Thursday, June 4, 2015


Epos Gilgames sebuah puisi epik dari Mesopotamia dan merupakan salah satu di antara karya sastra paling awal yang dikenal. Sebagai rangkaian legenda dan puisi Sumeria tentang raja Uruk dan pahlawan mitis Gilgames, yang dianggap sebagai penguasa pada millennium ketiga SM, dikumpulkan hingga menjadi sebuah puisi Akkadia yang panjang di kemudian hari, dengan versi terlengkap yang masih ada sekarang dilestarikan dalam lempengan-lempengan tanah liat dalam koleksi perpustakaan raja Asyurbanipal dari Asyur pada abad ke-7 SM.
Salah sebuah cerita yang termasuk dalam epos ini berkaitan dengan air bah. Inti kisahnya berkisar pada hubungan antara Gilgames, seorang raja yang terpecah perhatiannya dan patah semangat oleh pemerintahannya, dan seorang sahabat, Enkidu, yang agak liar dan yang berusaha melakukan suatu upaya yang berbahaya bersama Gilgames. Banyak dari epos ini terpusat pada perasaan kehilangan Gilgames setelah kematian Enkidu, dan yang seringkali disebut oleh para sejarahwan sebagai salah satu karya sastra pertama yang sangat menekankan keabadian.
Epos ini dibaca luas dalam bentuk terjemahannya, dan pahlawannya, Gilgames, telah menjadi lambang budaya populer.
Puisi Epos ini terdiri atas empat belas lempengan tanah liat berikut dengan terjemahannya. Berikut merupakan terjemahan epos Gilgamesh yang telah admin terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dan dimulai dari Kepingan Pertama.
Kepingan pertama ini berkisah tentang Gilgames dari Uruk, raja terbesar di muka bumi, dua-pertiga dewa dan sepertiga manusia, adalah Raja-Dewa terkuat yang pernah ada. Ketika rakyatnya mengeluh bahwa ia terlalu kejam, dan menyalahgunakan kekuasaannya dengan tidur dengan perempuan-perempuan lain sebelum mereka ditiduri oleh suami mereka, dewi penciptaan Aruru menciptakan manusia liar Enkidu, lawan yang setimpal yang juga menjadi pengganggu perhatiannya. Enkidu ditaklukkan oleh pikatan seorang imam perempuan/pelacur (pelacur kuil) Shamhat.

Dia yang telah menampak segalanya, Aku akan mengabarkan (....) ke segenap negeri
Aku akan ajarkan (....) tentangnya yang menempuh banyak pengalaman
Anu menganugerahinya segenap pengetahuan yang ada
Ia menampak Rahasia, Menemukan yang Tersembunyi
Ia menyampaikan kabar perkara peristiwa sebelum Air Bah
Ia menempuh perjalanan jauh
Ia ukirkan semua jerih payahnya
Di bangunan dinding tembok Uruk-Haven
Kuil suci Eanna, tempat persemayaman para dewa
Pandanglah olehmu dindingnya yang berkilau bak tembaga (?)
Perhatikanlah olehmu ruangannya yang indah tak ada bandingan!
Sentuhlah pintu gapuranya—terpahat bebatuan dari purbakala
Ziarahi Kuil Suci Eanaa, kediaman dewi Ishtar
Tak ada setaranya pada bangunan raja-raja maupun manusia biasa sesudahnya!
Panjatlah dinding Uruk dan berkelilinglah
Perhatikan penyangga dan bata-bata penopangnya
Bukankah serupa dengan bata yang dibakar dengan api pelebur
Sebab Tujuh Sang Bijaklah yang telah merancangnya?
Sepanjang satu league kota, satu league taman, satu league kebun rendah dari kuil suci Ishtar,
Sepanjang tiga league dinding tembok Uruk melingkungnya.
Carilah kotak prasasti tembaga
Bukalah kunci perunggunya
Ungkaplah rahasia di dalamnya
Ambil dan bacalah prasasti bersepuh lazuli
Kisah Gilgamesh dan pengembaraannya.

Tertinggi di atas para raja, berpenampilan bak penguasa,
Dialah sang pahlawan, terlahir di uruk, banteng liar nan ganas.
Dialah sang pemimpin yang selalu berjalan di depan
Sang kepercayaan yang selalu berjalan di belakang.
Tala sakti, pelindung rakyatnya,
Ibarat amuk air bah yang menghancurkan bahkan kokoh dinding batu!
Keturunan dari Lugalbanda, Gilgamesh sang pemiliki kekuatan sempurna
Putera dari lembu suci, Rimat-Ninsun;... Gilgamesh yang agung sempurna.
Dialah yang telah membuka celah-celah gunung
Yang telah menggali telaga pada punggung-punggung gunung.
Dialah yang telah melintasi bentangan samudera, laut dalam, hingga mentari
Yang telah menjelajahi semesta, mencari makna kehidupan.
Dialah yang berhasil mendapatkan kekuatan sakti Utanaphistim, Sang Pengembara,
Yang memperbaiki kuil-kuil suci setelah kehancuran Air Bah!
...demi kebaikan umat manusia.
Siapa yang sebanding denganya para keturunan raja?
Siapa yang mampu berkata seperti Dia, Akulah Sang Raja!?

Dua pertiga dirinya adalah dewa, sepertiga lainnya manusia biasa.
Dewi Agung Aruru merancang bentuk tubuhnya.
Mempersiapkan wujud agungnya
...indah, paling tampan di antara umat manusia,
...sempurna
...
Dia melintasi Uruk
Seperti banteng liar, dengan kepala tertegak.
Tak ada seteru sanggup melawanya
Para pengikut yang selalu sedia di bawah titahnya
Para rakyat Uruk mulai gelisah karena ...
Gilgamesh tidak memberikan seorang cucu untuk ayahnya,
Siang dan malam dengan sombongnya dia (?) ...

Nantikan lanjutannya.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung Blog

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Google Followers