Wednesday, October 19, 2016


Osiris memainkan peran penting dalam kehidupan mesir kuno yang tergambar dalam beragam ritual dan kepercayaan masyarakat tersebut. Karena legenda Osiris, orang mesir kuno yakin bahwa mereka akan dihidupkan kembali setelah kematian di alam baka. Dia merupakan putera dari Geb dan Nut dan lahir di Thebes Mesir Atas. Menyambut kelahirannya, Dewa Ra, kakek Osiris, mengangkatnya menjadi pewaris tahta Mesir setelah Geb. Osiris menjadi raja dan mempersunting saudarinya Isis, sebagai ratu. Tugas pertamanya adalah menghapuskan praktik kanibalisme dan mengajarkan umat manusia seni bercocok tanam. Dia membangun kuil pertama di Mesir dan memperkenalkan hukum-hukum untuk mengatur rakyatnya. Melihat kemakmuran kerajaan Osiris, Set, saudaranya, iri dan berencana menggulingkannya. Untuk melancarkan rencananya ini, Set mengundang Osiris ke pesta jamuan. Di akhir jamuan, Set membuat sebuah peti mati yang sangat indah dan akan menghadiahkan kepada siapa saja yang muat di dalamnya. Tertarik dengan peti itu, Osiris masuk ke dalam peti yang sebenarnya memang disiapkan untuknya. Begitu masuk ke dalam, Set menutup peti dan memantrainya lalu melemparnya ke sungai Nil.
Set menyatakan dirinya sebagai raja sementara Isis tengan berduka mencari jasad suaminya, Osiris. Isis menemukan tubuh Osiris di Byblos, dan membawanya kembali ke Mesir lalu menyembunyikannya di rawa-rawa. Mengetahui penemuan jasad Osiris, Set murka dan merebut jenaza Osiris dari Isis dan mencabik-cabiknya lalu melemparnya ke sungai. Isis mengumpukan kembali potongan-potongan jasad Osiris, kecuali penisnya yang telah dimakan ikan. Dia membaluti potongan-potongan tubuh itu dan membalsemnya. Ini merupakan mumi pertama. Mumi Osiris berubah jadi akh, wujud jiwa setelah kematian, dan dalam wujud ini Osiris pergi ke dunia bawah menjadi raja dan hakim di sana.
Kultus Osiris bermula di Mesir Bawah wilayah Delta Nil. Beberapa sejarawan meyakini Osiris kemungkinan merupakan seorang raja Mesir kuno yang diabadikan menjadi sosok dewata. Pada awal perkembangan kultusnya, Osiris dikaitkan dengan pertanian dan kesuburan alam. Kultus ini berkembang ke wilayah Mesir Atas, dan di wilayah itu Osiris disinkretisasikan dengan dewa pemakaman, Abydos, Khenti-Amentiu, yang digambarkan dengan sosok serigala. Osiris kemudian dikenal dengan julukan “Penguasa dari Barat” karena Barat merupakan tanah orang-orang mati. Dengan berkembang pesatnya kultus Osiris, dia lalu disinkretisasikan dengan Dewa Kematian Giza, Seker.
Perkembangan kultus Osiri tidak menemui banyak tantangan karena ia tidak mengancam keberlangsungan pemujaan dewa-dewa yang lebih kuno semisal Ra. Ra tetap menjadi dewa tertinggi, dalam agama Matahari orang Mesir, sementara Osiris, Isis, dan Horus diyakini sebagai keluarganya. Pada awalnya, Ra tetap menjadi sosok ilahi yang paling penting termasuk dalam urusan mengenai dunia bawah. Dikatakan bahwa, Ra, tiap malamnya, mengunjungi dunia bawah dalam wujud Auf, matahari terbenam. Perjalanan ini kadang-kadang dihadang oleh jiwa-jiwa dunia bawah, Osiris merupakan salah satunya. Pada akhirnya, Osiris menjadi semakin kuat dan mengklaim gelar, Raja Dunia Bawah dari Ra. Pada zaman primitif sekalipun, orang mesir yakin agar jiwa tetap abadi setelag kematian, tubuh harus diawetkan. Dengan demikian, sebelumnya kultus Osiris munculpun tradisi pembalseman jenazah menjadi mumi telah dipraktikan dengan luas.
Pada awalnya ritual mumi hanya diadakan bagi para keturunan Raja saja yang diyakini sebagai keturunan dan jelmaan dewa Ra, yang pada saat itu juga menjadi penguasa Dunia Bawah. Muncul kultus Osiris memberikan harapan bagi orang biasa untuk memperoleh hidup kekal di alam baka, sebagai penguasa Dunia Bawah Osiris juga memperhatikan nasib-nasib rakyat jelata bukan hanya para Firaun dan keluarganya saja. Dengan semakin berkembangnya kultus ini, Osiris perlahan-lahan mengambil alih peran dewa Ra. Osiris menjadi dewa pertanian, yang sebelumnya disematkan untuk dewa Ra. Selain itu, Osiris mengambil alih kekuasaan atas Sungai Nil, Banjir, dan Tumbuh-tumbuhan dari Dewa Ra. Ini merupakan Simbol Osiris sebagai dewa kebangkitan. Selain jadi dewa kematian dia juga menjadi dewa kebangkitan.
Osiris bukanlah dewa yang menakutkan bagi Orang Mesir kuno walaupun dia sebagai penguasa kematian. Dia merupakan jalan untuk memperoleh kehidupan abadi, dan untuk memperoleh itu ritual pembalseman jenazah dilakukan sama persisi seperti yang dilakukan Isis pada Osiris. Sesaat setelah kematian, seseorang akan dipanggil dengan menggunakan nama Osiris di depannya namanya, seperti penggunaan kata Almarmuh saat sekarang ini. Proses pemumian berlangsung kira-kira selama 70 harus dan sangat pelik, melambangkan penderitaan yang dialami Osiris. Jasad kemuadian dibawa dari rumah duka menuju kuil pemurnian.
Tubuh mayat kemudian dimandikan di Sungai Nil, hati, jantung, paru-paru, jeroan dikeluarkandan diletakkan dalam empat wadah. Jasad yang sudah kosong kemudian diisi dengan gumpalan-gumpalan linen. Tujuannya agar tubuh tidak tercerai berai, karena kalau tercerai berai jiwa akan musnah. Jasad itu lalu disiran dengan garam, dan minyak lain. Beragam mantra dirajah ditubuh mayat yang paling penting adalah scarab, simbol kebangkitan. Terakhir, jenzah dibalut dengan linen dan dibaringkan di atas peti mati. Seluruh peralatan dan bahan yang digunakan diyakini berasal dari air mata dewa meratapi kematian Osiris.
Tiap orang yang terlibat dalam proses pembuatan mumi disamakan dengan sosok yang teribat dalam pembalseman Osiris. Tukang balsem mewakili dewa-dewa yang membantu Isis membalsem Osiris. Wanita tukan ratap, biasanya istri dan kerabawa wanita lainnya, melambangkan, Isis dan Nephthys.  Setelah selesai, peti mati diletakkan di atas kereta diirinngi oleh iringan penduduk untuk mengantar jenazah menuju kehidupan abadi dunia bawah.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers