiap ladang adalah kemenangan
SAMPSON.
Dan setiap Montague ibarat sepetak kebun, dan aku penggarapnya.
GREGORY.
Kau seperti ayam jago berani dikandang, Sampson, berkokok menang sementara tak pernah bertemu lawan.
SAMPSON.
Bukan salahku, jika musuhku tak berani berhadapan muka denganku. Karena mereka tahu aku sang tak tertaklukkan.
GREGORY.
Kau yakin mereka tak menganggapmu seperti seekor ikan, karena kau tampak seperti bersepuh perak, tapi kau begitu tergeletak langsung tersungkur terengah-engah. Tunjukkan sepuhan perakmu—di situ telah muncul dua orang dari keluarga Montague!
Masuk dua orang pelayan lain [Abram dan Balthasar]
SAMPSON.
Perakku sudah berkarat. Majulah kau! Aku akan mendukungmu.
GREGORY.
Lihat kan kau hanya berani di belakang—berani di depan yang aku inginkan
SAMPSON.
Jangan pedulikan aku.
GREGORY.
Musuh kita juga takkan mempedulikanmu.
SAMPSON.
Tetaplah mematuhi hukum; biarlah mereka pertama melanggarnya.
GREGORY.
Aku akan meludah saat aku lewat, itu akan membuat mereka merasa terhina.
SAMPSON.
Orang meludah karena mual atau terserang batuk berdahak. Aku akan menggigit jempolku dihadapan mereka; yang mana juga akan membuat mereka merasa terhina.
ABRAM.
Apa kau mengigit jempolmu kepada kami, tuan?
SAMPSON.
Aku memang menggigit jempolku tuan.
ABRAM.
Apa kau mengigit jempolmu kepada kami, tuan?
SAMPSON.  [berbisik pada Gregory]
Apa kita mematuhi hukum jika aku bilang iya?
GREGORY. [berbisik pada Sampson]
Tidak
SAMPSON.
Tidak, tuan. Aku tidak mengigit jempolku padamu; tapi aku mengigit jempolku,tuan.
GREGORY.
Anda berkelahi, tuan?
ABRAM.
Berkelahi? Tidak, tuan.
SAMPSON.
Tapi jika kau ingin tuan, aku akan jadi lawanmu aku setangguh dirimu
ABRAM.
Tidak lebih baik.
SAMPSON.
Baiklah, tuan.
GREGORY. [berbisik pada Sampson]
Katakan lebih baik! Salah seorang kerabat majikanku datang.
SAMPSON.
Iya, lebih baik darimu tuan.
ABRAM.
Kau bohong.
SAMPSON.
Hunus pedangmu jika kau pria. Gregory perlihatkan sabetan indah pedangmu.
Mereka berkelahi
Masuk Benvolio
BENVOLI O.
Berhenti berkelahi, bodoh!
Meleraikan pedang mereka
Turunkan pedangmu. Kalian tak mengerti akibat dari perkelahian ini.
Masuk Tybalt.
TYBALT.
Untuk apa, kau beradu pedang ditengah para pelayan tak berhati ini?
Berbalik kau,Benvolio! Sambutlah kematianmu
BENVOLI O.
Aku hanya ingin menjaga kedamaian. Turunkan pedangmu,
Atau bantu aku melerai orang-orang ini.
TYBALT.
Apa, kau tarik pedangmu dan berbicara damai? Aku benci kata itu
Seperti aku membenci neraka, semua Montague, dan dirimu.
Majulah, pengecut!
Mereka berkelahi
Masuk petugas dan tiga atau empat penduduk kota dengan pentungan.
OFFICER.
Gunakan pentungan kalian! Serang! Leraikan pedang mereka!
CITIZENS.
Maju dengan Capulet! Maju dengan Montague!
Masuk Capulet dengan gaunnya bersama istrinya
CAPULET.
Suara ribut-ribuat apa ini? Berikan aku pedang panjangku, ho!
LADYCAPULET.
Untuk apa kau meminta pedang?
CAPULET.
Ku bilang mana pedangku! Montague datang
Melambaikan pedangnya di hadapanku.
Masuk Montague dan istrinya
MONTAGUE.
Dasar kau Capulet kurang ajar! Jangan pegang, lepaskan aku.
LADYMONTAGUE.
Kau tak boleh maju melangkah mencari perkelahian.
Masuk pangeran Escalus dengan rombongannya.
PRINCE.
Budak pemberontak, musuh kedamaian
Perusuh ketenangan kota ini. Mereka takkan mendengar? Kalian manusia beradab atau binatang biadab,
Yang melampiaskan kebuasan kalian
Dengan tumpahan kelabu pucat dari nadi kalian!
Karena sakit siksaan, dari tangan yang berlumuran itu
Turunkan senjata kalian
Dan dengarkan hukuman dari pangeran penguasa kalian.
Tiga kali pertengkaran ditempat umum, berawal dari adu mulut
Karena ulahmu, Capulet tua, dan Montague
Telah tiga kali mengganggu kedamain jalanan kota kita
Jika kalian merusuh di sini sekali lagi
Nyawa kalian akan menjadi penebus kerusuhan itu
Sekarang, semua kalian bubar.
Kau, Capulet, ikut bersamaku;
Dan, Montague, temui aku sore nanti
Untuk membicarakan perkara ini.
Sekali lagi, demi pedih kematian, semuanya bubar.
 Semua keluar panggung selain Montague, istrinya dan Benvolio.
MONTAGUE.
Siapa yang memancing perkelahian ini?
Katakan, ponakanku, apakah kau yang memulainya?
BENVOLI O.
Di sini muncul para pelayan musuhmu
Dan juga pelayanmu, berkelahi sebelum aku datang
Aku mendekat untuk melerai mereka. Lalu tiba-tiba datang
Tybalt dengan amarah berapi-api menghunus pedang
Dengannya, dia hembuskan hinaan ke telingaku
Dia lambaikan pedangnya, tak ada yang terluka
Selain desisan hinaan angin
Saat kami beradu pedang dan beradu angin
Pangeran datang menyelamatkan nyawa Tybalt.
LADY MONTAGUE.
Dimana Romeo? Apa dia terlihat muncul hari ini?
Aku berharap dia tak terlibat dalam perkelahian berdarah ini.
BENVOLIO.
Bibi, satu jam sebelum fajar aku terbangun
Dan berjalan keluar hanyut dalam renungan
Di sana di bawah deretan pohon sycamore
Yang tumbuh dari tembok barat ku lihat puteramu itu
Aku menyapanya, tapi dia mengacuhkanku
Lalu menghilang ke dalam rimbun hutan
Menghilang karena kelelahan diriku—
Dan aku pergi darinya yang juga pergi dariku
MONTAGUE.
Berkali pagi dia pergi ke sana
Dengan berlinang air mata merinai embun
Menambah pekat kabut pagi dengan hembusan nafasnya;
Tapi ketika mentari ceria terbit benderang
Menyembunyikan diri dari terang mentari putraku yang pemurung
Pulang ke rumah di dalam kamar sendiri berkurung,
Menutup jendelanya, mengunci diri dari cahaya siang
Untuk membuat baginya gelap seperti malam
Petaka dan pertanda buruk pastilah semua ini
Kecuali ada nasihat baik menghapuskan penyebab perkara ini.
BENVOLIO.
Pamanku yang budiman, paman tahu penyebab perkara ini?
MONTAGUE.
Aku tak tahu dan tak pula bisa mengerti.
BENVOLIO.
Bukankah dia selalu berbicara terus terang.
MONTAGUE.
Kami telah memintanya bercerita atau memberi kami pertanda
Tapi dia berpetuah pada dirinya sendiri
Menjaga rapat rahasia menutup diri
Seperti seekor ulat dalam selubung kepompong
Yang tak pernah menampakkan sayapnya yang bersemarak warna
Semisalnya kami tahu dari mana datang duka yang hampirinya
Tentunya kami bisa carikan penawar untuknya.
Romeo masuk
BENVOLIO.
Lihat itu dia. Menyingkirlah
Aku akan mencari tahu perkara dukanya.
MONTAGUE.
Aku akan menyingkir bahagia karena kedatanganmu
Untuk mendengar pengakuan jujur darinya. Ayo, istriku, kita pergi dari sini.
Montague dan Istrinya meninggalkan panggung
BENVOLIO
Selamat pagi, sepupu.
ROMEO.
Apa hari masih pagi?
BENVOLIO
Baru jam sembilan
ROMEO.
Celaka aku! Di kala sedih detik-detik terasa lama.
Apakah tadi itu ayahku yang berjalan tergesa-gesa?
BENVOLIO.
Benar. Kesedihan apa yang membuat hari-hari Romeo terasa lama?
ROMEO.
Tidak memiliki apa yang bisa membuatnya terasa singkat.
BENVOLIO.
Bukan apa, tapi siapa. Kau sedang jatuh cinta?
ROMEO.
Tertolak-
BENVOLI O.
Oleh cinta?
ROMEO.
Tertolak oleh keinginan orang yang ku cinta.
BENVOLIO.
Dari jauh cinta tampak sangat menawan,
Tapi begitu dia menghunjam ke hatimu, ia bisa menjadi sangat kejam,
ROMEO.
Kejam karena dia hanya mengunjam di hatiku
Andai terhunjam di hatinya juga, cinta itu akan terasa manis!
Dimana kita akan makan malam? Ya tuhan! Pertengkaran apa yang telah terjadi?
Tak perlu kau bilang, karena aku sudah mengetahuinya
Ini semua karena kebencian, tapi lebih dengan cinta.
Lalu kenapa wahai kedamaian bertengkar! Wahai kebencian cinta!
Wahai ketiadaan yang pertama tercipta!
Wahai keringanan  berat! Kebijaksanaan tak berguna!
Ketakteraturan dari wujud teratur!
Bulu pena, kabut cemerlang, api dingin, kesakitan sehat!
Terjaga dalam tidur,  tiada yang ada!
Aku benci cinta yang tak berkasih  yang kini ku rasa.
Apa kau tertawa?
BENVOLIO.
Tidak, sepupu. Aku lebih ingin menangis.
ROMEO.
Sepupu budiman, menangisi apa?
BENVOLIO.
Menangisi hatimu yang cengeng.
ROMEO.
Sungguh teman yang tak berteman dirimu kiranya!
Berduka diatas himpitan beban berat dipikiranku
Yang kau kan memperberatnya dengan dukanya
Lebih dari itu. Cinta yang telah kau tunjukkan
Memberikan lebih banyak duka dari cinta yang kini ku rasa
Cinta ibarat asap yang mengepul dari nafas berhela
Andai terpuaskan, bara api menyala di mata para pencinta
Andai terintangi, samudera meluap oleh air mata mereka
Apalagi ini? kegilaan terselubung santun
Beruang dirantai, angsa cemerlang kini telah membubung terbang
Sampai nanti, sepupu
BENVOLIO.
Tunggu! Aku ikut denganmu
Jika kau meninggalkanku di sini, kau salah paham.
ROMEO.
Meninggalkanmu? Diriku telah hilang: apakan ini wajah yang dulu ku punya?
Ini bukan Romeo, dia berada di tempat lain
BENVOLIO.
Katakan padaku dalam dukamu, siapakah dia yang kau cinta?
ROMEO.
Untuk apa, haruskah aku meratap bercerita padamu?
BENVOLIO.
Meratap atau tidak, terserah padamu.
Kau bersedih, jadi katakan siapa yang mempersedihmu.
ROMEO.
Kau seperti menyuruh orang tua ringkih memahat nisan mereka
Dalam duka, sepupu, aku mencintai seorang wanita.
BENVOLIO.
Aku sudah tahu ketika aku menebakmu sedang jatuh cinta.
ROMEO.
Sungguh kau ahli penembak. Wanita yang kucinta sangatlah cantik.
BENVOLIO.
Target yang indah mudah untuk didapat.
ROMEO.
Kau kan meleset. Dia takkan terpanah oleh busur Cupid.
Dia tak akan tinggal untuk mendengar kata-kata manis rayuan.
Tidak pula menenggang dia yang sedang rindu.
BENVOLIO.
Apa dia telah bersumpah untuk tidak mencinta sama sekali?
ROMEO.
Kesia-siaan kecantikan takkan terlampaui
Sungguh suci,kecantikan dia
Menuju berkah dia buatku putus asa
Dia telah bersumpah untuk berhenti bercinta, dan dalam sumpah itu
Aku telah hidup dalam kematian untuk menceritakannya
BENVOLIO.
Dengarlah aku: Lupakanlah dia.
ROMEO.
Ajarkan ku untuk melupakannya!
BENVOLIO.
Berikan kebebasan pada matamu.
Pandanglah kecantikan lainnya.
ROMEO.
Itu adalah cara mengingatkanku bahwa dia jauh lebih cantik.
Sampai jumpa. Kau tak bisa ajarkan aku melupakannya.
BENVOLI O.
Aku jamin itu.
Meninggalkan Panggung

Bersambung ke act 1 scene 2

Monday, July 7, 2014

Círdan (10907 tahun)

Círdan merupakan  Peri Teleri dan peri tertua ketika perang cincin terjadi serta penguasa daratan Falas pada abad pertama. Dia adalah pembawa Cincin Sakti Narya, yang ia hadiahkan kepada Gandalf. Dia pertama kali muncul sekitaran waktu penangkapan Melkor ketika perjalanan kaum peri untuk berpindah tempat tinggal di Valinor. Dalam perjalanan menuju Valinor, Elwe pemimpin kaum Teleri terpesona karena kecantikan Melian dan menghilang dari rombongan kaum peri Teleri. Setelah pencarian yang cukup lama, saudarnya Olwe mengambil alih kepemimpinan atas Teleri dan melanjutkan perjalanan ke Valinor. Akan tetapi, beberapa peri Teleri tidak mau pergi tanpa Elwe dan Círdan merupakan salah satu dari peri-peri tersebut. Dia ditinggalkan dengan sejumlah peri Teleri dan menetap di Falas. Para peri Teleri yang menetap di Falas menyebut diri mereka Eglath, Orang-orang yang ditinggalkan.
Círdan memainkan peran penting pada peristiwa di abad ke dua. Dia membantu Edain, manusia yang membantu kaum peri mengalahkan Melkor, dengan menghadiahkan mereka kapal-kapal dan melatih mereka berlayar menuju pulau Númenor.  Círdan dari awal tidak mempercayai Annatar, Samaran Sauron,  dan tidak mengizinkannya masuk ke kediamannya. Dia juga menasihati peri Eregion untuk tidak menempa cincin sakti di bawah pengawasan Annatar, namun mereka tidak mendengarkannya.  Círdan dipercayakan memegang Narya, salah satu dari tiga cincin yang tidak terkena pengaruh Sauron.
Setelah kematian Gil-galad,Peri Lindon berada di bawah perwalian Círdan. Ketika itu, banyak peri yang berangkat dari kediaman Círdan (Grey Haven) menuju Valinor. Menjelang kekuatan Sauron kembali muncul, Valar mengutus  lima Istari (penyihir) dan mereka disambut oleh Círdan di dermaganya di Grey Haven. Meskipun Curunir, Saruman, diangkat menjadi pemimpin Istari namun Círdan mengganggap bahwa Gandalflah yang paling bijak dan secara diam-diam dia memberikan Narya kepada Gandalf.
Setelah kejatuhan Dúnedain, Círdan dipercayakan menjaga Palantir dari Elostiron. Dia kembali kepada tugas utamanya yaitu membantu keberangkatan para peri middle earth ke Valinon dengan menyediakan bagi mereka kapal. Setelah perang cincin, Círdan muncul menyambut Elrond, Galadriel, Gandalf Bilbo dan Frodo Baggins untuk melepas mereka berlayar ke Valinor. Meskipun tetap tinggal di Middle-earth, tidak kisah mengenai peran Círdan pada abad keempat. Dia ditakdirkan untuk berangkat pada Kapal Terakhir menuju Valinor. Pada akhir abad ketiga dia diperkirakan berusia 10907 tahun.

Galadriel (8338 tahun)

Galadriel adalah putri tunggal dan anak bungsu dari Finarfin, pangeran Noldor, dengan Earwen, sepupu dari Lúthien. Kakaknya bernama Finrod, Angrod, dan Aegnor. Galadriel lahir di Valinor dimasa yang dikenal sebagai Tahun Pohon.  Galadriel adalah pemimpin pemberontakan Noldor dan pemimpin perjalanan meninggalkan Valinor, bahkan ia adalah satu-satunya perempuan yang mampu berdiri di antara lelaki dimasa itu. Tetapi Galadriel terpisah dari Fëanor dan kerabatnya, dan ia tidak ikut saat Kinslaying di Alqualondë. Ketika ia berada di Beleriand, ia biasanya tinggal bersama salah satu kakaknya, Finrod Felagund dari Nargothrond, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Thingol dan Melian dari Menegroth, dimana ia mempelajari banyak hal mengenai Middle-Earth. Ia bertemu dengan Celeborn, penguasa Thingol, di Doriath. Celeborn dan Galadriel pertama kali datang ke Lindon, dimana mereka memimpin sekelompok elf. Kemuadian mereka pindah kearah timur dan mendirikan (atau disambut oleh) kerajaan Eregion atau dikenal sebagai Hollin. Pada masa itu mereka berhubungan dengan seorang Nandorin yang bertempat tinggal di lembah Anduin, yang kemudian dikenal sebagai Lothorien. Selanjutnya diketahui bahwa mereka pindah dari Eregion dan melewati pertambangan Khazad-dum dan menjadi penguasa Lothorien. Celebrimbor kini menguasai Eregion. Celeborn dan Galadriel memiliki seorang putri, Celebrian, yang menikah dengan Elrond dari Rivendell, hal ini menjadikan kembar Elladan dan Elrohir juga adik mereka Arwen Undomiel, ratu kerajaan Gondor dan Arnor, sebagai cucu mereka.
Selama zaman ke dua, dimana cincin-cincin kekuasaan ditempa, Galadriel meragukan Annatar, seseorang yang memandu Celebrimbor dan para Noldor dari Eregion. Barulah kemudian diketahui bahwa keraguan itu benar, ketika Annatar akhirnya diketahui sebagai Sauron. Disaat Sauron menyerang Eregion, Galadriel dipercaya untuk memegang salah satu dari tiga cincin para elf. Cincinnya adalah Nenya, cincin air atau cincin keteguhan. Sadar akan kekuatan Sauron, dan berharap untuk menggagalkan kekuatan tersebut, Galadriel tidak pernah menggunakan Nenya selama cincin utama masih berada di tangan Sauron. Tetapi ketika zaman ketiga, disaat cincin utama hilang, ia menggunakan Nenya. Kekuatan Nenya disangkutpautkan dengan Cermin Galadriel, mangkuk besar berisi air yang dapat menunjukkan masa lalu, kini, ataupun masa depan.
Galadriel menggunakan Nenya sebagai pertahanan kota Lorien, dan cincin tersebut telah membantunya untuk membuat Lorien tempat perlindungan untuk para Nandor setelah kehilangan Amroth dan Nimrodel. Galadriel tetap waspada akan Sauron dan kadang-kadang berjuang melawannya lewat pikiran. Sauron dikatakan memiliki keinginan untuk membaca pikirannya, tetapi selama Sauron tidak memiliki cincin utama, hal itu mustahil terjadi. Dimasa ketika Gil-Galad tewas, Galadriel menjadi penguasa terkuat di Middle Earth (walalupun hanya memerintah wilayah yang kecil) dan merupakan yang termasyur di antara para elf. Sepanjang masa ketiga, disaat Lothorien tertutup bagi orang luar, Penguasa Galadhrim (Celeborn dan Galadriel) tetap menjalin hubungan baik dengan Imlandris walaupun hal itu tidak terjadi dengan para elf Silvan di Mirkwood. Galadriel menyebrangi lautan dengan Elrond, Gandalf, Cirdan, dan pembawa cincin, Bilbo dan Frodo Baggins, menandai berakhirnya zaman ketiga. Ia meninggalkan suaminya, Celeborn yang akhirnya menyusulnya. Penolakannya akan cincin utama dan perbuatannya selama perang melawan sauron telah membebaskannya dari hukuman para valar, membuatnya bisa kembali ke Valinor. Ia berumur 8338 tahun ketika itu, tertua kedua setelah Cirdan, si pembuat kapal.

Celeborn (7045 tahun)

Suami Galadriel, Raja Galadhrim, dan bersama-sama dengan Galadriel memerintah Lothlorien. Dia adalah ayah Celebrian, istri Elrond dan juga merupakan kerabat Raja Thingol pada abad pertama. Pada awal abad kedua dia memerintah peri-peri di Lindon. Dan sebelum menetap di Lothlorien, dia bersama istrinya juga pernah berkuasa di Eregion. Pada akhir abad ketiga, Celeborn bersama peri-peri lainnya menyebarangi Anduin untuk menemukan Lorien Barat. Saat Galadriel meninggalkan Middle-earth, Celeborn tidak ikut bersamanya akan tetapi dia tinggal di Rivendell bersama cucunya Elladan dan Elrohir. Pada akhir abad ketiga, dia diperkirakan berusia 7045 tahun.

Elrond (6520 tahun)

Elrond adalah penguasa Rivendell, salah satu penguasa kuno yang masih tersisa di Middle-earth pada abad ke-tiga. Dia adala putera Eärendil dan Elwing dan cicit dari Lúthien lahir di Beleriand pada abad pertama. Elrond lahir di pengungsian Mulut Sirion tidak lama sebelum putera-putera Fëanor menghancurkannya. Dia dan saudarnya, Elros, ditawan namun tidak dibunuh melainkan diserahkan kepada Maedhros dan Maglor untuk dibesarkan. Elrond ikut ke Lindon bersama rombongan Gil-galad, raja terakhir peri Noldor. Elrond merupakan bentara Gil-galad pada abad kedua . Di masa perang peri dengan Sauron, Elrond diutus ke Eregion ketika tempat diserang olehh Sauron. Elrond berhasil mundur ke sebuah lembah dan mendirikan sebuah hunian di Imladris (Rivendell).
Pada awal abad ketiga, Elrond menikah dengan Celebrían, puteri Celeborn dan Galadriel. Perkawinan itu membuahkan dua orang putera kembar, Elladan dan Elrohir, dan seorang puteri Arwen Undómiel. Elrond tetap tinggal di Rivendell hingga cincin dan Sauron di hancurkan. Dia berangkat ke Valinor pada usia 6520 tahun.

Noldor adalah salah suku dari kaum peri dalam novel-novel karangan Tolkien, Lord of the Ring, The Hobbit, dan Silmarillion. Peri Noldor yang juga disebut sebagai Peri Tinggi (High Elves). Kaum peri Noldor merupakan kaum peri yang memiliki peran penting dalam peristiwa-peristiwa di middle earth. Pada mulanya mereka menetap di Valinor, tetapi pada awal abad pertama mereka pindah ke middle earth untuk merebut kembali permata silmaril dari Melkor. Para petinggi peri Noldor sendiri terbagi atas tiga keluarga kebangsawanan yang diturunkan dari tiga orang pangeran Noldor sebagai berikut.
Finwë

Finwë adalah raja tertinggi kaum peri bangsa Noldor di Alam berkah Valinor. Istananya berada di Tirion, menara peri di bukit Tuna Eldamar, kota kaum peri di Valinor.  Finwë memiliki dua orang istri darimana keturunan bangsawan peri bangsa Noldor di turunkan. Istri pertamanya adalah Míriel Serindë. Míriel mengalami kesulitan dalam melahirkan puteranya Fëanor, sehingga setelah melahirkan dia memilih untuk meninggalkan dunia dan pergi diberistirahat di Balairung Mandos, aula peristirahat ruh-ruh peri yang telah mati. Sepeninggal Míriel, Finwë kembali menikah dengan salah seorang peri bangsa Vanyar bernama Indis atas desakan Manwë, raja Valar. Dari pernikahan itu, dia mempunyai dua orang putera yaitu Fingolfin, dan Finarfin. Dari ketiga puteranya itulah, Fëanor, Fingolfin, dan Finarfin, bangsawan Kaum Peri Noldor diturunkan yang menduduki negeri-negeri di Middle-Earth. Finwë meninggal dibunuh oleh Melkor ketika dia merebut Permata Silmaril yang dititipkan oleh Fëanor kepadanya. Sepeninggalnya, kaum peri Noldor terpecah belah. Sebagian dari mereka pergi bersama Fëanor ke Middle-Earth mengejar Melkor untuk merebut kembali Permata Silmaril yang telah dia curi, sebagian lagi tetap berada di Valinor karena takut dan patuh pada perintah Valar, kaum peri Noldor yang tinggal di Valinor di kuasai oleh putera ketiga Finwë, Finarfin.

Fëanor

Fëanor adalah putera sulung Finwë dari istrinya Míriel dan pewaris tahta Noldor. Dia memiliki tubuh yang jangkung, berwajah tampan, bermata terang dan rambut hitam seperti burung gagak. Dia adalah kaum peri Noldor yang paling cerdik dalam pikiran dan terampil dalam pekerjaan. Di usianya yang masih sangat muda, dia merancang aksara Fëanor yang digunakan oleh kaum peri selama tahun-tahun berikutnya. Dia merupakan Kaum Peri Noldor  yang merancang permata yang lebih terang dan indah dari apa yang dihasilkan bumi. Fëanor menikah dengan Nerdanel, puteri pengrajin terkenal kaum peri Noldor, Mahtan, dan dari mertuanya inilah dia banyak belajar tentang logam dan batu mulia. Salah satu karya Fëanor yang sangat termahsyur adalah tiga Permata Silmaril yang dia buat dari campuran cahaya Dua Pohon Valinor. Setelah dibebaskan dari hukumannya, Melkor mencuri Permata Silmaril dari Fëanor yang membuat dia sangat murka. Dalam murkanya, dia bersumpah dan menggerakkan kaum peri Noldor di Valinor untuk mengejar Melkor ke Middle-Earth meskipun tanpa restu dari Valar. Fëanor dibunuh oleh Balrog di depan gerbang Angband. Fëanor memiliki tujuh orang putera, Keluarga Bangsawan Fëanor (House of Fëanor), yaitu Maglor, Celegorm, Caranthir, Curufin, si kembar Amrod dan Amras, dan Celegorm.

Fingolfin

Fingolfin adalah putera pertama Finwë dari pernikahanya dengan Indis kaum peri Vanyar. Fingolfin sempat terlibat perseteruan dengan saudara tirinya, Fëanor, meskipun sebenarnya dia mengasihi saudara tirinya tersebut. Perseteruan terjadi karena hasutan Melkor yang menghasut Fëanor mengatakan padanya bahwa Fingolfin dan anak-anaknya berencana untuk merebut pewarisan tahta Finwë dari tangan Fëanor dan anak-anaknya. Sementara itu, kepada Finglolfin dia mengatakan bahwa sebenarnya putera Míriel sangat membencin Fingolfin dan saudaranya Finarfin. Karena kini dia telah menjadi termahsyur di antara kaum peri Noldor, maka tak lama lagi dia akan mengusir Fingolfin dan Finarfin dari istana Noldor. Desas-desus ini menyebar di antara peri-peri Noldor Valinor dan menyebabkan keresahan. Untuk meredam masalah ini, Finwë memanggil seluruh puteranya dan petinggi peri Noldor Valinor ke istananya. Fingolfin yang terlebih dahulu hadir di sidang itu berkata pada ayahnya, “sang raja, takkankah kau meredam kesombongan saudara kami, Curufinwë? Atas hak apa dia berbicara kepada kaum kita, seolah dia adalah raja? Engkaulah yang dulu kala berbicara dihadapan Quendi meminta mereka mematuhi perintah Valar ke Aman. Engkaulah yang memandu mereka melewati jalan-jalan berbahaya Middle-earth menuju cahaya terang Eldamar. Jika engkau tak dipatuhinya, setidaknya dua orang puteramu lainya akan mendengarkan kata-katamu? Fëanor datang di istana dan mendengar perkataan Fingolfin. Dia merasa murka dan menghunus pedangnya kepada Fingolfin menuduhnya merebut tahta dari tangannya. Akhirnya, perseteruan itu didamaikan oleh Valar dan disitu terungkaplah Melkor berada dibalik semua itu. Namun, setelah semenjak itu hubungan Fëanor dan anak-anaknya berlangsung kurang harmonis dengan Fingolfin dan Finarfin beserta keturunan mereka. Saat mereka mendarat di Middle-earth Fëanor membakar kapal yang akan digunakan untuk menjemput rombongan Fingolfin dan Finarfin yang terjebak di bukit es Araman. Fingolfin menjadi raja kaum peri Noldor di Middle-earth sepeninggal Fëanor. Fingolfin sendiri meninggal dunia di penjara Melkor ketika dia membantu Beren merebut Permata Silmaril dari tangan Melkor sebagai syarat untuk menikahi Luthien. Dari anak-anak Fingolfin terbentuklah keluarga bangsawan Fingolfin (House of Fingolfin): Fingon, Turon, dan Aredhel.

Finarfin

Finarfin adalah putera bungsu dan putera kedua Finwë dengan pernikahanya bersama Indis. Finarfin adalah yang paling bijak dari putera-putera Finwë. Dia adalah pangeran Noldor yang tidak menyetujui ide Fëanor untuk mengejar Melkor ke Middle-earth, akan tetapi dia tetap ikut pergi karena kasihnya kepada saudaranya Fingolfin. Finarfin meninggalkan rombongan Noldor ke Middle-earth dan kembali ke Eldamar ketika Mandos menyampaikan ramalannya tentang apa yang akan menimpa kaum Noldor yang berpaling ke Middle-earth dan tidak mengindahkan nasihat para Valar. Bersama peri-peri Noldor lainnya dia kembali ke Eldamar dan menjadi raja atas peri-peri Noldor yang masih tinggal di Valinor. Dari anak-anaknya, lahilah keluarga bangsawan Finarfin (House of Finarfin): Orodreth, Angrod, Aegnor dan Galadriel.

Wednesday, June 18, 2014

Old English (Bahasa Inggris Kuno 500 M-1100M)

Ða wæs on þā tīd Æþelbeohrt cyning hāten on Centrīce and mihtig : hē hæfde rīce oð gemæru Humbre strēame, sē tōseādeþ sūðpoc Angelþēode and norðfolc Ƿɔnne is on ēastwardre Cent micel ēaland Tenet, þæt is siex hund hīda micel æfter Angelcynnes eahte.... On þtyssum ēalande cōm ūp sē Godes þēow Augustinus and his gefēran; wæs hē fēowertiga sum. Nāmon hīe ēac swelce him welahstodas of Franclande mid, swā him Sanctus Gregorius bebēad. And þā sende to Æþbeloeorht ærendwrecan and onbēad þæt hē of Rōme cōme and þæt betste ærende lædde and sē þe him hīersum  bēon wolde, būton twēon  hē gehēt ēcne gefēan on heofonum and tōweard rīce būton ende mid þone sōþan God and þone lifigendan. Ðā hē þā sē cyning þās word gehīerde, þā hēt hē hīe bidan on þæm ēalande þe hīe ūp cōmon; and him dōn wolde. Swelce ēac ǣr þǣm becōm hlīsa tō him þære crīstenan ǣfæstnesse, forþon hē crīsten wīf hæfde, him gegiefen on Francena cyning cynne, Beorthe wæs hāten. Ƿæt wīf hē onfēng fram hiere ieldrum þǣre ǣrǣdnesse þǣt hēo his lēafness hǣfde þǣt hēo þone þēaw þǣs crīstenan gelēafan.

Bede’s Ecclesiastical History 597M

Middle English (Bahasa Inggris Pertengahan 1100 M-1500 M)
Southern England

Al so þu dost on þire side
Vor wanne snou liþ
An alle wiȝte habbeþ sorȝe
Þu singest from eve fort amorȝe
Ac ich alle blisse mid me bringe
Ech wiȝt i glad for mine þinge
Blisseþ hit wanne ich cume
hiȝteþ aȝen mine kume
Ƿe blostme ginneþ springe and sprede
Boþe ine tro and ek on mede
Þe lilie mid haire fairie wlite
Wolcumeþ me, þat þu hit wite
Bit me mid hire faire blo
Þat ich shulle to hire flo
Ƿe rose also mid hire rude

The Owl and The Nightingale 1216 M

Kentish

Ƿis boc is dan Michellis of Northgate, y-write an englis of his oȝene hand. Þet hatte: Ayenbyte of inwyt. And is of þe boc house of saynt Austine of Canterbury...
    Nou ich wille þet ye ywyte hou hit is y-went
    Þet þis boc is y-write mid engliss of kent
    Þis boc is y-mad vor lewede men
    Vor vader, and vor moder, and vor oþer ken,
    Ham vor to berȝe vram alle manyere zen
    Þet ine hare inwytte ne bleve no voul wen
    Huo ase god is his name yzed
    Þet þis boc made god him yeve þet bread
    Of angles of hevene and þerto his red

Ayenbite of Inwyt 1340 M
London
WHAN that Aprille with his shoures soote
The droghte  of Marche hath perced to the roote,
And bathed every veyne in swich licour,
Of which vertu engendred is the flour;
Whan Zephirus eek with his swete breeth
Inspired hath in every holt and heeth
The tendre croppes,  and the yonge sonne
Hath in the Ram his halfe cours y-ronne, 
And smale fowles maken melodye,
That slepen al the night with open ye,
(So priketh hem nature in hir corages: 
Than longen folk to goon on pilgrimages,
And palmers for to seken straunge strondes, 
To ferne halwes,  couthe  in sondry londes;
And specially, from every shires ende
Of Engelond, to Caunterbury they wende,
The holy blisful martir for to seke,
That hem hath holpen, whan that they were seke

The Canterbury Tales 1387

Early Modern English (Bahasa Inggris Modern Awal 1500 M-1800 M)

From fairest creatures we desire increase,
That thereby beauties Rose might neuer die,
But as the riper should by time decease,
His tender heire might beare his memory:
But thou contracted to thine owne bright eyes,
Feed’st thy lights flame with selfe substantiall fewell,
Making a famine where aboundance lies,
Thy selfe thy foe, to thy sweet selfe too cruell:
Thou that art now the worlds fresh ornament,
And only herauld to the gaudy spring,
Within thine owne bud buriest thy content,
And tender chorle makst wast in niggarding:
Pitty the world, or else this glutton be,
To eate the worlds due, by the graue and thee.

Sonnet 1 1594

Modern English (Bahasa Inggris Modern 1800 M-Sekarang)

1 In the beginning God created heaven, and earth.
2 And the earth was void and empty, and darkness was upon the face of the deep; and the spirit of God moved over the waters.
3 And God said: Be light made. And light was made.
4 And God saw the light that it was good; and he divided the light from the darkness.
5 And he called the light Day, and the darkness Night; and there was evening and morning one day.
6 And God said: Let there be a firmament made amidst the waters: and let it divide the waters from the waters.
7 And God made a firmament, and divided the waters that were under the firmament, from those that were above the firmament, and it was so.
8 And God called the firmament, Heaven; and the evening and morning were the second day.
9 God also said: Let the waters that are under the heaven, be gathered together into one place: and let the dry land appear. And it was so done.
10 And God called the dry land, Earth; and the gathering together of the waters, he called Seas. And God saw that it was good.
Douay-Rheims Bible 1899

Wednesday, October 19, 2011

DRAMA
Karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog u/ dipentaskan di atas panggung, di hadapan penonton o/ aktor2
Ciri2 drama: dialog, dipentaskan (ada tindakan), penonton (paling penting dlm drama), actor
Drama means naskah/pertunjukan
Closet drama: drama yg tidak bisa dipentaskan dan hanya berupa naskah saja,karena:
- closet means kamar/ruangan yg berukuran kecil
- dlm pembuatan&penggadaan naskah drama dilakukan scr manual shgga harganya mahal maka hanya dibacakan dalam kelompok2 kecil saja
- keterbatasan teknologi saat itu shg tdk bsa menghadirkan setting yg bgus
STRUKTUR DRAMA
Digambarkan dgn piramida yg pya 5 tahap yg dsbut FREYTAG’S PYRAMID
INTRODUCTION, COMPLICATION, KLIMAKS, FALLING ACTION, CATASTROPE
1. INTRODUCTION
Fokus: memberi informasi2 penting u/ menciptakan suasana dan pd umumnya drama tidak dimulai dgn introduction tpi diawali ditengah2 kejadian, contoh:
Drama Shakespeare “HAMLET”
- awal pementasan (tdk pd bag awal tp ditengah2) setting tempat di dpn kerajaan, setting waktu sgt mencekam, dialog ttg adanya arwah gentayangan yg mirip raja&cerita ini sampe ke telinga hamlet
- informasi tersebut menciptakan rangkaian cerita selanjutnya mllui dialog tsb
2. COMPLICATION
Mrpk rangkaian konflik yg digerakkan o/ suatu kekuatan yg dsbut EXITING FORCE yg make seseorang melakukan tindakan
3. KLIMAKS
- bag ini tjdi ketika konflik2 tsb mencapai puncak yg tertinggi yg dsbut TURNING POINT (titik balik) yaitu titik yg merubah segalanya
- SOLILOQUY: pikiran yg diucapkan dlm drama yg tdk bisa didengarkan orang lain, contoh: TO BE OR NOT TO BE
• mengada/ tidak, menjadi/ tidak, melakukan/ tidak, ini menjadi ciri khas HAMLET yaitu pertentangan hati/ dilemma/ keragu-raguan
4. FALLING ACTION
Bag yg digerakkan o/ tragic force/ kekuatan tragis yg m’arahkan tokoh kedlm masalah/keterpurukan
5. CATASTROPHE
- malapetaka, kumpulan kegagalan, masalah, musibah2
- ciri: tokoh utama menjelaskan semua y terjadi sblum tokoh tsb meninggal(in tragic drama)
KONVENSI DRAMA
- suatu perjanjian/ kesepakatan yg tdk tertulis
- kebiasaan2 yg dilakukan o/ penulisyg kemudian diikuti penulis drama yg lain shg menjadi kesepakatan
- kesepakatan yg ada tidak harus diikuti krna penulis dpt menciptakan kesepakatan yg baru
- hal2 yg sering muncul pd kesepakatan drama YUNANI KLASIK a.l:
1. ACT (babak)
- pembagiannya jelas, ada 5 babak jika mengikuti FREYTAG’S PYRAMID
- pd abad 19, jmlh babak mjdi 4 yaitu 1,2,3, 4+5
- pd abad 20, jmlh babak njdi 3 yaitu, 1+2, 3, 4+5
2. SCENE (adegan)
- Pembagiannya tidak jelas, membagi berdasar tata panggung, artinya jika ada tokoh penting muncul di panggung berarti awal scene baru, if tokh tsbut menghilang berarti akhir dri acene
3. PROLOG
- Semacam kata pembuka/perkenalan, pada drama YUNANI KLASIK, ada orang yg akan bercerita ttg adegan2 yg akan terjadi sebelum layar terbuka
4. EPILOG
- Pidato/kata penutup, tirai ditutup, seseorang yg akan menyampaikan prolog akan muncul kembali&say thanks
- Karena factor buta huruf para penonton maka hal ini sangat berguna
5. ASIDE
- melihat kea rah samping, tujuannya menyampaikan hal yg akan terjadi kpd para penonton dgn suara keras
- hal ini dilakukan karena pementasan dilakukan di atas panggung yg tfk bias diketahui seperti ketika membaca novel
6. SOLILOQUI
- pikiran yg diucapkan dalam drama yg tidak bias didengarkan orang lain, tokohnya muncul sendirian
7. CHORUS
- informasi ttg apa yg akan muncul berikutnya yg dikemas dlm bentk nyanyian&tarian o/ sekelompok penyanyi/penari, yg berfungsi sbgai hiburan
JENIS-JENIS DRAMA
1. MYSTERY FLAT
- suatu drama keagamaan yg didasarkan pd sejarah kitab suci
- berawal dari gereja, kemudian berkembang mjdi drama keagamaan yg dipentaskan berkeliling di luar gereja dgn gerobak2 sbgai panggungnya dan pemainnya sudah mulai profesional
2. MIRACLE FLAT
- focus pd keajaiban2 yg dimiliki orang2/ benda2 yg dianggap suci
3. MORALITY FLAT
- Bersifat mendidik moral agar jiwa manusia selamat
4. INTERLUDE FLAT
- drama pendek yg muncul sekitar abad 15 yg dimainkan o/ 2 ato 3 pemain dgn topic yg ringan
- durasi pendek dan pemain terbatas, sering dimainkan dalam pesta2
5. VOGUE DRAMA
- drama rakyat jelata, dimainkan setelah panen raya dgn topic yg berhubungan dgn rakyat jelata
6. HEROIC DRAMA
- mempunyai ciri berupa tontonan yang luar biasa, konflik sering berlebih2 an
7. MELODRAMA
- berdasar pd plot yg roman, tujuannya u/ mengaduk-aduk emosi penonton, scra literal MELOS berarti nyanyian “a play with music” jg dsbut opera
8. TRAGEDY DRAMA
- Drama yg mengungkapkan kembal peristiwa yg penting dan saling berhubungan yg terjadi dlm kehidupan seorang tokoh penting
- targedi: nyanyian kambing, merefleksikan upacara kematian&kebangkitan kembai yg bersifat DIONYSION dmn kambing tsbut dijadikan binatang persembahan
- DIONYSION, dewa YUNANI yg menguasai anggur
- Tujuan tragedy menurut ARISTOTEL: u/ menumbuhkan rasa kasihan&ketakutan dalam diri penonton shgga mengalami CHATARSIS dri emosi tsbut, yaitu pensucian kembali
UNSUR-UNSUR DRAMA
1. TRAGIC HERO
- pd dasarnya bersifat baik, mampu membela diri, mencerminkan sifat manusia, missal ODYPUS REX ketika membunuh ayahnya&tdk tahu klo org tsb ayahnya
2. TRAGIC FLAW
- Kesalahan personality yg membawa tragic hero kearah kejatuhan, dsbut jga Hamartia
a. hubris, sifat terlalu percaya diri dan akhirnya make mistake
b. ambisi yg luar biasa, ex:pda tokoh Machbat
c. keraguan yg luar biasa, ex:pda tokoh Hamlet
d. rasa cemburu yg tidak dikontrol, ex:pda tokoh Otelo
3. TRAGIC ACTION
- tindakan tragis yg dilakukan o/ tragic hero g\dgn maksud baik tpi ternyata mengantarnya kea rah kesalahan
4. TRAGIC IRONI
- apa yg tampak berada dgn kenyataanya
5. TRAGIC RYTHEM
a. itikad, membawa kearah kehancuran
b. penderitaan, akan mengalami penderitaan sbgai balasan atas perbuatannya
c. pemahaman, kehendak tuhan tidak dpat dihindari o/ tragic hero
COMEDY DRAMA
- unsur2: membuat aneh sesuatu yg umum/ dibuat menyimpang, ex: mlalui tampilan fisik, penggunaan kata
- harus sesuai dgn selera/ kondisi penonton
a. High Comedy
- mempunyai tema ttu yg akan disampaikan dlm suatu cerita
- tdak berbau pornografi, lebih verbal dgn permainan kata2, sulit dicerna shgga tdak memancing tawa
b. Low Comedy
- tdak mempunyai tema ttu u/ suatu tampilan, tdak ada nalar, sangat kasar, tdpat kontak fisik, ekploitasi fisik
- TRAGEDY: peristiwa yg terjadi sangat serius dan berkahir tragis, tokohnya mempunyai kualitas ungul, penontonnya cenderung mengagumi tragic hero, tujuannya u/ katarsis
- COMEDY: peristiwa yg terjadi ringan dan lucu, berakhir dgn happy, tokohnya cenderung orang biasa, penonton cenderung menertawakan/memandang rendah karena tidak mempunyai kualitas unggul, tujuannyas u/ memancing tawa

http://kerendalan.blogspot.com/2008/12/peng-pengk-kesusastraan-inggris.html

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers