Friday, October 21, 2011


ASPEK-ASPEK AJARAN ISLAM
Islam merupakan agama yang sangat diridhoi oleh Allah SWT. Para mujtahid membagi islam kedalam tiga (3) kerangka pokok yaitu: Aqidah, Syari’ah dan Akhlak.
  1. Aspek Aqidah
Dari segi bahasa, akidah berarti “Ikatan, kepercayaan, keyakinan atau iman.” Sementara itu, dari segi istilah, akidah atau iman adalah jika seseorang telah mengikrarkan dengan lisan, meyakini dalam hati, dn mengamalkan dengan perbuatan sehari-hari.
Akidah atau iman merupakan fundasi ajaran islam yang sifat ajarannya pasti, mutlaq kebenarannya, terperinci dan monoteistis. Ajaran intinya adalah meng_Esakan Tuhan (Tauhid). Oleh karena itu, ajaran akidah islam yang tauhis sangat menentang segala bentuk kemusyrikan.
Pembahasan pokok akidah Islam berkisar pada akidah yang terumuskan dalam rukun iman yang enam, yaitu; iman kepada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, Hari akhir dan Qadar baik dan kadar buruk.
Akidah adalah sesuatu yang dianut oleh manusia dan diyakininya baik berwujud agama dan yang lainnya.
Aqidah (kepercayaan) itu adalah sesuatu hal yang pertama-tama yang diserahkan oleh Rasulullah dan yang dituntutnya dari manusia untuk dipercayai dalam tahapan pertama daripada tahapan-tahapan dakwah Islamiyah dan yang merupakan pada seruan setiap Rasul yang diutus oleh Allah swt. Aqidah secara etimologi berarti ikatan atau sangkutan. Dan secara terminologi berarti creedo, creed yaitu keyakinan hidup. Iman dalam arti yang khusus, yakni pengikraran yang bertolak dari hati. Bentuk jamaknua ‘aqaid atau ma’rifat, ilmu ushuluddin, ilmu kalam, ilmu hakikat dan ilmu tauhid.
Sayid Sabiq mengemukakan bahwa pengertian keimanan atau aqidah itu tersusun dari enam perkara yaitu:

1.      Ma’rifat kepada Allah
2.      Ma’rifat dengan Alam yang ada dibalik alam semesta ini.
3.      Ma’rifat dengan kitab-kitab Allah
4.      Ma’rifat dengan Nabi-nabi serta Rasul-rasul Allah.
5.      Ma’rifat dengan hari akhir.
6.      Ma’rifat dengan takdir

Qs. Al-Anfal: 2-4
$yJ¯RÎ) šcqãZÏB÷sßJø9$# tûïÏ%©!$# #sŒÎ) tÏ.èŒ ª!$# ôMn=Å_ur öNåkæ5qè=è% #sŒÎ)ur ôMu‹Î=è? öNÍköŽn=tã ¼çmçG»tƒ#uä öNåkøEyŠ#y— $YZ»yJƒÎ) 4’n?tãur óOÎgÎn/u‘ tbqè=©.uqtGtƒ ÇËÈ šúïÏ%©!$# šcqßJ‹É)ムno4qn=¢Á9$# $£JÏBur öNßg»uZø%y—u‘ tbqà)ÏÿZムÇÌÈ y7Í´¯»s9'ré& ãNèd tbqãZÏB÷sßJø9$# $y)ym 4 öNçl°; ìM»y_u‘yŠ y‰YÏã óOÎgÎn/u‘ ×otÏÿøótBur ×-ø—Í‘ur ÒOƒÌŸ2 ÇÍÈ
[1]“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”.    
  Akidah dalam Islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, ucapan denagn lisan dalam bentuk dua kalimah syahadat, diwujudkan dalam perbuatan dengan amal shaleh. Akidah dalam Islam harus berpengaruh pada segala aktivitas yangt dilakukan oleh menusia. Sehingga aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akidah dalam Islam tidak hanya sekedar keyakinan dalam hati, melainkan tahap lanjutan yang akna menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku, serta berbuat yang pada akhirnya akan menghasilkan amal shaleh.
  1. Aspek Syariah
Dari segi bahasa, syariah berarti “jalan yang harus dilalui”. Adapun menurut istilah, syariah berarti”ketentuan hokum Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan flora dan fauna dan alam lainnya.”
Syariah dapat dibagi menjadi beberapa bidang, yaitu:
Ibadah; aturan tentang hubungan manusia dengan Allah. Ibadah ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a.       Ibadah Muhdhah, yaitu aturan-aturan tentang tata cara hubungan manusia dengan Allah; seperti yang tercantum atau terumuskan dalam rukun islam yang kelima.
b.      Ibadah Ghairu Mahdhah, yaitu segala perkataan dan perbuatan yang baik menurut agama, yang dilakukan untuk mencari keridaan Allah; seperti melakukan ta’ziyah, menjenguk orang sakit, dan lain-lain.
Aspek ibadah terdiri dari dua jenis yaitu ibadah dalam pengertian umum dan ibadah dalam pengertian khusus. Ibadah dalam pengertian umum yakni  semua amalan yang diizinkan oleh Allah dan yangn tidak ditetapkan secara terperinci mengenai keharusan mengerjakannya. Sedangkan ibadah dalam arti khusus yakni apa-apa yang telah ditetapkan Allah secara terperinci baik tingkat maupun kaifiyat atau dalam cara-cara tertentu.
Sesuai dengan fungsi, tujuan dan nilai yang terkandung dalam peribadatan dapat diketahui tiga macam bentuk ibadah yaitu
v  Ibadah syahsiyah adalah ibadah perorangan dalam rangka pembentukan watak yang formil yakni kepribadian muslim, seperti ibadah shalat dan syahadat.
v  Ibadah ijtima’iyah syaltout yaitu ibadah kemasyarakatan yang bernilai amaliyah social untuk membentuk rasa tanggung jawab sosial, seperti zakat dan puasa.
v  Ibadah siyasah adalah ibadah yang secara tidak  langsung terkandung aspek politis biasanya berupa ibadah haji untuk membina persatuan dan kesatuan umat.
Mu’amalah yaitu aturan tentang hubungan manusia dengan manusia dalam rangka memenuhi kepentingan dan kebutuhan hidupnya, baik yang primer maupun yang sekunder. Contohnya, ialah berdagang, perkawinan;termasuk masalah hukum pidana dan hokum tata Negara.
Syariat adalah peraturan-peraturan yang diciptakan Allah atau yang diciptakan pokok-pokoknya di dalam berhubungan dengan Tuhannya, dengan saudara sesama muslim, dengan saudara sesama manusia, dengan alam dan hubungannya dengan kehidupan.
Cara untuk mengadakan hubungan tersebut adalah:
a.       Cara manusia berhubungan dengan Tuhan
b.      Cara manusia berhubungan dengan sesama muslim
c.       Cara manusia berhubungan dengan saudara sesama manusia
d.      Cara manusia berhubungan dengan alam
e.       Cara manusia berhubungan dengan kehidupan.

Syari’ah pada asalnya bermakna “jalan yang lempeng”
Pengertian syari’ah yang sering dipakai dikalangan para ahli hukum, ialah:


“Hukum-hukum yang diciptakan oleh Allah SWT untuk segala hambaNya agar mereka itu mengamalkannya untuk kebahagiaan dunia akhirat, baik hukum-hukum itu bertalian dengan perbuatan, aqidah dan akhlak”.
Para ahli fiqh memakai kata syari’ah ini sebagai nama bagi hukum yang ditetapkan Allah untuk para hambaNya dengan perantaraan Rasulullah supaya para hambaNya tersebut melaksanakannya dengan dasar iman yang hukum tersebut mencakup seluruh kehidupan manusia.
Syari’ah berasal dari wahyu Allah yang dituangkan dalam al-Quran dan al-Hadits, diwajibkan untuk ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya, apabila manusia ingin hidup bahagia dan tenteram baik di dunia dan di akhirat maka Allah berfirman
Syari’ah juga merupakan tata ketentuan yang telah mengatur dengan sebaik-baiknya bagaimana seorang muslim melakukan kewajibannya terhadap Allah secara vertikal dan bagaimana pula seorang muslim mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya secara horizontal terhadap sesama makhluk Allah.
Syari’ah berpusat pada dua segi kehidupan  yang cukup mendasar yaitu aspek ibadah dan muamalah.
  1. Aspek Akhlak
Dari segi bahasa akhlak berarti “perbuatan spontan.” Adapun menurut istilah, akhlak berarti perilaku lahir dan bathin yang dapat membedakan perilaku yang terpuji dan tercela, antara yang salah dan yang benar, antar yang patut dan yang tidak patut; dan antara yang baik dan yang buruk.
Sifat ajaran islam adalah universal, eternal, dan absolute. Akhlak ini merupakan tujuan pokok dalam dakwah islam.


Akhlak benar menurut islam adalah akhlak yang dilandasi iman yang benar. Dalam islam, ketiga pokok ajaran islam tersebut adalah iman, islam dan ikhtisan (akhlak), merupakan satu kesatuan yang tidak dapaty dipisahkan, yang tujuan intinya adalah menjadikan manusia muslim sebagai sumber kebajikan dalam masyrakat.
Secara garis besar, akhlak islam mencakup;
  1. Akhlak manusia kepada Allah
  2. Akhlak manusia kepada diri sendiri
  3. Akhlak manusia kepada sesama manusia
  4. Akhlak manusia kepada alam fauna, flora dan benda-benda.
Masalah-masalah pokok yang menyangkut akhlak, menurut al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin ialah:
1)      Hikmah yakni kemampuan jiwa untuk membedakan yang benar dari yang salah dalam segala perbuatan yang ada di bawah kekuasaan manusia.
2)      Keadilan yakni kemampuan jiwa untuk mengendalikan daya (kekuatan), marah, dan daya nafsu serta mendorongnya kepada tuntunan hikmah dengan membatsi gerak-geriknya.
3)      Syaja’ah yakni keadaan daya gadlah yang tunduk dan taat kepada akal dalam semua gerak maju dan mundurnya.
4)      Iffah  yakni keadaan daya nafsu terpimpin dan terdidik dengan pendidikan dan pimpinan akal dan agama.

ASPEK POLITIK DALAM ISLAM

Politik dalam Islam
Politik dalam Islam menjurus kegiatan umat kepada usaha untuk mendukung dan melaksanakan syariat bertujuan untuk menyimpulkan segala sudut Islam yang syumul melalui satu institusi yang mempunyai sahsiah untuk menerajui dan melaksanakan undang-undang. Pengertian ini bertepatan dengan firman Allah:
@è%ur Éb>§‘ ÓÍ_ù=Åz÷Šr& Ÿ@yzô‰ãB 5-ô‰Ï¹ ÓÍ_ô_̍÷zr&ur yltøƒèC 5-ô‰Ï¹ @yèô_$#ur ’Ík< `ÏB y7Rà$©! $YZ»sÜù=ß™ #ZŽÅÁ¯R ÇÑÉÈ
80.  Dan Katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah Aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) Aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong (Al-Israa-80).
Maksudnya: memohon kepada Allah supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai daripadanya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusakkan pahala. ayat Ini juga mengisyaratkan kepada nabi supaya berhijrah dari Mekah ke Madinah. dan ada juga yang menafsirkan: memohon kepada Allah s.w.t. supaya kita memasuki kubur dengan baik dan keluar daripadanya waktu hari-hari berbangkit dengan baik pula.
Asas-asas Sistem Politik Islam
        1. Hakimiyyah Ilahiyyah
Hakimiyyah atau memberikan kuasa pengadilan dan kedaulatan hukum tertinggi dalam sistem politik Islam hanyalah hak mutlak Allah.
uqèdur ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ( çms9 ߉ôJptø:$# ’Îû 4’n<rW{$# ÍotÅzFy$#ur ( ã&s!ur ãNõ3çtø:$# Ïmø‹s9Î)ur tbqãèy_öè? ÇÐÉÈ
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Qasas: 70)

Maksudnya: Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu dan ketentuan-ketentuan itu pasti berlaku dan dia pulalah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak.
2. Risalah
Risalah bererti bahwa kerasulan beberapa orang lelaki di kalangan manusia sejak Nabi Adam hingga kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah suatu asas yang penting dalam sistem politik Islam.
Melalui landasan risalah inilah maka para rasul mewakili kekuasaan tertinggi Allah dalam bidang perundangan dalam kehidupan manusia.
Para rasul meyampaikan, mentafsir dan menterjemahkan segala wahyu Allah dengan ucapan dan perbuatan.
Dalam sistem politik Islam, Allah telah memerintahkan agar manusia menerima segala perintah dan larangan Rasulullah s.a.w. Manusia diwajibkan tunduk kepada perintah-oerintah Rasulullah s.a.w dan tidak mengambil selain daripada Rasulullah s.a.w untuk menjadi hakim dalam segala perselisihan yang terjadi di antara mereka. Firman Allah:
!$¨B uä!$sùr& ª!$# 4’n?tã ¾Ï&Î!qß™u‘ ô`ÏB È@÷dr& 3“tà)ø9$# ¬Tsù ÉAqß™§=Ï9ur “Ï%Î!ur 4’n1öà)ø9$# 4’yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur Èûøó$#ur È@‹Î6¡¡9$# ö’s1 Ÿw tbqä3tƒ P's!rߊ tû÷üt/ Ïä!$uŠÏYøîF{$# öNä3ZÏB 4 !$tBur ãNä39s?#uä ãAqß™§9$# çnrä‹ã‚sù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߉ƒÏ‰x© É>$s)Ïèø9$# ÇÐÈ
7.  Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka
tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. Al-Hasyr. 70
Ÿxsù y7În/u‘ur Ÿw šcqãYÏB÷sム4Ó®Lym x8qßJÅj3ysム$yJŠÏù tyfx© óOßgoY÷t/ §NèO Ÿw (#r߉Ågs† þ’Îû öNÎhÅ¡àÿRr& %[`tym $£JÏiB |MøŠŸÒs% (#qßJÏk=|¡ç„ur $VJŠÎ=ó¡n@ ÇÏÎÈ
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa’: 65)
3. Khilafah
Khilafah bererti perwakilan. Kedudukan manusia di atas muka bumi ini adlah sebagai wakil Allah. Oleh itu, dengan kekuasaanyang telah diamanahkan ini, maka manusia hendaklah melaksanakan undang-undang Allah dalam batas yang ditetapkan. Di atas landasan ini, maka manusia bukanlah penguasa atau pemilik tetapi hanyalah khalifah atau  wakil Allah yang menjadi Pemilik yang sebenar.
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus: 14)
Seseorang khalifah hanya menjadi khalifah yang sah selama mana ia benar-benar mengikuti hukum-hukum Allah. Ia menuntun agar tugas khalifah dipegang oleh orang-orang yang memenuhi syarat-syarat berikut:
·         Terdiri daripada orang-orang yang benar-benar boleh menerima dan mendukung prinsip=prinsip tanggngjawab yang terangkum dalam pengertian kkhilafah

·         Tidak terdiri daripada orang-orang zalim, fasiq, fajir dan lalai terhadap Allah serta bertindak melanggar batas-batas yang ditetapkan olehNya
·         Terdiri daripada orang-orang yang berilmu, berakal sihat, memiliki kecerdasan, kearifan serta kemampuan intelek dan fizikal
·         Terdiri daripada orang-orang yang amanah sehingga dapt dipikulkan tanggungjawab kepada mereka dengan yakin  dan tanpa keraguan
Prinsip-prinsip Utama Sistem Politik Islam
a)      Musyawarah
b)      Keadilan
c)      Kebebasan
d)     Persamaan
e)      Hak menghisab pihak pemerintah
Di bawah ini adalah tips melaksanakan 9 jenis tarbiyah yang digali Ibnu Qayyim rangkuman Dr Hasan al-Hijazy itu.

ASPEK PENDIDIKAN
1. Tarbiyah Imaniyah (mendidik iman)
Ada tiga sarana (wasilah) untuk mendidik iman.

Pertama, selalu mentadabburi (mengamati, mempelajari, menghayati) tanda-tanda kekuasaan Allah serta keluasan rahmat dan hikmah perbuatan-Nya. Tadabbur itu bisa dilakukan dengan penglihatan biasa, bisa pula dengan penalaran akal sehat, dengan mentadabbur kekuasaan Allah, hasil-hasil ciptaan-Nya, gejala-gejala alam, kesempurnaan penciptaan manusia, juga ayat-ayat al-Qur'an.
Kedua, selalu mengingat kematian yang penuh kepastian.




Ketiga, mendalami fungsi semua jenis ibadah sebagai salah satu cara mendidik iman. Caranya antara lain:
·        Banyak mengerjakan amal shalih yang sendi utamanya adalah keikhlasan
·        Memperbanyak doa dan harapan kepada Allah semata;
·        Menghindari riya' dalam berkata dan bertindak;
·        Melanggengkan rasa syukur dalam keadaan apapun.

2. Tarbiyah Ruhiyah (mendidik ruhani)
Ibnu Qayyim mencatat 7 cara melakukan tarbiyah ruhiyah, yaitu: memperdalam iman kepada hal-hal (ghaib) yang dikabarkan Allah seperti azab kubur, alam barzakh, akhirat, hari perhitungan; memperbanyak dzikir dan shalat; melakukan introspeksi diri setiap hari sebelum tidur; mentadabburi makhluk Allah yang banyak menyimpan bukti-bukti kekuasaan, ketauhidan, dan kesempurnaan sifat Allah; serta mengagungkan, menghormati, dan mengindahkan seluruh perintah dan larangan Allah.

3. Tarbiyah Fikriyah (mendidik pikiran)
Kegiatan tafakkur (merenung/berkontemplasi) menurut Ibnu Qayyim adalah menyingkap beberapa perkara dan membedakan tingkatannya dalam timbangan kebaikan dan keburukan. Dengan tafakkur, seseorang bisa membedakan antara yang hina dan yang mulia, dan antara yang lebih buruk dari yang buruk. Kata Imam Syafi'i, "Minta tolonglah atas pembicaraanmu dengan diam dan atas analisamu dengan tafakkur." Ibnu Qayyim mengomentari kalimat itu dengan berkata, "Yang demikian itu dikarenakan tafakkur adalah amalan hati, dan ibadah adalah amalan jawarih (fisik), sedang kedudukan hati itu lebih mulia daripada jawarih, maka amal hati lebih mulia daripada amal jawarih.

4. Tarbiyah 'Athifiyah (mendidik perasaan)
Naluri (insting), kesedihan, kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dan cinta merupakan perasaan-perasaan utama yang selalu mendera manusia. Sedangkan cinta adalah perasaan yang bisa menjadi motivasi paling kuat untuk menggerakkan manusia melakukan apapun.




5. Tarbiyah Khuluqiyah (mendidik akhlaq)
Misi utama Rasulullah di muka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Contoh-contoh utama akhlaq mulia yang diharapkan dari seorang Muslim adalah sabar, keberanian, al-itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), bersyukur, jujur, dan amanah.
Cara mendidikkan aklaq yang mulia itu bisa dilakukan dengan:
§         menjauhkan hati dari iktikad dan kecintaan kepada segala hal yang bathil;
§         mengaktifkan dan menyertakan seseorang dalam perbuatan baik;
§         memberi gambaran yang buruk tentang akhlaq tercela;
§         menunjukkan bukti-bukti nyata sebagai buah dari akhlaq yang mulia.

6. Tarbiyah Ijtimaiyah (mendidik bermasyarakat)
Pendidikan kemasyarakatan yang baik adalah yang selalu memperhatikan perasaan orang lain. Seorang Muslim dalam masyarakat tidak dibenarkan menyakiti saudaranya. Bahkan Ibnu Qayyim berpendapat, tidak cukup hanya tidak menyakiti perasaan, seorang Muslim harus mampu membahagiakan dan menyenangkan hati saudara-saudara di sekitarnya.

7. Tarbiyah Iradiyah (mendidik cita-cita)
Tarbiyah iradiyah berfungsi mendidik setiap Muslim untuk memiliki kecintaan terhadap sesuatu yang dicita-citakan, tegar menanggung derita di jalannya, sabar dalam menempuhnya mengingat hasil yang kelak akan diraihnya serta melatih jiwa dengan kesungguhan dalam beramal. Tanda-tanda iradah yang sehat adalah kegelisahan hati dalam mencari keridhaan Allah dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya. Seseorang yang iradah-nya sehat juga akan bersedih karena menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak diridhai Allah. Sedangkan iradah yang rusak akan lahir dalam bentuk penyakit ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang berlawanan dengan syari'ah Allah.

8. Tarbiyah Badaniyah (mendidik jasmani)
Seorang Muslim harus secara terprogram memperhatikan unsur badan, menjaganya dan memenuhi hak-haknya secara sempurna.



Perhatian yang demikian akan mengantarkan seseorang pada ketaatan penuh dan kesempurnaan dalam menjalankan semua yang diwajibkan Allah kepadanya. Tarbiyah badaniyah ini meliputi: pembinaan badan di waktu sehat; pengobatan di waktu sakit; pemenuhan kebutuhan gizi; serta olah raga (tarbiyah riyadhah).

9. Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks)
Tarbiyah jinsiyah diantaranya bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
§         Memperbanyak pembicaraan tentang bahaya-bahaya zina dan berbagai kerusakan yang ditumbulkannya, termasuk ancaman terhadap dosa zina;
§         Menyebarluaskan peringatan dan penjelasan tentang bahaya serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan perilaku homoseksual;
§         Menyatakan perang terhadap semua bentuk nafsu dan keinginan yang buruk;
§         Memperbanyak ibadah sunnah;
§         Melarang anak-anak bergaul dengan teman yang buruk akhlaqnya;
§         Melarang anak-anak dengan untuk mendekati khamr (minuman keras);
§         Melindungi anak dari penyimpangan fitrah kelaminnya.

ASPEK PERGAULAN

TATACARA PERGAULAN DALAM ISLAM

PANDANGAN ISLAM MENGENAI PERGAULAN
Manusia tertakluk untuk memelihara dua bentuk hubungan iaitu hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminannas).
Secara fitrahnya, manusia tidak boleh hidup keseorangan , seperti mana Adam a.s yang minta dijadikan teman iaitu Hawa meskipun telah dilimpahi dengan pelbagai kenikmatan dan kesenangan di syurga. Kita saling memerlukan antara satu sama lain dan saling bergantungan untuk meneruskan survival kehidupan.
Dalam Islam, konteks pergaulan adalah cukup luas dan mencakupi segenap aktiviti harian kita seperti dalam urusan jual beli, kerja,belajar,perubatan,penyaksian di mahkamah dan sebagainya.
Kita digalakkan untuk saling mengenali antara satu-sama lain dan ini amat bertepatan dengan firman Allah SWT di dalam Surah Al-Hujurat : ayat 13 yang berbunyi ;
$pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ
Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan Yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang Yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan Yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuannya (akan keadaan dan amalan kamu).
PERGAULAN ANTARA LELAKI DAN WANITA YANG BUKAN MUHRIM
Sekiranya pergaulan itu berasaskan kepada tujuan mendesak ataupun keperluan, maka ianya dibolehkan. Walau bagaimanapun, dalam masa yang sama, perlu menjaga batas-batas pergaulan sebagaimana yang telah digariskan Islam.
Pandangan yang diberikan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi  di dalam Fatawa Muasyirah, Jilid 2 menyebutkan :
”Pada prinsipnya, perhubungan di antara lelaki dna wanita tidaklah ditolak secara total, malahan dibolehkan selagi mana ia bermatlamatkan kebaikan dan atas perkara-perkara yang dibenarkan syarak.. Dan wajib patuhi kehendak dan ajaran Islam serta prihatin tentang akhlak dan adab”.











Wednesday, October 19, 2011

DRAMA
Karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog u/ dipentaskan di atas panggung, di hadapan penonton o/ aktor2
Ciri2 drama: dialog, dipentaskan (ada tindakan), penonton (paling penting dlm drama), actor
Drama means naskah/pertunjukan
Closet drama: drama yg tidak bisa dipentaskan dan hanya berupa naskah saja,karena:
- closet means kamar/ruangan yg berukuran kecil
- dlm pembuatan&penggadaan naskah drama dilakukan scr manual shgga harganya mahal maka hanya dibacakan dalam kelompok2 kecil saja
- keterbatasan teknologi saat itu shg tdk bsa menghadirkan setting yg bgus
STRUKTUR DRAMA
Digambarkan dgn piramida yg pya 5 tahap yg dsbut FREYTAG’S PYRAMID
INTRODUCTION, COMPLICATION, KLIMAKS, FALLING ACTION, CATASTROPE
1. INTRODUCTION
Fokus: memberi informasi2 penting u/ menciptakan suasana dan pd umumnya drama tidak dimulai dgn introduction tpi diawali ditengah2 kejadian, contoh:
Drama Shakespeare “HAMLET”
- awal pementasan (tdk pd bag awal tp ditengah2) setting tempat di dpn kerajaan, setting waktu sgt mencekam, dialog ttg adanya arwah gentayangan yg mirip raja&cerita ini sampe ke telinga hamlet
- informasi tersebut menciptakan rangkaian cerita selanjutnya mllui dialog tsb
2. COMPLICATION
Mrpk rangkaian konflik yg digerakkan o/ suatu kekuatan yg dsbut EXITING FORCE yg make seseorang melakukan tindakan
3. KLIMAKS
- bag ini tjdi ketika konflik2 tsb mencapai puncak yg tertinggi yg dsbut TURNING POINT (titik balik) yaitu titik yg merubah segalanya
- SOLILOQUY: pikiran yg diucapkan dlm drama yg tdk bisa didengarkan orang lain, contoh: TO BE OR NOT TO BE
• mengada/ tidak, menjadi/ tidak, melakukan/ tidak, ini menjadi ciri khas HAMLET yaitu pertentangan hati/ dilemma/ keragu-raguan
4. FALLING ACTION
Bag yg digerakkan o/ tragic force/ kekuatan tragis yg m’arahkan tokoh kedlm masalah/keterpurukan
5. CATASTROPHE
- malapetaka, kumpulan kegagalan, masalah, musibah2
- ciri: tokoh utama menjelaskan semua y terjadi sblum tokoh tsb meninggal(in tragic drama)
KONVENSI DRAMA
- suatu perjanjian/ kesepakatan yg tdk tertulis
- kebiasaan2 yg dilakukan o/ penulisyg kemudian diikuti penulis drama yg lain shg menjadi kesepakatan
- kesepakatan yg ada tidak harus diikuti krna penulis dpt menciptakan kesepakatan yg baru
- hal2 yg sering muncul pd kesepakatan drama YUNANI KLASIK a.l:
1. ACT (babak)
- pembagiannya jelas, ada 5 babak jika mengikuti FREYTAG’S PYRAMID
- pd abad 19, jmlh babak mjdi 4 yaitu 1,2,3, 4+5
- pd abad 20, jmlh babak njdi 3 yaitu, 1+2, 3, 4+5
2. SCENE (adegan)
- Pembagiannya tidak jelas, membagi berdasar tata panggung, artinya jika ada tokoh penting muncul di panggung berarti awal scene baru, if tokh tsbut menghilang berarti akhir dri acene
3. PROLOG
- Semacam kata pembuka/perkenalan, pada drama YUNANI KLASIK, ada orang yg akan bercerita ttg adegan2 yg akan terjadi sebelum layar terbuka
4. EPILOG
- Pidato/kata penutup, tirai ditutup, seseorang yg akan menyampaikan prolog akan muncul kembali&say thanks
- Karena factor buta huruf para penonton maka hal ini sangat berguna
5. ASIDE
- melihat kea rah samping, tujuannya menyampaikan hal yg akan terjadi kpd para penonton dgn suara keras
- hal ini dilakukan karena pementasan dilakukan di atas panggung yg tfk bias diketahui seperti ketika membaca novel
6. SOLILOQUI
- pikiran yg diucapkan dalam drama yg tidak bias didengarkan orang lain, tokohnya muncul sendirian
7. CHORUS
- informasi ttg apa yg akan muncul berikutnya yg dikemas dlm bentk nyanyian&tarian o/ sekelompok penyanyi/penari, yg berfungsi sbgai hiburan
JENIS-JENIS DRAMA
1. MYSTERY FLAT
- suatu drama keagamaan yg didasarkan pd sejarah kitab suci
- berawal dari gereja, kemudian berkembang mjdi drama keagamaan yg dipentaskan berkeliling di luar gereja dgn gerobak2 sbgai panggungnya dan pemainnya sudah mulai profesional
2. MIRACLE FLAT
- focus pd keajaiban2 yg dimiliki orang2/ benda2 yg dianggap suci
3. MORALITY FLAT
- Bersifat mendidik moral agar jiwa manusia selamat
4. INTERLUDE FLAT
- drama pendek yg muncul sekitar abad 15 yg dimainkan o/ 2 ato 3 pemain dgn topic yg ringan
- durasi pendek dan pemain terbatas, sering dimainkan dalam pesta2
5. VOGUE DRAMA
- drama rakyat jelata, dimainkan setelah panen raya dgn topic yg berhubungan dgn rakyat jelata
6. HEROIC DRAMA
- mempunyai ciri berupa tontonan yang luar biasa, konflik sering berlebih2 an
7. MELODRAMA
- berdasar pd plot yg roman, tujuannya u/ mengaduk-aduk emosi penonton, scra literal MELOS berarti nyanyian “a play with music” jg dsbut opera
8. TRAGEDY DRAMA
- Drama yg mengungkapkan kembal peristiwa yg penting dan saling berhubungan yg terjadi dlm kehidupan seorang tokoh penting
- targedi: nyanyian kambing, merefleksikan upacara kematian&kebangkitan kembai yg bersifat DIONYSION dmn kambing tsbut dijadikan binatang persembahan
- DIONYSION, dewa YUNANI yg menguasai anggur
- Tujuan tragedy menurut ARISTOTEL: u/ menumbuhkan rasa kasihan&ketakutan dalam diri penonton shgga mengalami CHATARSIS dri emosi tsbut, yaitu pensucian kembali
UNSUR-UNSUR DRAMA
1. TRAGIC HERO
- pd dasarnya bersifat baik, mampu membela diri, mencerminkan sifat manusia, missal ODYPUS REX ketika membunuh ayahnya&tdk tahu klo org tsb ayahnya
2. TRAGIC FLAW
- Kesalahan personality yg membawa tragic hero kearah kejatuhan, dsbut jga Hamartia
a. hubris, sifat terlalu percaya diri dan akhirnya make mistake
b. ambisi yg luar biasa, ex:pda tokoh Machbat
c. keraguan yg luar biasa, ex:pda tokoh Hamlet
d. rasa cemburu yg tidak dikontrol, ex:pda tokoh Otelo
3. TRAGIC ACTION
- tindakan tragis yg dilakukan o/ tragic hero g\dgn maksud baik tpi ternyata mengantarnya kea rah kesalahan
4. TRAGIC IRONI
- apa yg tampak berada dgn kenyataanya
5. TRAGIC RYTHEM
a. itikad, membawa kearah kehancuran
b. penderitaan, akan mengalami penderitaan sbgai balasan atas perbuatannya
c. pemahaman, kehendak tuhan tidak dpat dihindari o/ tragic hero
COMEDY DRAMA
- unsur2: membuat aneh sesuatu yg umum/ dibuat menyimpang, ex: mlalui tampilan fisik, penggunaan kata
- harus sesuai dgn selera/ kondisi penonton
a. High Comedy
- mempunyai tema ttu yg akan disampaikan dlm suatu cerita
- tdak berbau pornografi, lebih verbal dgn permainan kata2, sulit dicerna shgga tdak memancing tawa
b. Low Comedy
- tdak mempunyai tema ttu u/ suatu tampilan, tdak ada nalar, sangat kasar, tdpat kontak fisik, ekploitasi fisik
- TRAGEDY: peristiwa yg terjadi sangat serius dan berkahir tragis, tokohnya mempunyai kualitas ungul, penontonnya cenderung mengagumi tragic hero, tujuannya u/ katarsis
- COMEDY: peristiwa yg terjadi ringan dan lucu, berakhir dgn happy, tokohnya cenderung orang biasa, penonton cenderung menertawakan/memandang rendah karena tidak mempunyai kualitas unggul, tujuannyas u/ memancing tawa

http://kerendalan.blogspot.com/2008/12/peng-pengk-kesusastraan-inggris.html

The Yellow Wallpaper

Written by: Charlotte Perkins Gilman
Translated and edited into Indonesian by:
Rendi Afriadi
Muhammad Ridwan
Jarang sekali orang-orang  seperti Aku dan John berdiam di rumah tua peninggalan keluarga di musim panas. Sebuah rumah besar bergaya kolonial, warisan keluarga, menurutku rumah itu berhantu dan memberikan suasana romantis – tetapi itu terlalu berlebihan.
Dengan yakin ku katakan ada  sesuatu yang aneh dengan rumah itu. Lagipula, mengapa rumahnya dibiarkan begitu saja dan lama tidak disewakan.
John mentertawakanku, tentu saja,  dengan tawa yang diinginkan orang-orang dalam pernikahan mereka.
John sangat menyukai hal-hal yang menantang. Ia tidak mempercayai, hal-hal yang berbau mistis seperti takhayul, Ia selalu  mengejek secara terang terangan semua pembicaraan yang menyangkut hal-hal yang tidak masuk akal.
John adalah seorang dokter. Mungkin… (Aku takkan mengatakannya terang-terangan, ini hanya ada di kertas dan fikiranku)… Mungkin, itulah alasannya mengapa aku tidak sembuh-sembuh.
Tahukah kau, dia tidak percaya kalau aku sakit!
Terus, apa yang bisa kuperbuat?
Seandainya seorang dokter yang berkedudukan tinggi , yang adalah suaminya sendiri, meyakinkan kerabat dan rekan kerjanya bahwa  tidak ada yang salah denagn orang tersebut kecuali kegalauan yang teramat sangat – sehingga sering memperbesarkan masalah yang kecil –  Apa yang harus Ia lakukan?
Saudara laki-lakiku juga seorang dokter, yang juga berkedududkan tinggi seperti john, dan Ia juga selalu mengucapkan hal yang sama.
Aku diharuskan meminum fosfat atau fosfit- Apalah itu namanya, dan tonik, berjalan-jalan menghirup udara segar serta latihan fisik, dan tentu saja aku dilarang melakukan pekerjaan yang berat sampai aku sembuh total.
Sebenarnya, Aku tidak setuju dengan ide mereka.
Jujur, ku yakin pekerjaan kusuka akan  membuatku lebih baik.
Tapi yang mana yang bisa kupilih?
 Akhirnya ku pilih untuk menulis daripada melakukan hal yang mereka ingini, tetapi menulis menguras seluruh tenagaku hingga ku ambil keputusan – untuk lebih berpandai-pandai mengatur waktuku, sehingga ku tetap bisa menulis tetapi tidak merasakan capek.
Terkadang ku berhayal bagaimana jika sekiranya keadaanku tidak terlalu sibuk dan membaur dengan masyarakat dan menyemangati mereka. Tapi kata John, membayangkan / memikirkan keadaanku adalah hal terburuk yang bisa kulakukan dan ku akui itu memang benar.
Akan ku lupakan hal-hal itu dan mulai membicarakan rumah ini.
Tempat yang sangat indah! Tenang, berada di belakang jalan, dengan jarak kira kira 3 mil dari pedesaaan. Tempat ini kelihatan seperti tempat-tempat yang ada di Inggris seperti yang sering kau baca, disetiap sisi dipenuhi tanaman pagar tembok dan gerbang yang terkunci, dan beberapa rumah kecil yang terpisah-pisah untuk para tukang kebun dan pembantu.
Kebun yang sangat Indah! Aku belum pernah melihat kebun yang seperti ini  - luas dan teduh – dipenuhi jalan setapak yang berbatu, dan dipagari pondok-pondok kecil yang beratapkan anggur-anggur dengan tempat duduk di bawahnya.
Juga ada banyak rumah kaca, tapi, semuanya sudah rusak. Aku yakin rusaknya rumah itu berhubungan dengan masalah hukum, mungkin saja berkaitan dengan masalah warisan. Lagipula, tempat ini sudah tidak dihuni selama bertahun-tahun.
Kesemua hal itu perlahan menakutiku, Akupun takut, tapi ku tak peduli. Ada yang aneh dengan rumah ini – ku bisa merasakannya.
Disuatu malam aku pernah mengatakannya pada John, tapi katanya itu hanya perasaanku saja.
Terkadang aku marah tanpa alasan kepada John. Aku  yakin ku tak pernah sesensitif ini sebelumnya. Kurasa ini disebabkan oleh kondisiku yang tengah galau.
Kata John, sekiranya hal itu memang benar itupun disebabkan karena aku yang tidak bisa mengendalikan diriku dengan baik, makanya aku menyakiti diriku sendiri – setidaknya di depannya, itu membuatku muak.
Aku kurang suka dengan kamar kami. Ku ingin kamar yang ada di lantai bawah yang terbuka di piazza dengan bunga mawar yang merambati jendelanya serta tirai usang yang masih cantik, tapi john tidak mengindahkannya.
Katanya di situ hanya ada satu jendela dan satu tempat tidur apalagi tidak ada kamar lain yang dekat jika sekiranya ia ingin mengambil kamar lain.
John sangat telaten dan penyayang, dan jarang sekali Ia mengaturku dengan hardikan.
Setiap hari aku harus meminum obat di setiap jamnya, Ia merawatku dengan sangat baik, makanya aku merasa seperti orang yang tidak tahu terimakasih jika masih terus memprotesnya.
Kata John Kami datang kesini semata-mata hanya untuk kesembuhanku, aku mesti istirahat total dan menghirup udara segar sesering mungkin. “Kesembuhanmu tergantung pada kekuatanmu sayang,” katanya “kau makan memang tergantung pada seleramu, tapi kau bisa menghirup udara segar kapanpun kau mau, makanya kita menempati kamar anak-anak yang ada di lantai atas.”
Kamarnya besar dan banyak udara serta sinar matahari yang masuk. Pertama, ruangan ini digunakan sebagai kamar anak-anak, kemudian tempat bermain dan ruang olahraga, karena jendelanya diberikan penghalang untuk anak kecil. Dan juga ada ring dan peralatan olahraga lainnya di kamar itu.
Sedangkan lukisan gambar yang ada disana menyiratkan kalau ruangan ini pernah digunakan sebagai taman bermain anak-anak.
Kertas gambarnya yang mengelupas menempel di kepala ranjangku, kira-kira setinggi jangkauan tanganku, dan juga disisi lain ruangan itu. Aku tidak pernah melihat kertas gambar yang lebih jelek dari itu sebelumnya.
Salah satu kertas yang berpola bunga-bunga yang berguguran menggambarkan keberdosaan.
Gambarnya membosankan mata yang memandang, sangat mengganggu dan juga akan mengusikmu,
Warnanya yang menjijikkan, hampir memuakkanku,warna kuning yang menjijikkan itu memudar karena sinar matahari.
Walaupun gambarnya menjemukan, tetapi masih ada gambar lain yang berwarna orange yang mengundang rasa takut, serta warna belerang yang memuakkanku disisi lainnya.
Tidak heran kalau anak-anak tidak menyukainya! Aku sendiri juga tidak suka jika terus berlama lama di ruangan ini. John datang, aku harus menyembunyikan ini, dia tidak suka aku menulis.
Kami sudah tinggal disini selama dua minggu, aku tidak merasakan enaknya menulis semenjak pertama kali aku berada disini.
Sekarang aku tengah duduk di dekat jendela, disini. Diatas kamar yang seram itu, tak ada yang mengganggu aktifitas menulisku, seperti yang kuinginkan, ini sedikit menghemat tenagaku.
Seharian John diluar, dan terkadang hingga larut malam jika ada masalah serius.
Untungnya masalahku ini tidak terlalu serius.
Tapi kegalauan ini sungguh sangat mengekangku, John tidak tahu bagaimana menderitanya diriku. Yang ia tahu, tidak ada satupun hal yang perlu dideritakan dan itu memuaskannya.
Memang ini hanyalah kegalauan, tapi ini sungguh membuatku sulit untuk melakukan tugasku. Aku benar-benar ingin membantu John agar Ia bisa beristirahat dengan tenang dan puas. Tapi disini aku benar-benar menyusahkannya.
Tak seorangpun yakin aku dapat melakukan satu usaha apapun – berdandan, menghibur dan menata barang-barang.
Untungnya, mari pandai mengurus bayi itu, bayi yang sangat tampan.
Akan tetapi aku masih belum saja bisa bersamanya, ini makin membuatku galau.
Aku rasa John tidak pernah merasakan kegalauan di hidupnya. Ia mentertawakanku dan juga tentang wallpaper itu.
Mulanya John ingin mengganti wallpaper itu, tapi kemudian Ia mengatakan untuk membiarkan saja dan tidak ada hal yang lebih buruk lagi bagiku selain hanya menghayalkan wallpaper itu.
Katanya kalau wallpapernya diganti maka akan ada ketimpangan pada ranjang, jendela dan pintu.
“tahukah kau tempat ini akan membuatmu lebih baik,” Ungkapnya “dan sungguh, sayang, Aku tidak mau merenovasi rumah ini karena kita hanya menyewanya selama tiga bulan.”
“lalu mengapa kita tidak di bawah saja,” balasku, “ada banyak ruangan yang lebih bagus di sana.”
Iapun memelukku dan memanggilku angsa kecil yang terberkati, dan Ia mengatakan Ia akan masuk keruangan bawah tanah bila aku mau dan Iapun setuju untuk mengapurinya jika perlu.
Dia memang benar tentang ranjang itu, jendela dll.
Ruangan ini sungguh sejuk dan nyaman seperti yang diidamkan banyak orang, dan tentunya, aku tak ingin membuat John tidak nyaman dengan sikapku.
Perlahan aku  mulai menyukai kamar besar ini kecuali wallpaper yang menyeramkan itu.
Di salah satu jendelanya aku dapat melihat kebun itu, rumah kebun yang teduh dan misterius, dengan bunga-bunga liar, semak-semak, serta pohon yang besar.
Disisi lainnya aku dapat melihat pemandangan teluk yang permai dan dermaga pribadi  kecil milik orang kaya. Ada penurunan yang di penuhi pohon-pohon disisi kiri-kanan jalan dari rumah itu. Aku membayangkan orang-orang berjalan menuruni jalan itu. Tapi John melarangku untuk  berkhayal sedikitpun. Katanya daya yang Imajinasiku tinggi dan kebiasaanku menulis cerita akan memperparah sakitku, jika terus berkhayal. Aku harus bisa mengontrol emosiku.
Terkadang aku berasumsi, jika sekiranya Aku menulis dengan cukup baik, itu akan meringankan beban fikiranku dan menenangkanku.
Tapi kenyataan yang kutemukan, aku kelelahan disaat mencobanya.
Tanpa ada nasihat dan teman disaat bekerja membuat hatiku makin menciut. Kata John, diwaktu aku sudah benar-benar sembuh, kami akan meminta sepupu kami Henry dan Julia berkunjung kerumah; tapi katanya mereka akan memberikan kejutan dengan anggotanya.
Aku harap aku bisa lekas sembuh.
Tapi aku tidak boleh memikirkannya. Wallpaper itu terus menatapku seolah Ia tahu kalau Ia memiliki pengaruh yang besar padaku.
Rentetan noda-noda di wallpaper itu membuatnya kelihatan seperti leher yang patah dan membentuk dua mata yang menatapmu secara terbalik.
Aku benar-benar muak dengan kertas itu. Kertas itu menebarkan pola-polanya dan membentuk mata-mata dimana-mana.
Belum pernah kulihat benda mati memiliki ekspresi yang begitu banyak sebelumnya, dan kita semua tahu betapa banyak ekspresi yang mereka miliki.
Diwaktu kanak-kanak dulu aku terbangun di sebuah kamar dengan tembok yang bersih dan mainan-mainan yang bisa kau jumpai di toko mainan.
Aku masih ingat bagaimana bentuk tombol pembuka lemari pakaianku dulu. Dan ada satu kursi disana yang selalu menjadi temanku.
Jika aku merasa takut, aku akan naik ke atas kursi itu dan merasa aman.
Perabotan yang ada di kamar ini sama sekali tidak cocok, karena kita mengambilnya dari lantai bawah. Menurutku, barang-barang yang ada di kamar ini dikeluarkan disaat ruangan ini digunakan sebagai tempat bermain.
Wallpaper itu, seperti yang telah kukatakan sebelumnya, tersebar noda-noda di atasnya, dan menempel dengan kuatnya.
Lantainya kasar, dungkul dan pecah-pecah. Plasternya bertebaran kesetiap sudut ruangan. Dan ranjangnya tampak sangat buruk, seakan ranjang ini telah ada di sini sejak jaman perperangan.
Tapi ku tak peduli, hanya wallpaper itu yang menjadi masalah bagiku.
Saudara perempuan John datang. Ia sungguh sungguh gadis yang manis dan sangat peduli padaku, ia tidak boleh melihatku menulis.
Ia adalah pengurus rumah tangga yang sempurna dan bersemangat, ia tidak menginginkan pekerjaan lain yang lebih baik. Aku yakin, menurutnya aktivitas menuliskulah yang membuatku sakit.
Akhirnya ku bisa menulis sebab ia telah pergi, dan aku melihatnya lewat jendela berjalan menjauh.
Ada seseorang yang mengatur jalan, jalannya indah dan berliku-liku dan ada seseorang menuju perkampungan. Desanya juga indah penuh dengan pohon elm yang besar dan padang rumputnya yang seperti beludru.
Di wallpaper ini ada pola lainnya dalam corak yang berbeda, pola yang benar-benar menjijikkan, karena kau hanya bisa melihatnya dengan cahaya tertentu, dan itupun tidak jelas.
Tapi di salah satu bagian pola yang tidak memudar – aku bisa melihat sosok aneh, tak berbentuk dan memancing keingintahuanku, sosok itu tampaknya sedang bersembunyi di belakang pola yang lucu dan mencolok itu.
4 juli akhirnya berakhir[1]! Semua orang pergi aku kelelahan. Menurut John, mungkin Aku sebaiknya hanya mengunjungi orang-orang terdekat saja. Makanya kami hanya mengunjungi Ibu dan Nellie selama seminggu.
Tentunya aku tidak melakukan apa-apa. Jennielah yang mengurusi semuanya, akan  tetapi aku tetap kelelahan.
Kata John jika aku tidak lekas sembuh. Ia akan mengirimku pada Weir Mitchell di musim gugur.
Aku sungguh tidak ingin kesana. Temanku pernah dirawat olehnya, katanya ia sama saja dengan dengan John dan saudara laki-lakiku.
Lagipula, usaha ini terkesan terlalu memaksa.
Aku rasa, seolah-olah aku bisa melakukan apa saja, Aku sangat cerewet dan suka bersungut-sungut.
Aku tidak tahu apa yang aku tangisi,akan tetapi aku hampir menangis setiap waktu.
Tentunya aku tidak menangis jika ada John atau ada orang lain disini, Aku menangis disaat sendirian.
Aku benar-benar sendirian sekarang. John sering berada di kota karena masalah-masalah serius dan Jennie membiarkanku sendiri jika aku menginginkannya.
Aku berjalan-jalan di kebun kecil itu, menuruni jalan setapak yang indah itu, duduk di serambi yang beratapkan mawar, dan berbaring di sini.
Aku mulai menyukai kamar itu meskipun dengan wallpapernya. Mungkin karena wallpapernya.
Wallpaper itu juga mendiami fikiranku.
Aku berbaring di ranjang besar yang tidak bisa digerakkan itu – ranjangnya dipaku kelantai, dan menelusuri pola gambar itu. Menelusurinya pola pola itu sama bagusnya dengan berolahraga. Aku jamin itu.
Mari kita mulai menelusurinya, dibagian dasar, di bawah salah satu sudut yang tidak pernah tersentuh, untuk kesekian kalinya aku tidak bisa menentukan pola macam apa itu.
Aku sedikit mengetahui tentang konsep pemolaan, dan yang satu ini tidak disusun berdasarkan hukum – hukum penyebaran, selang – seling, pengulangan, simetri atau pola-pola lain yang pernah kudengar.
Polanya memang berulang-ulang tetapi hanya kelebarannya, bukan yang lainnya.
Lihat disalah satu permukaan, garisnya menggelembung dan bertuliskan tulisan hiasan – sejenis debased romanesque dengan deliberium tremens – naik turun di kolom yang terpisah.
Tapi, disisi lain, garis itu bersambung secara diagonal, dan bentangan garis itu membentuk gelombang yang memuakkan mata, seperti tumpukan ganggang laut.
Semuanya menjadi horizontal, setidaknya tampak seperti itu, aku kelelahan membedakan arah – arah garis itu.
Ada hiasan horizontal melintang pada dindingnya ini semakin membingungkanku.
Diujung ruangan pola – pola itu menyatu, ketika cahaya matahari mulai meredup, dengan arah pola – pola itu tampak memusat dan langsung berselang – seling dengan teratur.
Aku kelelahan menelusuri pola-pola itu. Aku rasa aku harus tidur.
Aku tidak tahu kenapa aku harus menulis ini.
Aku tidak ingin.
Aku merasa tidak sanggup.
Aku tahu John akan menganggap itu aneh, tetapi aku merasa ini seperti memberikanku sebuah kepuasan.
Akan tetapi upayaku lebih besar dari kepuasan itu.
Sekarang, aku letih sekali  seharusnya aku lebih banyak tidur. Kata John aku tidak boleh terlalu capek, dan dia menyuruhku meminum minyak hati ikan kod, tonik, dan lainnya, seperti bir anggur dan sejenis daging yang jarang yang kau temui.
John sayang! Dia sangat mencintaiku, dan Ia tidak ingin aku sakit, suatu hari aku mencoba berbicara dengannya, aku ingin Ia membiarkanku pergi mengunjungi sepupuku Henry dan Julia.
Tapi katanya, aku tidak boleh pergi, aku tidak sempat memberikan alasan itu akan membutku lebih baik karena telah menangis sebelum mengatakanya.
Semakin sulit bagiku untuk berfikir jernih, hanya kegalauan ini yang kurasa.
John memelukku, membawaku ke lantai atas dan membaringkanku di ranjang. John duduk di sampingku. Dan membacakan cerita untukku hingga aku tertidur.
Katanya Akulah kekasihnya yang memberikan ketenangan hidupnya dan segalanya baginya, sebab itulah ku harus menjaga diriku untuknya dan tetap sehat.
Katanya tidak ada yang lain selain diriku yang mampu membuatku keluar dari masalah ini, untuk itulah aku harus menggunakan segenap kemampuanku dan mengendalikan diri serta tidak membiarkan khayalan-khayalan aneh mencengkeramku.
Ada kebahagian lain bagiku, bayinya masih sehat, Untunglah Ia tidak diharuskan menempati kamar yang menyeramkan ini.
Jika kami tidak menggunakannya, maka Ia akan menggunakannya! Sungguh beruntung. Kenapa?, Aku takkan membiarkan bayiku menempati kamar ini, tentu lebih mudah bagiku bertahan dikamar ini daripada anakku.
Aku tidak pernah menyebut soal wallpaper itu lagi kepada mereka , tetapi semuanya  kusaksikan tetap sama.
Ada sesuatu di wallpaper itu yang tidak ada – orang yang tahu selain aku.
Di belakang permukaan luar gambar itu ada bentuk suram yang semakin lama semakin tampak jelas dari hari kehari.
Bentuknya tetap sama, hanya saja semakin bertambah banyak. Bentuknya seperti wanita yang membungkukkan badannya dan merangkak perlahan di belakang gambar itu. Aku tidak menyukainya – Ku mulai berfikir – Ku harap John akan mengeluarkanku dari sini.
Sulit sekali membicarakan masalahku ini kepada John. Sebab Ia sangat bijak dan sangat mencintaiku.
Aku mencoba membicarakannya semalam.
Di malam terang bulan. Bulan bersinar terang seperti sinar matahari.
Terkadang aku tidak suka melihatnya, cahayanya begerak perlahan dan selalu muncul di salah satu Jendela dan jendela lainnya.
John tertidur, Ku tidak ingin membangunkannya, sehingga Ku tetap diam dan memperhatikan cahaya bulan di wallpaper yang bergelombang itu.
Sosok yang tidak jelas di belakang gambar itu terlihat menggerak-gerakkan gambarnya, seolah-olah Ia ingin keluar. Perlahan-lahan aku bangun dan memeriksa apakah wallpapernya memang bergerak, waktu ku kembali keranjang john terbangun.
“kenapa, sayang?” ucapnya, “jangan berjalan seperti itu kau kan kedinginan.”
Kurasa inilah waktunya membicarakan masalah itu, Ku beritahu padanya kalau aku tidak akan memperoleh keuntungan jika terus disini dan ku harap Ia akan membawaku pergi.
“kenapa sayang,” ucapnya, “sewa rumah ini akan berakhir 3 minggu lagi, dan aku tak mengerti kenapa kita harus cepat-cepat pergi.”
“rumah kita belum selesai diperbaiki, dan aku benar-benar tidak bisa meninggalkan kota ini sekarang. Tentunya jika kamu benar-benar dalam keadaan berbahaya, kita akan pergi, tetapi keadaanmu semakin membaik, tak taukah kau. Aku ini dokter sayang dan aku tahu itu. Kau bertambah gemuk dan ceria, selera makanmu semakin meningkat. Ku rasa kau semakin membaik.”
“beratku tidak bertambah,” balasku, “tidak sedikitpun, selera makanku mungkin bertambah di malam hari saat kau di sini, tapi malah memburuk saat kau pergi di pagi hari.”
“berkatilah hatinya! Ucapnya seraya memelukku, “ia akan sakit seperti yang diinginkan, sekarang mari kita tidur dan kita bicarakan ini besok pagi!”
“kau takkan pergi?” tanyaku murung.
“kenapa, aku tak bisa, sayang? Hanya 3 minggu lagi kok dan kita akan pergi berjalan-jalan sementara Jennie mempersiapkan rumah kita. Benar sayang kau semakin membaik!”
“mungkin hanya fisikku saja yang membaik-” Aku mulai bicara dan tiba-tiba berhenti karena Ia melihatku dan menatapku dengan tegang, sebuah tatapan menyalahkan sehingga aku tidak bisa berkata lagi.
“sayang,” katanya, “kumohon padamu. Demi Aku, demi anak kita dan juga demi dirimu, kau takkan pernah membiarkan pikiran itu  memasuki fikiranmu lagi, tak ada yang berbahaya, mempesona, dan berbakat seni seperti dirimu. itu  hanyalah khayalan yang konyol. Tidakkah kau percaya padaku sebagai seorang dokter?”
Tentu saja aku tidak memprotes lagi, kami segera tidur. Ia fikir aku tidur duluan tetapi tidak. Aku terbaring berjam-jam mencoba memutuskan apakah yang ada di depan dan di belakang gambar itu yang bergerak bersamaan atau terpisah.
Di gambar ini, dengan cahaya siang, ada ketimpangan pada rangkaian pola, yang sangat mengganggu fikiran normal.
Warnanya tersembunyi, dan memuakkan, bentuk gambarnya menjijikkan. Pola gambar luarnya berdesain arasbesque kemerah-merahan bentuknya akan mengingatkan seseorang dengan bentuk jamur. Bisa bayangkan, jamur-jamur payung, yang jalinan benangnya tidak terputus-putus, berpucuk, dan bertunas berbelit-belit – seperti itulah rupanya.
Ada tanda yang menganehkan di wallpaper itu, sebuah tanda yang tidak disadari oleh orang lain selain aku, dan tanda itu terus berubah seiring dengan berubahnya arah cahaya. Disaat sinar matahari masuk lewat jendela yang ada di sebelah timur – Aku sering menyaksikannya – tanda itu berubah dengan cepat, sulit bagiku untuk mempercayainya.
Itulah alasannya mengapa Aku selalu memperhatikannya.
Di bawah cahaya bulan yang bersinar semalaman. Aku tidak tahu apakah itu masih tanda yang sama.
Di saat cahaya senja masih enggan menghilang, dengan cahaya lilin, cahaya lampu apalagi cahaya bulan, tanda itu malah tampak seperti jeruji. Maksudku, gambar yang ada di luarnya, dan wanita yang ada di belakang gambar itu tampak semakin jelas.
Aku tidak tahu pasti apa yang ada di belakang gambar itu. Tapi aku mulai yakin kalau itu adalah sosok seorang wanita.
Sekarang aku lebih sering tidur. Kata John itu bagus, aku harus tidur sebisaku.
Seperti biasanya John menidurkanku setelah waktu makan selesai.
Ini kebiasaan yang sangat buruk, Aku sangat yakin, karena sebenarnya aku tidak tertidur.
Itu hanyalah kepura-puraan, Aku tidak memberitahu mereka kalau sebenarnya Aku masih terjaga.
 Akhir-akhir ini aku mulai takut pada John, karena akhir-akhir ini John agak aneh, Bahkan Jennie sering menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kupahami.
Aku pernah melihat John dan Jennie beberapa kali memperhatikan wallpaper itu, bahkan Jennie pernah menyentuhnya dengan tangan.
Ia tidak tahu kalau aku ada di sana disaat aku melihat Jennie menyentuh wallpaper itu,  aku menanyainya dengan suara setenang mungkin, apa yang dilakukannya dengan kertas itu?, Ia terkejut seakan-akan Ia sedang tertangkap basah mencuri, dan kelihatan marah. Ia balik bertanya mengapa Aku mengejutkannya.
Lalu, katanya kertas itu mengotori semua yang mengenainya, Jennie menemukan noda-noda kuning di semua pakaianku dan John dan Ia berharap agar  kami lebih berhati-hati dengan kertas itu.
Tidakkah itu kedengaran konyol? Aku tahu  kalau sebenarnya Ia tengah mempelajari pola gambar itu, dan Aku pastikan tidak ada yang dapat menemukannya kecuali aku.
Sekarang semuanya lebih mengasyikan daripada sebelumnya. Kau tahu, ada sesuatau yang kuharapakan, kunantikan dan kusaksikan. Aku makan lebih banyak dan merasa lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
John senang sekali melihat perkembanganku – disuatu hari dia berkata Aku kelihatan lebih menarik dari wallpaper itu.
Aku tertawa. Aku tidak ingin memberitahu John. Ini semua karena wallpaper itu – Ia akan mentertawakanku, bahkan Ia mungkin akan membawaku keluar dari rumah ini.
Aku tidak ingin pergi hingga aku memecahkan misteri wallpaper itu. Masih ada waktu seminggu lagi, Aku rasa itu cukup.
Aku merasa sangat baik sekarang! Aku sering tidak tidur dimalam hari, karena aku lebih tertarik memperhatikan wallpaper itu ,  aku hanya tertidur di siang hari.
Disiang hari wallpaper itu membosankanku dan membingungkanku.
Selalu ada tunas baru di gambar jamurnya, dengan corak kuning di atasnya. Aku tidak bisa menghitungnya meski aku terus mencobanya.
Warna kuningnya yang mengganjilkan – membuatku membayangkan  benda-benda kuning yang pernah kulihat – kuningnya tidak secantik kuning butter cups, tapi agak buruk, kuning yang buruk.
Tapi masih ada lagi hal yang menganehkan dengan wallpaper itu, aromanya!
Aku bisa mencium aromanya walaupun banyak udara yang masuk bersamaan dengan cahaya matahari. Beberapa hari ini sering hujan disertai kabut dan tidak peduli apakah jendelanya terbuka ataupun tertutup aroma itu masih tetap ada.
Baunya menyebar di setiap sudut rumah.
Aku menemukannya melayang-layang di ruang makan, menyelinap di kamar tamu, bersembunyi di ruang depan, dan menungguku di tangga.
Bau itu juga menyentuh rambutku.
Bahkan disaat aku berkendara, jika ku putar kepalaku maka kudapatkan bau itu.
Bau yang juga asing! Aku menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencoba menerka bau itu.
Bau yang tidak buruk – sangat lembut dan tidak menyengat, bau yang paling tahan lama yang pernah ku temukan.
Diudara yang lembab seperti ini bau itu menghilang, disaat ku terbangun di malam hari aku kembali menciumnya.
Mulanya bau itu sangat mengangguku, bahkan aku pernah ingin membakar rumah ini demi menemukan bau itu.
Tapi sekarang ku mulai terbiasa. Yang ada di fikiranku saat ini adalah warnanya! Kuning.
Ada tanda yang lucu di tembok, merendah, di dekat papan. Sebuah coretan yang mengelilingi kamar. Coretan itu ada di setiap perabotan, kecuali di ranjang, berbentuk panjang dan lurus bahkan tidak beraturan seolah-olah pernah digosok berkali-kali.
Aku penasaran bagaimana itu bisa dibuat, siapa yang membuatnya dan untuk apa itu dibuat, bentuknya bulat-bulat, bulat, bulat –membuatku pusing memerhatikanya.
Akhirnya ku temukan sesuatu.
Semalam sewaktu gambar itu berubah, akhirnya aku menemukannya.
Pola gambar itu memang bergerak… tidak salah lagi. Wanita yang di belakang gambar itu yang menggerakkannya.
Terkadang aku merasa ada banyak wanita yang menggerakkan gambar itu, terkadang hanya ada satu dan merangkak cepat, rangkakkannya menggerakkan kertas itu.
Kemudian di bagian pola gambar yang terang ia diam. Dan di bagian yang teduh Ia memegang jeruji jendela sambil menggoyangkannya dengan kuat.
Ia terus berusaha memanjati gambar itu, tapi tak ada yang dapat memanjatinya. Gambarnya sangat mencekik, kurasa itulah alasannya mengapa gambarnya begitu banyak paku.
Mereka terus memanjat, gambar itu mencekik dan membuat mereka terjatuh.
Aku rasa wanita itu keluar disiang hari.
Ku pernah melihatnya.
Aku melihatnya keluar melalui jendelaku.
Wanita yang sama, aku tahu, karena Ia selalu merangkak dan kebanyakan wanita tidak merangkak di siang hari.
Aku melihatnya di jalanan di bawak pepohonan, dan diwaktu ada kereta yang lewat Ia bersembunyi di belakang tanaman blackberry.
Menurutku hal itu wajar, pasti sangat memalukan jika kau kedapatan sedang merangkak di siang hari.
Aku selalu mengunci pintu ketika merangkak di siang hari, Aku tidak bisa melakukannya dimalam hari karena ku tahu John akan mencurigaiku.
Apalagi sekarang ini John agak aneh, aku tidak mau mengganggunya. Ku harap Ia akan pindah ke kamar lain! Karena, Ku tidak ingin ada yang menangkap wanita itu selain aku.
Aku sering bertanya-bertanya apakah aku bisa melihat wanita itu keluar dari Jendela pada saat itu juga.
Tapi aku hanya bisa melihatnya keluar sekali saja, walaupun aku melihatnya, Ia mampu merangkak lebih cepat daripada aku membalikkan badan.
Aku pernah melihatnya di lapangan terbuka merangkak secepat bayangan awan yang dihembus angin.
Andai bagian atas wallpaper itu bisa dilepaskan dari bagian bawahnya, maksudku mencobanya. Aku menemukan hal lain yang lucu, tapi aku takkan mengatakannya kali ini.
Hanya tersisa dua hari lagi untuk melepaskan wallpaper ini dan aku yakin John mulai curiga padaku. Aku tak suka tatapannya.
Aku mendengar dia bertanya pada Jennie tentang keadaanku. Untungnya Jennie memberikan laporan-laporan yang baik tentangku.
Katanya aku tertidur cukup lama di siang hari.
John sadar kalau aku tidak tidur di malam hari sebab aku terlihat begitu tenang.
Ia menanyaiku beberapa pertanyaan, berpura-pura penyayang dan baik hati.
Aku tidak heran mengapa Ia bertingkah seperti itu; - berbaring di bawah wallpaper itu selama 3 bulan.
Hanya itu yang membuatku tertarik, tapi Ku yakin John dan Jennie mulai terpengaruh oleh wallpaper itu. Horre! Ini hari terakhir. John  berada di kota sampai malam.
Jennie ingin menemaniku tidur – aneh sekali. Tapi Ku katakan kalau Aku tidak apa-apa sendirian. Ide yang cemerlang, karena sebenarnya Aku tidak sendirian. Malam segera datang dan makhluk malang itu, Aku bangun dan berlari untuk membantunya keluar.
Aku menarik kertasnya dan Ia mengguncangkannya, Ku juga mengguncangkannya dan Ia menariknya. Sebelum pagi datang, kami telah merobek wallpaper itu beberapa yard.
Potongan kertasnya hanya tinggal setinggi kepalaku dan separuh ruangan ini. Saat matahari terbit, gambar itu mentertawakanku. Aku putuskan Ku harus segera menyelesaikannya hari ini.
Besok Kita akan pergi, dan mereka akan memindahkan barang-barangnya kebawah seperti sebelumnya. Jennie terkejut melihat tembok itu. Aku katakan padanya, aku merobek wallpaper itu karena ada yang ganjil dengan wallpapernya.

Ia tertawa dan berkata biarkan Ia saja yang melakukannya.
Tidak ada yang boleh menyentuh kertas itu selain Aku.


Jennie mencoba menyuruhku keluar dari kamar, Tapi kataku kamarnya begitu tenang sekarang dan Aku ingin tidur semampuku: dan tidak ingin dibangunkan bahkan untuk makan malam. Aku akan memberitahu jika aku terbangun.
Jennie telah pergi, begitu juga dengan pelayan-pelayan yang lain dan benda-benda di kamar ini sudah dipindahkan semuanya. Tidak ada yang tersisa kecuali hanya ranjang yang terpaku itu dan juga kasurnya.
Kami akan tidur di bawah malam ini dan akan pulang esok harinya.
Aku menyukai kamar ini, apalagi kamarnya kosong.
Bagaimana anak-anak itu mengigiti ranjang ini.
Ada banyak bekas gigitan di ranjang ini.
Aku harus segera kembali bekerja.                                    
Aku telah mengunci pintu dan melempar kuncinya ke jalan yang ada di depan kebun.
Aku tidak ingin keluar dan tidak ingin ada yang masuk hingga John pulang.
Aku ingin membuatnya terkejut.
Ada tali di sini, jika wanita itu keluar aku akan mengikatnya.
. Aku tidak bisa menjangkau kertas itu tanpa adanya tempat untukku berdiri, Ranjangnya tidak bisa digerakkan.
Aku mencoba mengangkat dan mendorong ranjangnya sampai hinggaku lelah. Disalah satu sisi Aku menggigitnya tapi malah membuat gigiku sakit.
Ku robek kertas itu sejauh yang mampu dicapai oleh tanganku. Gambar itu menempel begitu erat dan hanya menikmati robekanya. Gambar-gambar itu mentertawakanku sambil mencemooh.
Aku mulai putus asa. Melompat dari jendela memang latihan fisik yang bagus, tapi benturannya terlalu sakit saat menyentuh tanah.
Apalagi Aku tidak bisa melakukannya, karena Ku tahu itu tidak pantas.
Bahkan aku tidak ingin melihat keluar jendela. Karena ada begitu banyak wanita yang merangkak diluarsana, mereka merangkak cepat sekali.
Apakah mereka semua keluar dari wallpaper itu,sama sepertiku? Aku sudah benar-benar diikat oleh tali itu… kau tidak akan bisa mengeluarkanku.
Ketika malam datang, Aku harus kembali lagi kebelakang gambar itu.
Menyenangkan sekali berada di kamar ini dan merangkak sesukaku.
Aku tak ingin keluar sana bahkan jika Jennie meminta sekalipun, karena diluarsana kau harus merangkak di tanah yang keras dan kesemuanya itu hijau bukan kuning.
Akan tetapi disini aku bisa merangkak dengan mudah, di lantai, dan bahuku akan menabrak tembok itu jika terus merangkak, sehingga aku tidak akan tersesat.
Ada John di pintu!
Tidak ada gunanya, anak muda, Kau tidak akan bisa membukanya!
Ia memanggil namaku dan menggedor pintunya dengan keras.
Sekarang Ia berteriak meminta kapak!





[1] 4 juli merupakan libur nasional di amerika serikat dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Amerika Serikat 4 juli 1776

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers