Sunday, September 21, 2014

Kumari chaapi panchal
Perawan suci berlengan bak busur panah putri panchali 
Vedimadhya samosthita
Terlahir di tengah kobaran api pengorbanan
Subhagaa darshiniaangi 
Pembawa keberuntungan yang paling menawan untuk dipandang
Vedimadya manaoramaa
Puteri jelita terlahir di tengah kobaran api pengorbanan
Shyaama padmaa paalashakshi 
Berkulit kecoklatan dengan kelopak mata bak bunga teratai
Neela kunchita murdhaja
Berambut legam dan keriting
Manysama vigraham kritva saksad amara varnini…
Terlahir dalam tubuh manusia namun seperti makhluk abadi (dewi)
Neelotpala samoghandho 
Tubuhnya semerbak bak teratai biru
Yasaha proshaat pravaayati
Terlahir sebagai wanita dewasa
Ya bibharti param rupam yasyu nasti upama bhuvi
Tiada kata bisa gambarkan elok parasnya



Murali manohar mohana muraari
Sang rupawan peniup seruling pemusnah iblis Mura
Har ek roop mein teri leela nyaari
Seluruh tingkahmu membuat tercengang
Murali manohar mohana muraari
Sang rupawan peniup seruling pemusnah iblis Mura
Har ek roop mein teri leela nyaari
Seluruh tingkahmu membuat tercengang
Kahin tuti ho jo  maakhan ki gagari to khoje
Kesana kemari seperti burung kau mencari kendi bermentega
Kanahiya yashoda ki nagari
Ke jalanan desa wahai putera Yashoda
Kahin tuti ho jo maakhan ki gagari
Kesana kemari seperti burung kau mencari sekendi mentega 
Kanahiya yashoda ki nagari to khoje
Ke jalanan kampung wahai Kanahiya putera Yashoda
Murali manohar mohana muraari
Sang rupawan peniup seruling pemusnah iblis Mura
Har ek roop mein teri leela nyaari
Seluruh tingkahmu membuat tercengang

Sakha sang hoto hain chancha kanahiya
Kanahiya (Krishna kecil) selalu berbuat ulah bersama para temanmu
Hain natakhat bada hi woh bansi bajaiyaa 
Merdu serulingmu temani tingkah nakalmu dan para kawanmu
Sakha sang hoto hain chancha kanahiya
Kanahiya selalu berbuat ulah bersama para temanmu
Hain natakhat bada hi woh bansi bajaiyaa 
Merdu serulingmu temani tingkah nakalmu dan para temanmu 
Chhede hain jab bhi bhi vraj gopi o ko
Ketika kau juga menggoda para gadis gembala di vraj (tempat tinggal krishna kecil)
To mohe sakhiyon ko giridhar muraari
Kemudian bersama temanmu kau mengangkat gunung (bukit govardhan) dan memusnahkan mura
Murali manohar mohana muraari
Sang rupawan peniup seruling pemusnah iblis Mura
Har ek roop mein teri leela nyaari
Seluruh tingkahmu membuat tercengang

Kanahiya ke jaisa dayaalu…..
Kanahiya kau seperti Syiwa yang pengasih
Kanahiya ke jaisa dayaalu sakha bhi
Kanahiya kau seperti syiwa yang mengasihi teman-temanmu
Hriday mein samaye na peeda paraayi
Kau berhati lembut kepada mereka yang menderita
Tatpar sadda hi hunar ki madad ko
Kau sangat suka membantu siapa saja
Ke adabhut hain teri leela muraari.
Bergaya rapi dirimu wahai murari (pemusnah iblis Mura)



Wednesday, September 10, 2014

Abgal

Merupakan dewa padang pasir bangsa arab utara pada masa sebelum kedatangan Islam. Dewa ini diketahu berasal dari sesembahan suku di wilayah gurun Palmyra. Dia juga dianggap sebagai dewa pelindung bangsa baduwi dan unta sungai.
Aglibol

Merupakan dewa bulan bangsa arab putara pada masa pra-islam. Seperti dewa Abgal, Aglibol juga disembah oleh suku badui wilayah Palmyra dan berkaitan erat dengan dewa matahari Yarhibol. Kultus penyembahan Aglibol berkembang hingga ke masa hellenis dan pendudukan bangsa romawi. Simbol dewa ini adalah bulan sabit.
Allat

Dewi bulan dan dewi pelindung bangsa arab utara dan tengah pada masa pra-islam. Dalam kepercayaan bangsa pagan arab, Allat merupakan salah satu puteri Allah. Di Palmyra, dia biasa dipanggil sebagai pelindung rumah tangga. Di Taif, diaa disimbolkan dengan wujud batu granti putih. Pada masa Helenis, Allat dihubungkan Athena, sementara menurut Herodotus yang menyebutnya Ailat, dia sejajar dengan Afrodite.
Almaqah

Dewa pelindung dan dewa bulan bangsa arab selatan pada masa pra-islam. Dewa ini disembah oleh suku Saba dengan binatang sucinya berupa seekor lembu. Dia disimbolkan dengan kilat dan sabit.
Anbay

Dewa pelindung bangsa arab selatan pra-islam dan juga merupakan dewa keadilan serta dewa yang mengilhamkan ramalan-ramalan kepada para peramal. Selain itu, Anbay juga dianggap sebagai salah seorang pelayan dewa bulan, Amm.
A’ra
Dewa pelindung arab utara pra-islam. Namanya memiliki makna altar atau tempat suci yang berasal dari kata arab yang bermakna memerahi, sebuah makna yang menyiratkan noda darah pengorbanan manusia di altar pemujaan. Dengan demikian, pemujaan terhada A’ra melibatkan pengorbanan manusia terutama anak-anak.
Altarsamain
Dewa bulan bangsa arab utara dan tengah pra-islam yang disembah oleh suku Isamme tapi dia juga dihormati oleh suku-suku arab lainnya. Dewa ini diketahui berasal dari tahun 800 SM yang dikenali dari surat-surat raja Assyria, Esarhaddon dan Assurbanipal.
Azizos
Dewa pelindung bintang bangsa arab utara pra-islam yang disembah di Palymra serta digambarkan dengan bintang fajar dan saudaranya Arsu, bintang senja. Azizos berkaitan dengan kuda atau unta. Penyembahan terhadap Azizos masuk kedalam kebudayaan Syria dimana dia juga disembah dengan nama Monimos.
Hubal
Dewa pelindung bangsa arab pra-islam dan juga merupakan dewa yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa depan kepada para peramal. Patung Hubal adalah salah satu patung besar yang berdiri di Kabah Mekah pada masa kerasulan Muhammad SAW.
Malakbel
Malakbel disembah sebagai dewa pertanian oleh bangsa ara pra-islam di wilayah utara. Dalam sebuah lempengan dari tahun 132 M yang ditemukan di wilayah Palmyra, Malakbel dikatakan memiliki seorang saudara yang bernama Aglibol.
Marnas
Marnas disembah oleh bangsa arab utara sebagai dewa kesuburan. Selain sebagai dewa kesuburan, Marnas juga meerupakan dewa pelindung bangsa arab utara. Kultus penyembahan terhadap Marnas berpuat di Baza kuil Marneion yang menggantikan kultus penyembahan dewa Dagon.
Quzah
Merupakan dewa gunung dan dewa cuaca. Quzah disembah oleh bangsa arab pra-islam di wilayah utara arabia. Quzah diyakini juga sebagai dewa yang sama dengan Qos yang disembah oleh suku Idumea di wilayah Judea selatan sebagai dewa badai. Dewa ini juga disembah di wilayah-wilayah sekitar Mekah.

Tuesday, September 9, 2014

Ye cha krishne gunaah smitaah,
Memiliki watak dan senyum Krishna
Paandaveshu cha ye gunaah,
Mewarisi sifat para pandawa
Abhimanyau kilekastha,
Di sana tegak berdiri Abhimanyu
Drishyante gun sanchayaaha,
Ujar Sanjaya yang tengah mengamatinya
Dhananjayasya roopena,
Memiliki paras wajah seperti Dhananjaya
Vikramena shrutena cha,
Memilki pendengaran seperti Vikramena (Krishna)
Vinayaad sahadevasya,
Ketertibannya seperti  Sadewa
Saddrusho Nakulasya,...
Keteguhannya persis seperti Nakula
Abhimanyu.... Abhimanyu.... Abhim,anyu.... Abhimanyu
Abhimanyu.... Abhimanyu.... Abhim,anyu.... Abhimanyu


Parthasya dhananjaya
Salam Dhananjaya putera pritha (Kunti)
Ojasya balaveeryam 
Pemilikikesaktian tak ada bandingan
swethavahan gudakeesha
Sang pengendara kereta putih penakluk lelap
mahabaaho arjunaha!!
Wahai Arjuna pemilik kekuatan agung 

purushotham sabyasaachi
Sang pemanah lincah jiwa agung
Dhanush gandivdhaari
Pemilik busur panah gandiwa
sakthimaan keerthimaan
Manusia sakti dilimpahi kebajikan
Mahanayak arjuna
Arjuna panglima agung
Mahayodha arjuna
Arjuna prajurit agung
Mahanayak arjuna
Arjuna panglima agung

Monday, September 8, 2014

Kresna berasal dari Kerajaan Surasena, namun kemudian ia mendirikan kerajaan sendiri yang diberi nama Dwaraka. Dalam wiracarita Mahabharata, ia dikenal sebagai tokoh raja yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Dalam kitab Bhagawadgita, ia adalah perantara kepribadian Brahman yang menjabarkan ajaran kebenaran mutlak (dharma) kepada Arjuna. Ia mampu menampakkan secercah kemahakuasaan Tuhan yang hanya disaksikan oleh tiga orang pada waktu perang keluarga Bharata akan berlangsung. Ketiga orang tersebut adalah Arjuna, Sanjaya, dan Byasa. Namun Sanjaya dan Byasa tidak melihat secara langsung, melainkan melalui mata batin mereka yang menyaksikan perang Bharatayuddha. 
Yada Yadahi Dharmasya.  Kresna berasal dari keluarga bangsawan di Mathura, dan merupakan putera kedelapan yang lahir dari puteri Dewaki, dan suaminya Basudewa. Mathura adalah ibukota dari wangsa yang memiliki hubungan dekat seperti Wresni, Andhaka, dan Bhoja. Mereka biasanya dikenali sebagai Yadawa karena nenek moyang mereka adalah Yadu, dan kadang-kadang dikenal sebagai Surasena setelah adanya leluhur terkemuka yang lain. Basudewa dan Dewaki termasuk ke dalam wangsa tersebut. Raja Kamsa, kakak Dewaki, mewarisi tahta setelah menjebloskan ayahnya ke penjara, yaitu Raja Ugrasena. Karena takut terhadap ramalan yang mengatakan bahwa ia akan mati di tangan salah satu putera Dewaki, maka ia menjebloskan pasangan tersebut ke penjara dan berencana akan membunuh semua putera Dewaki yang baru lahir. Setelah enam putera pertamanya terbunuh, dan Dewaki kehilangan putera ketujuhnya, lahirlah Kresna. Karena hidupnya terancam bahaya maka ia diselundupkan keluar dan dirawat oleh orangtua tiri bernama Yasoda dan Nanda di Gokula, Mahavana. Dua anaknya yang lain juga selamat yaitu, Baladewa alias Balarama (putera ketujuh Dewaki, dipindahkan ke janin Rohini, istri pertama Basudewa) dan Subadra (putera dari Basudewa dan Rohini yang lahir setelah Baladewa dan Kresna). Kresna merupakan saudara sepupu dari kedua belah pihak dalam perang antara Pandawa dan Korawa. Ia menawarkan mereka untuk memilih pasukannya atau dirinya. Para Korawa mengambil pasukannya sedangkan dirinya bersama para Pandawa. Ia pun sudi untuk menjadi kusir kereta Arjuna dalam pertempuran akbar. Bhagawadgita merupakan wejangan yang diberikan kepada Arjuna oleh Kresna sebelum pertempuran dimulai. Setelah perang, Kresna tinggal di Dwaraka selama 36 tahun. Kemudian pada suatu perayaan, pertempuran meletus di antara para kesatria Wangsa Yadawa yang saling memusnahkan satu sama lain. Lalu kakak Kresna – Baladewa – melepaskan raga dengan cara melakukan Yoga. Kresna berhenti menjadi raja kemudian pergi ke hutan dan duduk di bawah pohon melakukan meditasi. Seorang pemburu yang keliru melihat sebagian kaki Kresna seperti rusa kemudian menembakkan panahnya dan menyebabkan Kresna mencapai keabadian. Menurut Mahabharata, kematian Kresna disebabkan oleh kutukan Gandari. Kemarahannya setelah menyaksikan kematian putera-puteranya menyebabkannya mengucapkan kutukan, karena Kresna tidak mampu menghentikan peperangan. Setelah mendengar kutukan tersebut, Kresna tersenyum dan menerima itu semua, dan menjelaskan bahwa kewajibannya adalah bertempur di pihak yang benar, bukan mencegah peperangan. Dalam seril Mahabharata tokoh Krishna ini diperankan oleh  Saurabh Raaj Jain. Berikut adalah entry song yang digunakan sebagi bakc song krishna dalam mega serial Mahbharata.
 Entry Song I (Yada Yada Hi Dharmasya)

Yada Yada Hi Dharmasya Glanirva Bhavathi Bharatha,
Kapanpun kebenaran musnah Wahai Keturunan Bharata
Abhyuthanam Adharmaysya Tadatmanam Srijami Aham'.
Dan ketidakbenaran muncul aku akan datang menjelma
Praritranaya Sadhunam Vinashaya Cha Dushkritam
Untuk melindungi orang-orang baik

Dharamasansthapnaya Sambhavami Yuge-Yuge
Dan menghukum orang-orang jahat aku terlahir dari masa kemasa
Entry Song II  (Shri Krishna Govind)

Shri krishna govind hare murari
Salam untuk Sri Krishna sang pengembala, pembunuh iblis mura
Hey nath narayan vasudeva
Salam wahai basudewa sang penopang kehidupan



 Yagyaseni ka yeh vachan

Kaisa bhanwar adhikaar ka
Ibarat pusaran kegelapan
Sankalp hain sanmaan k
Begitulah sumpah untuk diriku
Safal hota ab lage
Yang nampak di tepi kegemilangan
Sangharsh jab jitna kathin ho
Semakin keras perjuangan
Banta wahin aadhaar ab
Semakin kuat pula landasannya
Yahi hain mera strii dharm
Inilah pengabdianku sebagai wanita
Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Yagyaseni ka yeh vachan
Inilah janji yang harus kupenuhi
Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Iss janm ka ye kaaran
Karena itulah aku terlahir

Sindoori sandhya paar hain
Langit malam, naungan jingga
Ye dharm yudha vishaal hain
Sebentuk kecamuk battin
Shristi ke uss itihaas mein
Dalam perjalanan hidupku di dunia ini

Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Yagyaseni ka yeh vachan
Inilah janji yang harus kupenuhi
Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Iss janm ka ye kaaran
Karena itulah aku terlahir
Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Yagyaseni ka yeh vachan
Inilah janji yang harus kupenuhi
Rahega atal mera mann
Aku harus selalu tabahkan hati
Iss janm ka ye kaaran
Karena itulah aku terlahir



Thursday, August 28, 2014

CHORUS.

Dua keluarga bermartabat sama dan setara
Di Verona yang indah kami menggelar cerita
Dendam lama kembali menguak prahara
Dimana pertumpahan darah mengotori tangan mereka
Dari sulbi kedua keluarga yang bermusuhan ini
Sepasang kekasih lahir dan bunuh diri;
Dengan kemalangan pilu mengakhiri
Dan dengan kematian mengubur dendam dua keluarga.
Kisah nestapa cinta mereka yang terenggut tiada
Serta kelanjutan dendam antara dua keluarga mereka
Yang tiada siapa dapat akhiri selain kedua pecinta
Sekarang digelar dalam dua jam pementasan kita
Dimana jika hadirin semua mendengar sabar menanti.
Apa yang tertampilkan disini, kerja keras kami akan mungkin terobati

BABAK I. ADEGAN I
VERONA . TEMPAT UMUM

Masuk Sampson dan Gregory (menenteng pedang dan simpul ikat pinggang) dari keluarga Capulet.

SAMPSON.
Gregory, kehidupan di sini lebih baik daripada di sawah ladang. Disini kita menenteng pedang bukanya arit maupun parang.
GREGORY.
Karenanya kita akan merasa muak?
SAMPSON.
Tidak. Arit yang biasa kau pegang mengasarkan tangan. Dengannya kau akan bertangan kasar
GREGORY
Tanganmu yang berpedang telah merasa cukup kemuakkan.
SAMPSON.
Bukan muak tapi tepat, jika tiba waktu menyerang.
GREGORY.
Tapi terlambat tahu kapan itu waktu yang tepat untuk menyerang.
SAMPSON.
Anjing di rumah Montague kan jadi sabetan tendanganku.
GREGORY.
Menendang tumitmu supaya lari, begitu maksudmu.
SAMPSON.
Anjing Montague yang akan lari, ketika aku menghabisinya.
GREGORY.
Benar, anjing akan lari, duduk, atau tetap berdiri sekehendak tuannya, tapi ketika ia melihatmu ia akan mengubermu ke pagar.
SAMPSON.
Mundur dari pagar, begitu maksudmu.
GREGORY.
Maju ke pagar! Satunya-satunya Montague yang akan mundur takut karenamu hanyalah para wanita mereka.
SAMPSON.
Sudah semestinya! Karena setelah aku kalahkan Montague, aku akan menendang anjingnya dan menampari para kerabat perempuannya.
GREGORY.
Kau bicara omong besar—tetap saja kau masih seorang petani.
SAMPSON.
Benar, Gregory, ketika tiba waktunya untuk membajak Montague, menggarunya, kemudian menanamkannya ke dalam tanah.
GREGORY.
Oleh karenanya, setiap peladang adalah pejuang, dan setiap ladang adalah kemenangan
SAMPSON.
Dan setiap Montague ibarat sepetak kebun, dan aku penggarapnya.
GREGORY.
Kau seperti ayam jago berani dikandang, Sampson, berkokok menang sementara tak pernah bertemu lawan.
SAMPSON.
Bukan salahku, jika musuhku tak berani berhadapan muka denganku. Karena mereka tahu aku sang tak tertaklukkan.
GREGORY.
Kau yakin mereka tak menganggapmu seperti seekor ikan, karena kau tampak seperti bersepuh perak, tapi kau begitu tergeletak langsung tersungkur terengah-engah. Tunjukkan sepuhan perakmu—di situ telah muncul dua orang dari keluarga Montague!
Masuk dua orang pelayan lain [Abram dan Balthasar]
SAMPSON.
Perakku sudah berkarat. Majulah kau! Aku akan mendukungmu.
GREGORY.
Lihat kan kau hanya berani di belakang—berani di depan yang aku inginkan
SAMPSON.
Jangan pedulikan aku.
GREGORY.
Musuh kita juga takkan mempedulikanmu.
SAMPSON.
Tetaplah mematuhi hukum; biarlah mereka pertama melanggarnya.
GREGORY.
Aku akan meludah saat aku lewat, itu akan membuat mereka merasa terhina.
SAMPSON.
Orang meludah karena mual atau terserang batuk berdahak. Aku akan menggigit jempolku dihadapan mereka; yang mana juga akan membuat mereka merasa terhina.
ABRAM.
Apa kau mengigit jempolmu kepada kami, tuan?
SAMPSON.
Aku memang menggigit jempolku tuan.
ABRAM.
Apa kau mengigit jempolmu kepada kami, tuan?
SAMPSON.  [berbisik pada Gregory]
Apa kita mematuhi hukum jika aku bilang iya?
GREGORY. [berbisik pada Sampson]
Tidak
SAMPSON.
Tidak, tuan. Aku tidak mengigit jempolku padamu; tapi aku mengigit jempolku,tuan.
GREGORY.
Anda berkelahi, tuan?
ABRAM.
Berkelahi? Tidak, tuan.
SAMPSON.
Tapi jika kau ingin tuan, aku akan jadi lawanmu aku setangguh dirimu
ABRAM.
Tidak lebih baik.
SAMPSON.
Baiklah, tuan.
GREGORY. [berbisik pada Sampson]
Katakan lebih baik! Salah seorang kerabat majikanku datang.
SAMPSON.
Iya, lebih baik darimu tuan.
ABRAM.
Kau bohong.
SAMPSON.
Hunus pedangmu jika kau pria. Gregory perlihatkan sabetan indah pedangmu.
Mereka berkelahi
Masuk Benvolio
BENVOLI O.
Berhenti berkelahi, bodoh!
Meleraikan pedang mereka
Turunkan pedangmu. Kalian tak mengerti akibat dari perkelahian ini.
Masuk Tybalt.
TYBALT.
Untuk apa, kau beradu pedang ditengah para pelayan tak berhati ini?
Berbalik kau,Benvolio! Sambutlah kematianmu
BENVOLI O.
Aku hanya ingin menjaga kedamaian. Turunkan pedangmu,
Atau bantu aku melerai orang-orang ini.
TYBALT.
Apa, kau tarik pedangmu dan berbicara damai? Aku benci kata itu
Seperti aku membenci neraka, semua Montague, dan dirimu.
Majulah, pengecut!
Mereka berkelahi
Masuk petugas dan tiga atau empat penduduk kota dengan pentungan.
OFFICER.
Gunakan pentungan kalian! Serang! Leraikan pedang mereka!
CITIZENS.
Maju dengan Capulet! Maju dengan Montague!
Masuk Capulet dengan gaunnya bersama istrinya
CAPULET.
Suara ribut-ribuat apa ini? Berikan aku pedang panjangku, ho!
LADYCAPULET.
Untuk apa kau meminta pedang?
CAPULET.
Ku bilang mana pedangku! Montague datang
Melambaikan pedangnya di hadapanku.
Masuk Montague dan istrinya
MONTAGUE.
Dasar kau Capulet kurang ajar! Jangan pegang, lepaskan aku.
LADYMONTAGUE.
Kau tak boleh maju melangkah mencari perkelahian.
Masuk pangeran Escalus dengan rombongannya.
PRINCE.
Budak pemberontak, musuh kedamaian
Perusuh ketenangan kota ini. Mereka takkan mendengar? Kalian manusia beradab atau binatang biadab,
Yang melampiaskan kebuasan kalian
Dengan tumpahan kelabu pucat dari nadi kalian!
Karena sakit siksaan, dari tangan yang berlumuran itu
Turunkan senjata kalian
Dan dengarkan hukuman dari pangeran penguasa kalian.
Tiga kali pertengkaran ditempat umum, berawal dari adu mulut
Karena ulahmu, Capulet tua, dan Montague
Telah tiga kali mengganggu kedamain jalanan kota kita
Jika kalian merusuh di sini sekali lagi
Nyawa kalian akan menjadi penebus kerusuhan itu
Sekarang, semua kalian bubar.
Kau, Capulet, ikut bersamaku;
Dan, Montague, temui aku sore nanti
Untuk membicarakan perkara ini.
Sekali lagi, demi pedih kematian, semuanya bubar.
 Semua keluar panggung selain Montague, istrinya dan Benvolio.
MONTAGUE.
Siapa yang memancing perkelahian ini?
Katakan, ponakanku, apakah kau yang memulainya?
BENVOLI O.
Di sini muncul para pelayan musuhmu
Dan juga pelayanmu, berkelahi sebelum aku datang
Aku mendekat untuk melerai mereka. Lalu tiba-tiba datang
Tybalt dengan amarah berapi-api menghunus pedang
Dengannya, dia hembuskan hinaan ke telingaku
Dia lambaikan pedangnya, tak ada yang terluka
Selain desisan hinaan angin
Saat kami beradu pedang dan beradu angin
Pangeran datang menyelamatkan nyawa Tybalt.
LADY MONTAGUE.
Dimana Romeo? Apa dia terlihat muncul hari ini?
Aku berharap dia tak terlibat dalam perkelahian berdarah ini.
BENVOLIO.
Bibi, satu jam sebelum fajar aku terbangun
Dan berjalan keluar hanyut dalam renungan
Di sana di bawah deretan pohon sycamore
Yang tumbuh dari tembok barat ku lihat puteramu itu
Aku menyapanya, tapi dia mengacuhkanku
Lalu menghilang ke dalam rimbun hutan
Menghilang karena kelelahan diriku—
Dan aku pergi darinya yang juga pergi dariku
MONTAGUE.
Berkali pagi dia pergi ke sana
Dengan berlinang air mata merinai embun
Menambah pekat kabut pagi dengan hembusan nafasnya;
Tapi ketika mentari ceria terbit benderang
Menyembunyikan diri dari terang mentari putraku yang pemurung
Pulang ke rumah di dalam kamar sendiri berkurung,
Menutup jendelanya, mengunci diri dari cahaya siang
Untuk membuat baginya gelap seperti malam
Petaka dan pertanda buruk pastilah semua ini
Kecuali ada nasihat baik menghapuskan penyebab perkara ini.
BENVOLIO.
Pamanku yang budiman, paman tahu penyebab perkara ini?
MONTAGUE.
Aku tak tahu dan tak pula bisa mengerti.
BENVOLIO.
Bukankah dia selalu berbicara terus terang.
MONTAGUE.
Kami telah memintanya bercerita atau memberi kami pertanda
Tapi dia berpetuah pada dirinya sendiri
Menjaga rapat rahasia menutup diri
Seperti seekor ulat dalam selubung kepompong
Yang tak pernah menampakkan sayapnya yang bersemarak warna
Semisalnya kami tahu dari mana datang duka yang hampirinya
Tentunya kami bisa carikan penawar untuknya.
Romeo masuk
BENVOLIO.
Lihat itu dia. Menyingkirlah
Aku akan mencari tahu perkara dukanya.
MONTAGUE.
Aku akan menyingkir bahagia karena kedatanganmu
Untuk mendengar pengakuan jujur darinya. Ayo, istriku, kita pergi dari sini.
Montague dan Istrinya meninggalkan panggung
BENVOLIO
Selamat pagi, sepupu.
ROMEO.
Apa hari masih pagi?
BENVOLIO
Baru jam sembilan
ROMEO.
Celaka aku! Di kala sedih detik-detik terasa lama.
Apakah tadi itu ayahku yang berjalan tergesa-gesa?
BENVOLIO.
Benar. Kesedihan apa yang membuat hari-hari Romeo terasa lama?
ROMEO.
Tidak memiliki apa yang bisa membuatnya terasa singkat.
BENVOLIO.
Bukan apa, tapi siapa. Kau sedang jatuh cinta?
ROMEO.
Tertolak-
BENVOLI O.
Oleh cinta?
ROMEO.
Tertolak oleh keinginan orang yang ku cinta.
BENVOLIO.
Dari jauh cinta tampak sangat menawan,
Tapi begitu dia menghunjam ke hatimu, ia bisa menjadi sangat kejam,
ROMEO.
Kejam karena dia hanya mengunjam di hatiku
Andai terhunjam di hatinya juga, cinta itu akan terasa manis!
Dimana kita akan makan malam? Ya tuhan! Pertengkaran apa yang telah terjadi?
Tak perlu kau bilang, karena aku sudah mengetahuinya
Ini semua karena kebencian, tapi lebih dengan cinta.
Lalu kenapa wahai kedamaian bertengkar! Wahai kebencian cinta!
Wahai ketiadaan yang pertama tercipta!
Wahai keringanan  berat! Kebijaksanaan tak berguna!
Ketakteraturan dari wujud teratur!
Bulu pena, kabut cemerlang, api dingin, kesakitan sehat!
Terjaga dalam tidur,  tiada yang ada!
Aku benci cinta yang tak berkasih  yang kini ku rasa.
Apa kau tertawa?
BENVOLIO.
Tidak, sepupu. Aku lebih ingin menangis.
ROMEO.
Sepupu budiman, menangisi apa?
BENVOLIO.
Menangisi hatimu yang cengeng.
ROMEO.
Sungguh teman yang tak berteman dirimu kiranya!
Berduka diatas himpitan beban berat dipikiranku
Yang kau kan memperberatnya dengan dukanya
Lebih dari itu. Cinta yang telah kau tunjukkan
Memberikan lebih banyak duka dari cinta yang kini ku rasa
Cinta ibarat asap yang mengepul dari nafas berhela
Andai terpuaskan, bara api menyala di mata para pencinta
Andai terintangi, samudera meluap oleh air mata mereka
Apalagi ini? kegilaan terselubung santun
Beruang dirantai, angsa cemerlang kini telah membubung terbang
Sampai nanti, sepupu
BENVOLIO.
Tunggu! Aku ikut denganmu
Jika kau meninggalkanku di sini, kau salah paham.
ROMEO.
Meninggalkanmu? Diriku telah hilang: apakan ini wajah yang dulu ku punya?
Ini bukan Romeo, dia berada di tempat lain
BENVOLIO.
Katakan padaku dalam dukamu, siapakah dia yang kau cinta?
ROMEO.
Untuk apa, haruskah aku meratap bercerita padamu?
BENVOLIO.
Meratap atau tidak, terserah padamu.
Kau bersedih, jadi katakan siapa yang mempersedihmu.
ROMEO.
Kau seperti menyuruh orang tua ringkih memahat nisan mereka
Dalam duka, sepupu, aku mencintai seorang wanita.
BENVOLIO.
Aku sudah tahu ketika aku menebakmu sedang jatuh cinta.
ROMEO.
Sungguh kau ahli penembak. Wanita yang kucinta sangatlah cantik.
BENVOLIO.
Target yang indah mudah untuk didapat.
ROMEO.
Kau kan meleset. Dia takkan terpanah oleh busur Cupid.
Dia tak akan tinggal untuk mendengar kata-kata manis rayuan.
Tidak pula menenggang dia yang sedang rindu.
BENVOLIO.
Apa dia telah bersumpah untuk tidak mencinta sama sekali?
ROMEO.
Kesia-siaan kecantikan takkan terlampaui
Sungguh suci,kecantikan dia
Menuju berkah dia buatku putus asa
Dia telah bersumpah untuk berhenti bercinta, dan dalam sumpah itu
Aku telah hidup dalam kematian untuk menceritakannya
BENVOLIO.
Dengarlah aku: Lupakanlah dia.
ROMEO.
Ajarkan ku untuk melupakannya!
BENVOLIO.
Berikan kebebasan pada matamu.
Pandanglah kecantikan lainnya.
ROMEO.
Itu adalah cara mengingatkanku bahwa dia jauh lebih cantik.
Sampai jumpa. Kau tak bisa ajarkan aku melupakannya.
BENVOLI O.
Aku jamin itu.
Meninggalkan Panggung

Bersambung ke act 1 scene 2

Friday, August 15, 2014


Karna, alias Radeya adalah nama Raja Angga dalam wiracarita Mahabharata. Ia menjadi pendukung utama pihak Korawa dalam perang besar melawan Pandawa. Karna merupakan kakak tertua dari tiga di antara lima Pandawa: Yudistira, Bimasena, dan Arjuna. Dalam bagian akhir perang besar tersebut, Karna diangkat sebagai panglima pihak Korawa, dan akhirnya gugur di tangan Arjuna. Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Karna menjunjung tinggi nilai-nilai kesatria. Meski angkuh, ia juga seorang dermawan yang murah hati, terutama kepada fakir miskin dan kaum brahmana. Mahabharata bagian pertama atau Adiparwa mengisahkan seorang putri bernama Kunti yang pada suatu hari ditugasi menjamu seorang pendeta tamu ayahnya, yaitu Resi Durwasa. Atas jamuan itu, Durwasa merasa senang dan menganugerahi Kunti sebuah ilmu kesaktian bernama Adityahredaya, semacam mantra untuk memanggil dewa dan mendapat anugerah putra darinya. Pada suatu hari, Kunti mencoba mantra tersebut setelah melakukan puja di pagi hari. Ia mencoba berkonsentrasi kepada Dewa Surya, dan sebagai akibatny, dewa penguasa matahari tersebut muncul untuk memberinya seorang putra, sebagaimana fungsi mantra yang diucapkan Kunti. Kunti menolak karena ia sebenarnya hanya ingin mencoba keampuhan Adityahredaya. Surya menyatakan dengan tegas bahwa Adityahredaya bukanlah mainan. Sebagai konsekuensinya, Kunti pun mengandung. Namun, Surya juga membantunya segera melahirkan bayi tersebut. Dalam perang bharatayudha, Karna berada di pihaka korawa dan gugur di tangan Arjuna. Dalam serial TV Mahabharat, tokoh Karna diperankan oleh Aham Sharma. Berikut merupakan lirik dari entry theme song atau lagu Karna dalam serial tersebut beserta terjemahan bahasa indonesianya. Lagu ini merupakan sebuah sloka yang ditulis dalam bahasa sansekerta.


Surya putra karnah..
Wahai Karna Sang Putera Dewa Surya
Parshuram shishyaha karnah..
Karna murid dari Parashurama

Suto va sut putro vayo
Tak mengapa daku  seorang kusir kereta, putera kusik kereta
Vakova bhavamyaham..
Atau siapapun daku tidaklah penting
Daiva yettam kule janm
Terlahir dari sebuah kasta adalah keputusan takdir
Madayettam tu paurusham
Namun kekuatan dan kemahsyuran ku gapai sendiri
Paurusham paurusham..

Karena kemampuan, karena kemampuan


Suto va sut putro vayo
Tak mengapa daku  seorang kusir kereta, putera kusik kereta
Vakova bhavamyaham..
Atau siapapun daku tidaklah penting
Daiva yettam kule janm
Terlahir dari sebuah kasta adalah keputusan takdir
Madayettam tu paurusham
Namun kekuatan dan kemahsyuran ku gapai sendiri
Paurusham paurusham..
Karena kemampuan, karena kemampuan

Tuesday, August 12, 2014



Postingan ini bermula ketika admin dimintai tolong untuk menerjemahkan sebuah sloka oleh seorang teman. yang admin kira ditulis dalam bahasa Hindi.  Karena tidak mengerti bahasa hindi jadilah admin juga meminta bantuan kepada seorang teman yang memiliki kenalan facebook orang-orang india, akan tetapi sayangnya merekapun tidak mengerti arti sloka tsb. Usut punya usut, ternyata sloka tersebut tertulis dalam bahasa Sansekerta dan merupakan entry theme song tokoh Arjuna dalam serial Mahabharat. Setelah browsing sana-sini dan tidak menemukan terjemahan sloka atau lagu yang berjudul Gandiv Dhaari Arjun itu, admin akhirnya mendownload sebuah kamus sanksrit-english dan menerjemahkannya sendiri. Karena sekarang lagi indonesia pada demam Serial Mahabharat, admin berinisiatif untuk memposting arti dari lagu Gandiv Dhaari Arjun tsb, kira-kira berikut terjemahannya,




Gandiv dhaari arjuna aa aa..
Pujian untuk Arjuna pemilik busur Gandiwa
Mahesvashaa dhananjaya aa aa..
Kepada Dhananjaya sang pemanah perkasa
Gandiv dhaari arjuna
Pujian untuk Arjuna pemilik busur Gandiwa
Mahesvashaa dhananjaya Aa aa..aa aa..aa aa..
Kepada Dhananjaya sang pemanah perkasa
Tato arjunaha Brit manaa bhabhurvah
Maka bergembiralah wahai Arjuna
Vightajwarah Krishanashchasatya
Sang teman sejati Krisna yang tak kenal putus asa
Vaghha sindhhtyovi
Sang pemilik samudera kerupawanan
Bhavita arjunha
Diberkatilah Arjuna
Gandiv dhaari arjuna aa aa..
Pujian untuk Arjuna pemilik busur Gandiwa
Mahesvashaa dhananjaya aa aa..
Kepada Dhananjaya sang pemanah perkasa
Gandiv dhaari arjuna
Pujian untuk Arjuna pemilik busur Gandiwa
Mahesvashaa dhananjay
Kepada Dhananjaya sang pemanah perkasa




Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers