Wednesday, May 7, 2014


"G.U.Y."

Sung by: Lady Gaga
Translated by: rendiforevahwhatevah.blogspot.com

[Intro:]
Greetings Himeros
Salam untuk Himeros
God of sexual desire, son of Aphrodite
Dewa asmara, putera Aphrodite
Lay back, and feast as this audio guides you through new and exciting positions
Berbaringlah bersuka ria saat lagu ini memperkenalkanmu gaya gaya baru dan menggairahkan
[Verse 1:]
I wanna be the girl under you (oh yeah)
Aku ingin di bawahmu (oh yeah)
I wanna be your G.U.Y. (yeah)
Aku ingin jadi G.U.Y milikmu
I wanna be the grave and earth you (oh yeah)
Aku ingin jadi makam dan hamparanmu
Our sex doesn't tell us no lies
Asmara kita takkan berkata dusta
[Pre-Chorus:]
I'm gonna wear the tie, want the power to leave you
Aku akan pakai dasi, harapkan berdaya meninggalkanmu
I'm aiming for full control of this love (of this love)
Aku ingin dikendalikan penuh untuk cinta ini
Touch me, touch me, don't be sweet
Sentuh aku, sentuh aku, jangan sok  manis
Love me, love me, please retweet
Kasihi aku, kasihi aku, berkali-kali lagi
Let me be the girl under you that makes you cry
Biarkan aku di bawahmu yang kan buat kau merintih

[Chorus:]
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Aku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Aku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Aku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
The girl under you (G.U.Y.)
Jadi perempuan di bawahmu (G.U.Y)
[Verse 2:]
I'm gonna say the word
Kan ku ucapkan kata itu
And own you
Dan milikimu
You'll be my (G.I.R.L.)
Kau akan menjadi G.I.R.L ku
Guy, I'm romancin' loves to hold you
Pria, ku cintai dan ingin ku peluk
Know, you'll wear my make-up well
Kau akan mengenakan dandananku
[Pre-Chorus]

[Chorus]

[Bridge:]
I don't need to be on top
Aku tak mau di atas
To know I'm worth it
Meski ku tahu aku pantas
'Cause I'm strong enough to know the truth
Karena ku cukup kuat untuk menerima kenyataan
I just want it to be hot
Ku hanya ingin ini akan menggairahkan
Because I'm best when I'm in love
Karena ku juara saatku jatuh cinta
And I'm in love with you
Aku jatuh cinta padamu

(G.U.Y.)
Touch me, touch me
Sentuh aku
(G.U.Y.)
Mount your goddess
Tunggangi dewimu
Touch me, touch me
Sentuh aku, sentuh aku
(G.U.Y.)
As summer and moon comes into full phase
Ketika mentari dan rembulan bersatu padu
Get on top of me
Naiklah ke atasku
(G.U.Y.)
And Mars' warring spirit rams into the atmosphere
Ketika Mars berjiwa perkasa membentur cakrawala
Touch me, touch me, don't be shy
Sentuh aku, sentuh aku
I'm in charge like a G.U.Y.
Ku ditugaskan seperti G.U.Y
I'll lay down face up this time
Kali ini Ku berbaring dengan muka menghadap
Under you like a G.U.Y.
Di bawahmu seperti G.U.Y

[Chorus:]
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Ku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Ku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Ku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
The girl under you G.U.Y.
Perempuan di bawahmu G.U.Y
I wanna be that guy (G.U.Y.)
Ku ingin jadi guy itu (G.U.Y)
I'll wrap you right up guy (G.U.Y.)
Kan ku balut dirimu guy (G.U.Y)
I'll lie down face up guy (G.U.Y.)
Ku berbaring dengan muka menghadapmu (G.U.Y)
The girl under you G.U.Y.
Jadi perempuan di bawahmu
Achtzehn
Delapan belas
Sechszehn
Enam belas
Fourteen
Empat belas
Vierzehn
Empat belas
Drei
Tiga
Eins
Satu
Nein Zedd! [4x]
Sembilan sepuluh

Monday, May 5, 2014

Puisi ini ditulis oleh John Keats, salah seorang pujangga Inggris pada periode Romantisme. Puisi bercerita tentang seorang ksatria yang bertemu dengan seorang puteri peri. Melalui mimpinya, ksatria mengetahui bahwa ternyata dirinya terjebak dalam perangkap puteri peri untuk diperbudak. Tapi ia berhasil lolos dan mendapatkan dirinya terbangun di tebing sebuah bukit serta bertemu dengan si penyair dan menceritakan pengalamannya kepadanya. Pada kali ini saya ingin memposting puisi ini yang telah saya coba terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Untuk versi aslinya lihat di sini.

La Belle Sans Dame Merci
By: John Keats

"Apa yang yang mendurjakanmu duhai ksatria,
Yang sendiri berjalan tak tentu arah?
Seroja telah layu di danau,
Dan burung tak lagi berkicau.

"Apa yang mendurjakanmu duhai ksatria,
Yang tampak muram dan kusut masai?
Lumbung  tupai telah melimpah,
Dan musim menuai telah usai.

"Ada teratai di alis matamu,
Bersimbah duka dan berembun lara;
Rona merah di pipi memudar,
Kan menghilang lenyap segera.

"Ku berjumpa gadis di tengah padang ,
Amat jelita— puteri peri;
Berambut panjang, berkaki gemulai,
Serta matanya membening terang.

"Ku rangkai mahkota bunga untuk kepalanya,
 Serta gelang dan ikat pinggang;  
Dia melihatku seperti suka,
Semerta ia mendesah riang.

"Ku naikkan dia ke atas kudaku ,
Tiada yang tampak sepanjang hari;
Sebab dia bersandar, dan riang menyanyi,
Sebuah kidung bangsa peri.

"Dia hidangkan aku umbi yang manis,
Embun manna, dan madu hutan
Di bahasa asing ia berucap—
Cintaku padamu bukan buatan.
      
"Dia membawaku ke gua kecilnya,
Di sana dia menangis, dan berkesah tersedan;
Lalu ku tutup mata beningnya
Dengan empat kali kecupan.

"Di sana aku ia lelapkan,
       Aku bermimpi  Ah! Celaka daku!
Mimpi terakhir yang ku dapatkan
Di tebing bukit  beku.

"Ku menampak raja serta pangeran,
Serta ksatria, pucat bak mayat mereka tampak;
Mereka lantang berteriak—'LaBelle Dame sans Merci
Telah menjadikanmu budak!
       
"Bibir pucat mereka tampak dalam pudar,
Membuka lebar peringatkan diriku,
Ku terbangun dan terdampar di sini,
Di tebing bukit beku

"Itulah sebab aku berdiam di sini
Sendiri melangkah tak tentu arah,
Meski seroja telah layu di danau,
Dan burung-burung tak lagi berkicau."



                                       

Sunday, May 4, 2014


Puisi ini di tulis oleh John Keats, salah seorang pujangga Inggris pada periode sastra Romantis. Puisi yang berjudul Ode to Psyche ini berisi tentang pujian terhadap Psyche. Di dalam puisi ini, John Keat mengatakan bahwa dia ingin menjadi pengagum Psyche meskipun dia tidak terlalu di kagumi diantara figur-figur mitos Yunani lainya. Untuk lebih jelasnya baca ulasan puisi ini di sini. Pada kesempatan ini, saya ingin memposting puisi ini dalam versi bahasa indonesia yang saya terjemahkan sendiri. Selamat membaca.
Untuk versi inggrisnya klik di sini.


Pujian Untuk Psyche

John Keats

Sang Dewi! Dengarlah lagu senyap menyayat hati
Berkumandang indah akan kenangan berharga
Maafkan rahasiamu akan terketahui
Bahkan di telingamu yang halus bak mutiara
Apakah ku bermimpi atau nyata melihat
Psyche bersayap dengan mata menatap
Kala ku telusuri hutan tak tentu tujuan
Sekejap terkejut dengan apa yang ku dapat
Dua makhluk cantik berpelukan menghadap
Di semak rumput, dibawah bisik atap hutan
Di dedaunan rimbun dan bunga bermekaran, di sana mengali
Sungai tak tampak dari hilir

Di tengah hening wangi mekar bebunga ,
Biru, putih keperakan, dan pucuk Tyria,
Keduanya berbaring diam beralas cempaka;
Lengan dan sayap mereka menyatu
Bibir mereka tak berkecup tapi berpadu
Seolah terpisah oleh tidur lelap
Dan banyak  ciuman mengecup siap
Di fajar lembut mata Aurora
Bocah bersayap itu ku kenali
Tapi siapakah kau wahai Sang merpati?
Dialah Psyche benar adanya

Wahai si bungu nan paling menawan
Dari semua takhta Olimpus yang hilang
Lebih cantik dari Phoebe negeri  rembulan
 Atau Vesper, sang bintang langit berkilau benderang  
Meski lebih indah dari semua, untukmu tak ada kuil didirikan
Tiada altar bersemat bunga
Tak ada pelantun irama pujian
                Dikala malam-malam berjaga
Tiada kidung, tiada kecapi, tiada seruling, tiada harum dupa
Dari altar dupa yang di nyalakan
Tiada kuil, tiada belukar, tiada peramal, tiada mantra
Dari mulut pendeta yang dirapalkan



Sang terang! meski terlambat untuk di puji-puja
Terlambat untuk dipuji oleh kidung lira
Kala kesucian hantui dahan-dahan belantara
Kesucian tirta, bayu, dan bara
Namun di hari-hari yang telah berlalu
Dari duka lama, kemilau pengagummu
Bergemerlap di tengah takhta Olimpus yang memudar
Oleh ilhamku, ku putuskan sebuah ikrar
Ku kan jadi pelantun kidungmu, dan  susunkanmu irama
Di kala malam-malam berjaga
Menjadi lagumu, kecapimu, serulingmu, dan harum dupa
Dari altar dupa yang dinyalakan
Menjadi kuilmu, belukarmu, peramalmu, dan untaian mantra
         Dari mulut pendeta yang dirapalkan

Aku akan jadi pendetamu, dan dirikanmu biara
Di belantara benakku yang tak tertajamah
Dimana pikiran tumbuh dengan riang gembira
Bukan menangis pada angin yang berdesah
Sangat jauh gelap rindang pohon itu akan
Teduhi semak bukit di gunung-gunung curam
Disana angin, burung, lebah dan bengawan
Disana para peri terlelap di atas lumut yang menjadi tilam
Di sela hamparan hening kediaman ini
Berwarna merah altarmu kan ku selubungi
Dengan terali berangkai bunga kan ku reka
Dengan kuntum, genta, dan kemilau kartika
Dengan pagar indah dambaan semua juru taman
Yang menabur bunga, takkan pernah tumbuh sama
Di sana bagimu dipersembahkan semua keindahan
Di kabut angan itu engkau niscaya berjaya
Pada malam hari suluh kan benderang dan jendela kaca kan terbuka  
Menanti hadir cinta bersuka

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers