Sunday, October 16, 2016

 

Dalam mitologi Yunani Hermes adalah dewa perbatasan dan pengelana, gembala dan kawanan gembala, pidato dan kebijaksanaan, sastra, dan penyair, atletik, penemuan dan pencurian. Dalam mitologi Romawi, ia dikenal dengan nama Merkurius si cerdik yang sering memperdaya para dewa untuk kepentingan dirinya atau umat manusia. Atribut dan simbol yang sering dilekatkan pada sosok Hermes adalah herma, ayam jantan dan kura-kura, tas, sandal bersayap, topi bersayap, dan tongkat di tangan kirinya. Dalam fungsinya sebagai dewa penerjemah, Hermes bertugas sebagai utusan menyampaikan pesan dari para kepada Manusia, tugas ini dijalaninya bersama Iris. 


Hermes, sebagai penemu api, sama dengan Titan Promotheus. Selain Lira dan seruling, Hermes juga dipercaya sebagai penemu beragam jenis olahraga atletik dan boxing, membuatnya dianggap sebagai patron para atlit. Dewa Hermes juga memiliki tugas sebagai seorang psychopomp, pendamping roh orang mati untuk menempuh perjalana menuju Hades. Dalam tugasnya ini, dia sering digambarkan sebagai satu dewa lainnya yang hanya bisa bebas keluar masuk dunia bawah selain Hades dan Persephone.


Dalam jajaran Pantheon Olympus, Hermes adalah putera Zeus dan Pleiade Maia, putri Titan Atlas. Dia terlahir di gunung Cyllenia Arcadia. Asal-usul sosok Maia, Ibu Hermes, sedikit membingungkan. Dalam Homeric Hymn, Maia merupakan sesosok nimfa, namun dalam sumber lain dia disebut sebagai Pleiades, puteri Titan Atlas. Hermes tumbuh dengan cepat. Pada hari pertama dia lahir, dia menemukan lira. Menjelang senjanya, dia bertarung dengan ternak surgawi dewa Apollo. Ini untuk pertama kalinya, ternak yang merupakan korban persembahan untuk dewa Apollo dicemarkan, dan itupun oleh sosok Bayi Hermes. Hermes menggiring ternak ini kembali ke Yunani dan menyembunyikan mereka lalu menghapus jejak kaki mereka. Apollo murka dan menuduh Hermes, tapi Maia mengatakan itu tidak mungkin karena dia berada bersama Hermes semalaman. Zeuspun datang menengahi, dikatakannya kalau Hermes memang benar mencuri ternak Apollo mereka harus segera mengembalikannya. Apollo dan Hermes terlibat adu mulut, lalu Hermes memainkan liranya membuat Apollo terpesona. Dia setuju memberikan ternak pada Hermes sebagai tukaran atas lira Hermes. Tindakan cerdiknya mencuri ternak Apollo ini membuatnya juga dianggap sebagai dewa pencuri.


Hermes patuh pada ayahnya Zeus. Ketika Nimfa Lo, salah satu dari selir Zeus, dipenjara oleh dewi  Hera dibawah pengawalan Argus Panoptes, Raksasa Banyak Mata, Hermes menyelamatkannya dengan cara membuat raksasa itu tertidur dan memancung kepalanya. Dalam agama Romawi, Hermes dikaitkan dengan sosok dewa Merkurius, meskipun berasal dari tradisi Etruska, ia memiliki banyak kesamaan dengan Hermes. Sosok Hermes juga disinkretisasikan dengan dewa kebijaksaan Mesir, Thoth, dikenal dengan Hermes Trimegistus. Sosok ini sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan di wilayah Alexandria kuno.


Kultus pemujaan dewa Hermes berpusat di Peloponnese. Namun  kuil sucinya didirikan di Gunung Cyllene, Arkadia, tempat dipercaya sebagai kelahirannya. Pada kuil-kuil pemujaanya di wilayah Yunani, Hermes digambarkan dengan patung pemuda tampan berambut keriting. Dia biasanya dilukiskan telanjang mengenakan selendang di bahunya terkadang mengenakan topi persayap.


Di beberapa wilayah, pemujaan terhadapa Hermes bersama dengan Herakles dan Theseus sering dilakukan pada acara pembukaan arena tarung dan pertandingan boxing. Dalam kuilnya, para pemuja diharuskan mengalungkan perhiasan perak di altar emas sucinya selain persembahan berupa barang berharga lainnya juga diterima. Selain itu, air susu domba bersama dengan madu diletakkan di altar Hermes dalam wadah. Sebelum pemujaan dimulai, jemaah diharuskan mencelupkan tangannya ke dalam wadah ini.  


Homer mengatakan dalam Odysses, Odysseus melakukan pemujaan kepada Hermes di depan gerbang istana Alkinous dengan cara melakukan korban tuangan dari cawan emas. Korban bakaran hewan,umunya bagi, juga sering dipersembahkan kepada Hermes dan puteranya Maia. Setelah dilakukan untuk persembahan, hewan itu kemudian disajikan dalam jamuan makan bersama dengan melakukan pujian kepada Hermes dan Maia. 


Di wilayah Yunani Selatan, pemujaan terhadap Hermes dilakukan di tempat terbuka. Di sana patung Hermes diletakkan di tempat ramai. Di depan patung itu diletakkan tungku yang didalamnya ada lampu perunggu. Pada malam harinya, orang-orang akan berdatangan ke patung tersebut untuk berdoa. Mereka membakar rempah suci di dalam tunggu lalu mengisi lampu dengan minyak dan menyalakannyanya. Pada mezbah patung Hermes, uang koin akan diletakkan dan jemaah lalu membisikan keinginan mereka pada sang dewa.


Wednesday, October 5, 2016


Salah satu malaikat utama dalam tradisi yudeo-kristen. Uriel digambarkan sebagai sosok archangel, serafim, dan kerubim. Kata Uriel memilik makna “api tuhan” atau “tuhan adalah cahayaku. Ia seringkali dikatakan sebagai salah satu dari empat malaikat agung, Michael, Gabriel, dan Rafael. Nama Rafael tidak dituliskan dalam kitab-kitab kanonik namun teks-teks Yahudi dan kitab apokrif memuat banyak informasi tentang sosok ini. Dia merupakan salah satu dari malaikat penghancur Sodom dan Gomorrah, malaikat penjaga  september, musim panas, Libra dan Aquarius. 

Dalam 1 Henokh, Uriel merupakan malaikat yang mendampingi Henokh dalam perjalananya menembus lapisan-lapisan langit; dia merupakan malaikat penjaga Guntur. Sebagai seorang Kerub, Uriel diperacaya menjadi penjaga gerbang taman Eden dengan pedang berapi di tangannya. Dia juga muncul sebagai sosok malaikat pemarah yang menyerang Musa karena tidak memedulikan proses khitan anaknya. Dalam Perjanjian Sulaiman, Uriel mengalahkan iblis Error, yang menyebabkan manusia tersesat. Dia salah satu dari malaikat penjaga planet. Menurut Henokh, Uriel merupakan kepala tujuh archangel dan menguasai Tartarus atau neraka, dimana dia mengepalai penyiksaan terhadap orang-orang berdosa. Pada hari penghakiman, Uriel akan merobohkan gerbang Hades dan mengumpulkan jiwa-jiwa manusia dihadapan tahta penghakiman. Uriel juga sering dikaitkan dengan sosok malaikat yang bertarung dengan Yakub semalam suntuk. Dalam kitab Doa Yusuf, uriel berkata “aku turung ke dunia untuk tinggal bersama manusia dan aku dipanggil Yakub”. Makna sebenarnya dari sebenarnya dari ayat ini tidak diketahui namun tersirat makna bahwa Uriel menjelma menjadi nabi Yakub sehingga dia merupakan malaikat pertama yang diyakini menjelma menjadi manusia.

Dalam beragam sumber literatur Yahudi lainnya disebutkan bahwa Michael, Gabriel, Uriel dan Rafael memungut jasad Habil, putra adam yang dibunuh saudaranya, lalu meletakkanya di atas sebuh tumpukan batu, di sana jasad Habil tidak pernah rusak. Ketika Adam meninggal, Uriel bersama tiga archangel lainnya membawa tubuh Adam dan menguburnya di Hebron, tempat di mana Tuhan mengambil debu untuk penciptaan Adam. 

Menurut Midrash dan 1 Henokh, malaikat yang jatuh, Azazel dan Semyaza membawa malapetaka dan wabah kemuka bumi. Tuhan mengirim Rafael untuk membelenggu Azazel dan melemparnya ke Jurang Dudael, di sana dia dihukum hingga akhir zaman. Gabriel memimpin para malaikat suci memerangi Para Pengamat dan anak-anak mereka. Mikhael diperintah unruk menangkap Semyaza. Sementara itu, Uriel diutus menemui Nuh untuk memperingatkannya tentang datangnya musibah Air Bah. Seperti Metatron, Uriel juga diyakini sebagai pemberi ilmu Kabbalah kepada manusia. Dia dikatakan telah membimbing perjalanan Ibrahim keluar dari kota Ur dan menafsirkan nubuat-nubuat bagi kesejahteraan manusia. Dalam 4 Ezra, Uriel mengabarkan rahasia-rahasia langit dan kepada Ezra dan memberikan jawaban-jawaban yang sulit tentang persoalan kebajikan dan kejahatan. Uriel juga muncul dalal text Qumran dan Injil Barnabas. Karena tidak adanya sumber kanonik, tahun 745 M Uriel dinyatakan sebagai malaikat palsu oleh konsili gereja, namun beberapa tahun berselang dia kembali dinyatakan sebagai malaikat terang.


Tuesday, October 4, 2016

LANGIT PERTAMA

Lapisan langit pertama dikuasai oleh Jibril dan merupakan langit yang jaraknya paling dekat ke bumi. Langit ini berisikan angin dan awan. Para malaikat yang berdiam di sini adalah malaikat perbintangan dan penjaga bintang serta benda-benda langit. Selain itu, pada lapisan pertama langit juga terdapat malaikat yang mengurusi es, salju, bunga, dan embun.

LANGIT KEDUA

Langit Kedua dikuasai oleh malaikat Raphael/Israfil dan merupakan tempat gelap dimana para malaikat yang jatuh menunggu penghakiman. Mereka terdiri dari 200 myriad pelayan para malaikat Pengamat, yang dikurung di langit ke lima. Henokh mengatakan malaikat pembimbingku memperlihatkan padaku kegelapan, di sana aku melihat tawanan digantung, diawasi, menunggu penghakiman yang pedih, dan malaikat-malaikat ini berwujud gelap, lebih gelap dari malam di bumi. Mereka selalu meratapi nasib sepanjang waktu. Henokh diberitahu tawanan ini merupakan “Sang Murtad”, yang malaikat yang jatuh yang berpaling dari Tuhan menuruti kehendak pemimpin-pemimpin mereka, yang dirantai di langit ke lima. Para malaikat yang jatuh di lapisan kedua langit meminta Henokh mendoakan mereka.


LANGIT KETIGA

Lapisan langit ketiga berada di bawah perintah malaikat Anahel dan merupakan wilayah dengan keadaan yang berlawanan. Salah satu bagian wilayah langit ini, sebelah utara, merupakan neraka, daratan es dan belerang dihuni oleh malaikat penyiksa yang menghukum para jiwa-jiwa pendosa yang tinggal di langit tersebut. Para pendosa ini termasuk mereka yang menentang Tuhan, dosa melawan alam (sodomi), dan praktik perapalan mantra serta sihir. Sebaliknya, wilayah lain langit ketiga merupakan taman indah dimana manna di buat dan roh-roh orang saleh—merak yang welas asih dan berbuat kebajikan—berdiam. Malaikat pengurus cahaya juga berdiam di lapisan langit ketiga  tersebut.

LANGIT KEEMPAT

Langit Keempat diurus oleh Archangel Michael. Di lapisan ini terdapat kota suci Yerusalem dan Bait Agungnya, semuanya dibuat dari emas dan intan dikelilingi oleh sungai susu, madu, anggur, dan minyak. Pohon kehidupan juga ada di sini begitu juga dengan matahari dan bulan. Di sini, Henokh mendengar kidung para malaikat:  Di tengah langit ini, aku melihat tentara langit mengagungkan Tuhan, dengan tympana dan organ (alat musik), dengan lantunan kidung abadi, dengan suara merdu, yang mustahil digambarkan dan akan mempesona pikiran-pikiran yang mendengarnya. Henokh juga melihat cara kerja bulan, matahari, dan benda-benda langit di langit keempat. Kereta mentari membawa embun dan suhu panas untuk bumi diiringi oleh 8000 bintang dan 150000 malaikat pada siang hari dan 150000 bintang dan 1000 malaikat pada malam hari. Di depan kereta tersebut duduk 100 malaikat berkobar api dengan enam sayap. Keretan ini ditarik oleh banyak Phoenix atau Chalcydri

LANGIT KELIMA 

Langit kelima merupakan penjara bagi malaikat yang jatuh. Disini terdapat jurang api di mana 200 myriad Malaikat Pengamat dibelenggu bersama pemimpin mereka Satanael. Mereka sangat muram, menyedihkan, diam, dan tidak melantunkan pujian apapun kepada Tuhan. Di langit kelima, Henokh melakukan upacara pujian dan kidung mengagungkan Tuhan agar Tuhan meringankan penderitaan mereka. Lantas para Pengamatpun mengikutinya.

LANGIT KEENAM

Langit keenam memiliki tujuh malaikat agung dan cerdas ahli perbintangan, alam, dan umat manusia. mereka merupakan archangel yang mengurus malaikat penjaga siklus dan fungsi alam: musim, kalender, sungai dan laut, musim buah, rumput, dan lain-lain. Archangel ini juga mengurus bahasa langit dan mendamaikan makhluk langit dan bumi. Dilangit ini, juga ada malaikat yang mencatat amal umat manusia sepanjang hidup mereka untuk dipertanggung jawabkan di hadapan ilahi.

LANGIT KETUJUH

Langit ketujuh merupakan tempat yang sangat indah dan diterangi cahaya berlipat ganda. Di sini, Henokh menyaksikan malaikat tingkat tinggi seperti Tahta, Kerubim, Serafim, Ofanim dan Archangel agung. Ia juga melihat pasukan langit berkobar api  tentara para Archangel. Para malaikat ini sujud di hadirat Tuhan, melantunkan kidung pujian. Di sini Henokh melihat kelabat Tuhan di langit kesepuluh. Malaikat pembimbing Henokh meninggalkannya pada perbatasan langit ketujuh sehingga Henokh terjatuh dan merasa ketakutan. Untungnya, Gabriel segera muncul menangkapnya dan membawanya ke lapisan langit selanjutnya.

LANGIT KEDELAPAN DAN KESEMBILAN

Tidak banyak informasi tentang dua lapisan langit ini. Langit kedelapan disebut dengan Miuzaloth. Di sini, Henok melihat “pergantian musim dan dua tanda zodiak”. Langit kesembilan (Kuchavim) merupakan tempat tinggal dua belas zodiak.

LANGIT KESEPULUH

Malaikat Michael mengantarkan Henokh ke langit ke sepuluh, di mana dia menyaksikan wajah Tuhan yang katanya seperti besi berkilay api memancarkan percikan-percikan terang dan terbakar. Dan maka aku menampak wajah Tuhan yang agung, sangat menggentarkan. Akan tak bisa menghitung perintah-perintahnya serta gemuruh suaranya. Tahta Tuhan sangat agung dan besar dan tidak dibuat oleh tangan siapapun bukan oleh pasukan kerubim dan serafim, maupun lantunan kidung mereka. Di langit ini, Tuhan memerintahkan Michael untuk menanggalkan pakaian duniawi Henok dan mengurapinya dengan minyak manis dan memakaikannya pakaian keagungan. Tuhan lalu memanggil malaikat Vrevoil untuk mencurahkan semua pengetahuan langit dan bumi pada Henokh. Ia memberikan kitab dan pena pada Henokh untuk menulis. Vrevoil mengajarkan Henokh rahasia kosmos selama 30 hari 30 malam tanpa henti. Dan selama itu, Henokh menuliskannya dalam 366 kitab. Dia menceritakan penciptaan semesta, Kejatuhan manusia, bahwa dunia akan berakhir pada hari kedelapan penciptaan (setelah 8000 tahun).


Raphael atau Israfil adalah salah satu sosok malaikat utama dalam tradisi tiga agama Abrahamik, Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam kepercayaan Yudeo-kristen, Rafael atau Israfil malaikat agung berada di tingkatan archangel (penghulu malaikat). Kata Raphael berasal dari bahasa Ibrani Rapha yang berarti “tabib” sehingga raphael bermakna “sang terang yang menyembuhkan” atau juga “ilah penyembuhan”. Dalam penggambarannya, ia sering dilukiskan dengan simbol penyembuhan , ular. Raphael ditugaskan untuk menjaga keamanan bumi dan penghuninya, dan dalam tradisi Kristen, ia merupakan salah satu dari malaikat yang paling ramah. Dia juga merupakan malaikat penghulu tertinggi disamping Michael, Gabriel, dan Uriel. 

Nama Raphael tidak disebutkan secara langsung dalam kitab kanonik; ia dikenal sebagai pembimbing dan guru dalam kitab apokrif Tobit. Dalam kitab itu, Rafael mengajarkan ilmu penyembuhan dan exorcism, pengusiran setan. Dia bertindak sebagai pemandu dan pendamping perjalanan, membuatnya dijuluki sebagai malaikat penjaga pengembara dan keamanan. Raphael memiliki banyak julukan dan tugas. Dia merupakan salah satu dari tujuh malaikat yang berdiri di hadapan Tuhan sebagaimana tersebut dalam kitan Revelation, dan termasuk dalam lima tingkat malaikat, Serafim, Archangel, Kerubim, Dominion,dan Powers. Dia merupakan malaikat angin malam, penjaga Pohon Kehidupan, malaikat kegembiraan, cahaya, dan cinta.

Dalam tradisi Kabbalah, Rafael ditugaskan untuk menyembuhkan bumi. Dia salah satu dai 10 Sefirot Pohon Kehidupan. Dia juga dipercaya sebagai salah satu dari tiga malaikat yang mengunjungi Ibrahim dan Lut. Selain itu, Rafael juga merupakan malaikat yang menyembuhkan luka khitan pada Abraham, dan luka paha Yakub. Menurut tradisi Rabinik (Mishnah), sebuah mutiara tergantung pada bahtera Nuh untuk menunjukkan siang dan malam, dikatakan bahwa permata itu berasal daro kitab suci yang diberikan kepada Nuh oleh Rafael, kita itu dijilid dengan safir dan berisi semua pengetahuan tentang perbintangan, penyembuhan, dan penguasaan kuasa gaib. Nuh mewariskan kitab ke Sem yang juga mewariskannya ke Ibrahim, Yakub, Lewi, Musa, Yosua,dan Sulaiman. Dalam Henokh 1 Rafel salah satu dari malaikat yang ikut menghukum Para Pengamat yang jatuh, Azazel dan kawan-kawan. Menurut Okultis Johannes Trithemius, Rafael adalah salah saru dari tujuh malaikat akhir zaman dan penjaga sefiroth suci. Dia juga dikatakan sebagai penguasa Kerubim dan Archangel bersama Zarachiel dia berkuasa atas Raquia atau langit kedua.

Rafael juga merupakan malaikat suci dalam Islam, dimana dikenal dengan sebuta Israfil.  Ia ditugaskan untuk meniup sebanyak tiga kali tiupan sangkakala pada hari kiamat.  Sangkakala atau sangka adalah sejenis alat tiup yang terbuat dari cangkang kerang. Alat tiup ini disebut sangkakala karena bernama sangka dan ditiup secara berkala atau bunyian berkala. Pada zaman dahulu sangkakala biasa digunakan dalam saat tertentu, seperti untuk meminta perhatian orang banyak, ketika hendak mulai berperang, mengumpulkan prajurit dan banyak lagi kegunaan sangkakala.
Ketika Allah telah selesai menjadikan alam semesta beserta isinya, lalu Allah membuat sangkakala dan meletakkannya di mulut Israfil. Kemudian dikisahkan Israfil selalu menatap kearah ‘Arsy, menanti kapan ia diperintahkan untuk meniup sangkakala tersebut.

Disebutkan pula dalam salah satu hadist, sangkakala itu bagaikan tanduk dari cahaya, dengan ukuran yang sangat besar dengan garis tengahnya seluas langit dan bumi (alam semesta). Dalam hadist lain dikatakan sangkakala malaikat Israfil terbuat dari tanduk, “Tanduk yang ditiup.”
Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad, menunggu perintah dari Tuhan untuk meniupnya pada hari kiamat. Pada hari itu ia akan turun ke bumi dan berdiri di batu/ bukit suci di Jerusalem. Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat dan tiupan ketiga akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dan mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar.

Ia dikatakan telah di kirim oleh Tuhan bersama malaikat utama yang lain, untuk mengumpulkan tanah dari empat penjuru dunia dan hanya Izrail saja yang berhasil dalam misi tersebut. Dengan tanah itulah Adam diciptakan. Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”




Sosok Azael telah lama dikenal sebelum ia muncul dalam tradisi tiga Agama Abrahamik, Yahudi, Kristen, dan Islam. Azazel merupakan raja Se’irim, iblis berwujud kambing, yang menghantui padang pasir dan kepadanya bangsa Semitik kuno mempersembahkan korban. Perjanjian lama mengatakan bahwa Jeroboam mengangkat seorang pendeta pelayan Se’irim pada masa pemerintahan Yosia kuil Se’irim ini dihancurkan karena praktik penyembahan Azazel semakin jauh dari nilai-nilai religius termasuk diantaranya ritual hubungan seks dengan kambing. Kata Se’irim juga muncul dalam Ulangan 17:7 dan 2 Tawarikh 11:5 dan Isaiah 34:13 dimana dikatakan Se’irim atau iblis berwujud kambing berjabat tangan dengan Lilith dan Iblis-iblis lainnya ditengah reruntuhan Edom.

Nama Azazel kemungkinan ditasrifkan dari kata “azaz” dan “el” bermakna Tuhan Yang Perkasa. Selain itu, beberapa ahli berpendapat Azazel berasal dari sosok dewa matahari Kanaan “Aziz” dan juga dewa padang pasir mesir Seth. Dikatakan dalam Ulangan 16:8, pada hari penebusan dosa Elohim memerintahkan Harun untuk menaruh dua kertas undian untuk dua ekor kambing, satu untuk Elohim dan satu lagi untuk Azazel. Kambing untuk Elohim dikorbankan sebagai korban tebusan, semantara Kambing Azazel dilepas ketengah padang pasir untuk menemuinya. Dari ayat Ulangan ini tampaknya bangsa Yahudi kuno meyakini Azazel sebagai sosok ragawi yang tinggal di tengah padang pasir, keyakinan yang kemungkinan dipengaruhi oleh suku semitik kuno tentang Se’irim.


Kitab Henokh mengaitkan sosok Azazel dengan kisah malaikat yang Jatuh. Dia merupakan kepala para Malaikat Pengamat yang  mencemarkan diri dengan perempuan manusia dan memperanakan Nefililm, raksasa, sehingga menimbulkan malapetaka di bumi. Mereka juga mengajarkan kepada manusia tentang rahasia-rahasia langit, cara membuat senjata, kosmetik, dan strategi perang. Malaikat di langit kemudian melaporkan Azazel kepada Yahweh karena kejahatannya mengungkapkan rahasia langit yang seharusnya tersembunyi dari manusia. Malaikat Rafael ditugaskan untuk menghukum Azazel dengan mengikatnya dan melemparkan ke balik kegelapan di dalam jurang begerigi cadas tajam, dan di sana dia akan dihukum hingga akhir zaman. Seluruh daratan bumi rusak karena perbuatan Azazel ini sehingga Tuhan membersihkannya dengan mengirim banjir besar pada masa Nuh.


Dalam kitab apokrif lain, Kitab Wahyu Ibrahim Azazel digambarkan dengan sosok burung najis yang mengerogoti korban Abraham. Selain itu kitab ini juga mengaitkan Azazel dengan Neraka. Ibrahim berkata kepadanya, “Semoga engkau menjadi bara api tungku bumi! Enyahlah Azazel menuju daratan tak terjamah dunia sebab itulah dirimu. Azazel juga sering dianggap sebagai sosok ular yang menggoda Hawa untuk mencoba buah terlarang.


Sosok Azazel juga muncul pada tradisi Islam dimana dia diyakini sebagi sosok Iblis sebelum pembangkannya. Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah S.W.T telah memerintahkannya sujud kepada Adam. Lalu iblis berkata, “Apakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik darinya. Engkau jadikan aku dari api dan Engkau jadikan Adam dari tanah.”
Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, “Aku membuat apa yang aku kehendaki.” Oleh karena iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam A.S karena bangga dan sombong.

Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat selesai bersujud. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka melihat iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi untuk yang kedua kalinya karena bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan untuk bersujud. Dia berdiri tegak dan memalingkan wajah dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikuti mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.


Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya(iblis) pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai. Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatnya sehingga ke hari kiamat karena dia telah menjadi kafir.

Monday, October 3, 2016

RHADAMANTHUS, MINOS and AIAKOS

RHADAMANTHUS, MINOS and AIAKOS (Aeacus) merupakan hakim bagi orang mati di dunia bawah, pelayan Hades. Mereka pada mulanya sosok manusia, putera-putera Zeus, yang diberi anugerah di dunia bawah untuk menghakimi manusia. Rhadamantus adalah putra Zeus dan Eropa dan saudara Raja Minos dari Kreta. Menurut sumber lain, ia merupakan putera dari Hephaestus. Karena takut akan saudaranya yang lalim, Rhadamantus melarikan diri ke Ocaleyia di Boeotia dan menikah dengan Alcemen. Karena ia selalu menjalankan keadilan seumur hidupnya, dia diangkat menjadi penguasa padang Elysia setelah kematiannya. Aiakos adalah putera dari Zeus dan Aegina, putri dewa sungai Asopus. Dia dilahirkan di Oenopia, tempat persembunyian Aegina oleh Zeus untuk mengamankannya dari murka Asopus. Setelah kematiannya, Aecus menjadi salah satu dari tiga hakim orang mati di Hades. Mereka masing-masing memiliki tugas berbeda. Aiakos merupakan penjaga kunci Haides dan menghakimi manusia-manusia Eropa, Rhadamanthys, penjaga Elysion (padang Elysia) dan menghakimi manusia-manusia dari Asia, dan Minos merupakan hakim terakhir yang memutuskan takdir manusia di dunia bawah.

ACHERON


Merupakan perwujudan dan dewa sungai dunia bawah. Dalam geografi kuno, kata acheron digunakan untuk menamai beberapa sungai. Sungai pertama dengan nama ini adalah Acheron in Thesprotia Epirus, negeri yang diyakini oleh orang Yunani Kuno sebagai batas terujung dunia sebelah barat sehingga sungai ini dipercaya bermuara di alam bawah. Homer dalam puisinya menuturkan acheron merupakan sungai di Hades (dunia bawah) dimana Pyrphlegetion dan Cocytus mengalir. Virgil mengatakan sungai ini merupakan sungai besar di Tartarus. Menurut tradisi Yunani selanjutnya, Acheron diyakini sebagai putra dari Helios dan Gaia atau Demeter, dan diubah menjadi sungai dunia bawah untuk menyegarkan dahaga para titan setelah berperang dengan Zeus. Bangsa Etruska juga mempraktikan keyakinan atas Acheron, dapat dilihat dari kultus Acheruntivi libri, penubahan jiwa-jiwa dan upacara korban (acheruntia sacra) yang juga terpengaruh oleh sosok acheron.


KHARON 


Kharon merupakan nahkoda kapal penyebarangan dunia bawah pelayan Hades. Menurut agama Yunani Kuno, Hermes Pyskhopompos (Pembimbing Kematian) mengumpulkan roh-roh orang mati dari dunia atas dan memandu mereka menuju tepi sungai Acheron dan di sana Kharon akan menunggu untuk menyebrangkan mereka menuju Haides. Ia akan meminta koin oblos yang dikubur bersama mayat sebagai bayaran untuk menyebrang. Mereka yang tidak punya koin tidak boleh menyebrang dan akan kembali ke dunia sebagai hantu. Kharon dilukiskan dalam tradisi Yunani dengan sosok berjenggot dan berhidung bengkok mengenakan topi runcing dan tunding. Dia sering digambarkan berdiri diatas kapalnya dengan tongkat menunggu kedatangan roh yang dipandu oleh Hermes Psykhompompos. 


KRONOS


Merupakan raja Titan dan penguasa waktu, selain itu dia juga diyakini sebagai daya penghancur semesta. Kronos menguasai semesta pada masa-masa keemas setelah ia mengibiri dan membunuh ayahnya Uranus (Langit). Takut akan ramalan akan dikalahkan oleh puteranya, Kronos memakan semua anaknya. Rhea berhasil menyelamatkan anak bungsunga Zeus dengan menyembunyikannya di pulau Kreta. Beranjak dewasa, Zeus bertarung dengan Kronos dan membebaskan saudara-saudaranya yang telah ia telan. Bersama dengan mereka, para dewa Olympus, Zeus berperang melawan para titan dan memenjarankan mereka ke Tartarus. Berabad-abad berikutnya, Zeus melepaskan Kronos dan titan-titan lain. Kronos kemudian diangkat menjadi Raha di Pulau padang Elysia, tempat kedamaian bagi orang-orang mati (surga)


ERINYES


Erinyes (Murka) merupakan tiga dewi dendam dan siksaan yang ditugasi untuk menyiksa manusia karena kejahatan mereka. Di dunia bawah, dewi ini menghukum dosa bunuh diri, kedurhakaan pada orang tua, perbuatan menentang dewa, dan penipuan. Korban yang terzalimi bisa memanggil Erinyes untuk memberikan kutuk terhadap orang yang menjahatinya. Kutukan Erinyes yang paling kuat adalah ketika digunakan orang tua mengutuk anaknya—sebab Erinyes terlahir dari kejahatan tersebut, dari tetesan darah Uranus ketika dia dikebiri oleh Kronos. Murka Erinyes mewujud dalam beragam bentuk. Yang paling parah adalah mereka akan menyebabkan anak-anak durhaka menjadi gila serta orang yang membantu mereka akan mati karena kelaparan dan penyakit. Kutuk ini bisa dibersihkan dengan ritual tertentu dan tindakan tertentu penebusan dosa. Di dunia bawah, mereka menyiksa para penjahat di Aula Orang Orang Berdosa.


HEKATE


Sosok dewi sihir, ilmu sihir, malam, bulan, dan nekromansi (pemanggilan roh). Dia putri tunggal dari Titan Perses dan Asteria. Hekate membantu Demeter mencari Persephone, membibingnya membelah gelap dunia bawah dengan obornya. Karena pertolongannya ini, Hekate ditunjuk menjadi mentri dan pendamping Persephone di dunia bawah. Hekate digambarkan dengan sosok wanita memegang dua obor terkadang mengenakan rok selutut dengan bot berburu seperti Artemis. Dalam kuilnya, Hekate digambarkan dengan wujud tiga bentuk. Hekate juga disamakan dengan sosok dewi-dewi lain, Artemis dan Selene dari Yunani, Despoine dari Arkadia, dewi laut Krateis, Tauria, Persesi dari Kolhia dan sebagainya.

Kata ba’al berasal dari bahasa semit yang secara harafiah bermakna “pemilik, tuan, suami,”. Kata ini kemudian digunakan untuk merujuk pada sosok dewa agung cuaca bangsa semitik barat. Sosok ilahiah yang pertama kali disembah oleh bangsa semit adalag dewa El sang pencipta. Bersama dengan dewi Asyerah, dewi kesuburan, El menurunkan banyak dew-dewa laon salah satunya Baal yang perkasa. Dalam sejarah perjalannanya, sosok Baal menjadi sosok ilahian yang dominan dan menggantikan kultus penyembahan terhadap El. Dalam tradisi semitik kuno diceritakan bahwa Baal memperoleh kedudukan sebagai dewa agung setelah dia mengalahkan banyak dewa lainnya, termasuk dewa laut, dewa badai, dan dewa maut. Perperangan Baal melawan kematian diyakini terjadi setiap tahun dan berakhir dengan kemenganannya membawa hujan untuk kembali menyuburkan bumi. Baal digambarkan dengan sosok manusia bekepala dan bertanduk kerbau seperti yang digambarkan dalam tradisi alkitabiah. Tangan kanannya terkadangan dilukiskan terangkat dan memegang kilat guntur, menggambarkan kekuatannya sebagai dewa kesuburan dan dewa kehancuran.
Dalam lempengan kuno Ugarit dikatakan bahwa kultus penyembahan Baal berkembangan hingga ke wilayah Israel kuno, Kanaan, dan Funisia. Selain itu, menurut catatan Herodotus, sosok dewa ini juga dikenal dengan banyak nama Jupiter oleh orang Romawi, Zeus oleh bangsa Yunani, Mazda oleh bangsa Persia, dan Amon oleh bangsa Mesir. Para pengikutnya meyakini Baal bertanggung jawab atas kekeringan, gempa bumi, dan kemalangan-kemalangan lainnya. Oleh karena itu membuat dewa ini tidak senang merupakan hal yang tidak baik. Pada masa-masa paceklik, terkadang kurban manusia juga dipersembahkan untuk menyenangkan hatinya.
Karena bangsa Funisia merupakan pelaut yang tangguh, agama dan kultus Baal berkembang pesat di seluruh wilayah Mediterannia. Tradisi Biblikan mengisahkan sepuluh suku Israel kuno menyembah dewa ini. Patung Baal didirikan di banyak tempat. Agama ini melahirkan banyak pendeta dengan upacara-upacara yang aneh termasuk diantaranya upacara bakaran dupa diiringai dengan tarian erotis para pendeta di altar suci kuil merapalkan mantra puja sambil melukai tubuh mereka dengan pisau untuk menggambarkan kesetiaan kepada Baal. Alkitab menempatkan Baal sebagai Beelzebub, salah satu sosok Malaikat yang jatuh.
Raja Ahab merupakan sosok raja israel pengikut Baal yang taat. Atas pengaruh istrinya, Jezebel, dia mendirikan altar suci Baal ditengah orang-orang Israel bahkan mengorbankan putra sulungnya Abiram dan putra bungsunya Segub untuk Baal. Pengorbanan putra sulung merupakan ritual ibadah yang umum dalam tradisi Kanaan dengan tujuan untuk menyenangkan hati dewa pelindung wilayah tempat itu. Tubuh-tubuh kurban manusia ini kemudian dikubur di bawah pondasi gerbang kota.
Bahkan pada awal pembangunan wilayah Kartagia, koloni bangsa Funisia, Para orang tua mengorbakan anak-anak mereka untuk Baal. Praktik pengorbanan ini menimbulkan kejijikan bagi orang-orang Kartagia, sehingga mereka membeli anak-anak budak untuk menjadi korban kultus Baal.
 Akan tetapi, pada waktu-waktu tertentu terutama di masa-masa sulit, Pendeta akan mengambil korban manusia dari anak-anak mereka. Pada masa-masa krisis yang berat korban manusia untuk Baal bisa mencapai 200 anak dari keturunan bangsawan dan orang kaya, mereka disembelih lalu dilempar kedalam api oleh para pendeta, praktik yang juga ditemukan dalam kultus Moloch. Pada masa krisis politik tahun 310 SM, 500 anak dikorbankan untuk menyenangkan Baal. Pada malam purnama, tubuh-tubuh mereka diletakan diatas pangkuan Baal yang terbuat dari perunggu. Pendeta kemudian menyalakan api dari bawah patung dan membakar korban hidup-hidup. Korban bakaran ini diiringi dengan dentuman tabuh, serunai dan lira untuk menyamarkan suara teriakan kesaiktan korban yang dibakar  sehingga tidak terdengar. Abu korban kemudian ditaruh dalam pasu dan diletakkan di pemakaman Acropolis. Praktik serupa juga ditemukan di Sardinia dan Sisilia.

Wednesday, September 14, 2016

Beelzebub juga disebut dengan Ba‘al Zebûb atau Ba‘al ZÉ™vûv (בעל זבוב) pada mulanya adalah sosok ilahi yang disembah di wilayah Palestina tepatnya di Ekron. Tidak ada banyak informasi mengenai sosok dewa beserta kultusnya ini, dan kata בעל זבוב muncul sebagai variasi Bahasa Ibrani dengan makna “Tuhan Lalat”. Awalnya, kata ini kemungkinan merujuk pada “Tuhan Tempat Tinggi (Zebul) atau tuhan penguasa suatu tempat Zebub. Istilah ini kemudia muncul dalam tulisan-tulisan kristiani untuk merujuk kepada sosok iblis. 

Dalam tradisi perjanjian lama, Raja Israel Ahazaia meminta tolong kepada BaalZebub, dewa Ekron, untuk menyembukannya dari cedera terjatuh. Nabi Elia kemudian mengutuknya karena tindakanya ini. Dalam tradisi Perjanjian Baru diungkapkan, Yesus dituduh oleh para penentangnya sebagai pengikut Beelzebub, “pangeran iblis”. Selanjutnya dalam periode sastra pertengahan, Beelzebub kemudian diyakini sebagai sosok kepala iblis di Neraka terkadan disamakan dengan setan. Sosok ini juga sering dikaitkan dengan ritual sihir dan penyebab kekacauan di Salem. (Salem witch trials).

Sumber Alkitabiah terawal mengenai Beelzebub terdapata dalam 2 Raja-Raja 12:6 dengan munculnya nama Ba’al Zebub. Diceritakan bahwa Ahazia raja Israel dan Ratunya Jezebel cedera parah setelah terjatuh. Mereka mengirim utusan untuk memohon kepada Ba’al Zebub dewa kota Ekron Palestine untuk memberi mereka kesembuhan. Mendengar kabar ini, Nabi Elia marah besar dan mengutuk Ahazia sebab berpaling dari Yahweh. 

Jika kata Ba’al Zebub pada mulanya merujuk pada “Penguasa Lalat”, alasan utama Ahazia meminta pertolongan padanya kemungkinan untuk menyingkirkan lalat-lalat yang terus mengerumuni luka cederanya. Dewa yang sama dalam artian penguasa lalat juga dipuja di Elis Yunanu dan pada beragam kebudayaan lainnya. Meski demikian, kata Baal Zebub kemungkinan memiliki makna “Penguasa Zebub” merujuk pada sebuah tempat karena frase serupa juga ditemukan dalam ayat perjanjian lama lain contoh Baal Peor yang berarti penguasa Peor. Selain itu muncul juga anggapan bahwa Ba’al zebub berarti Penguasa Tempat Tinggi, sosok ilahi yang dipuja pada kuil-kuil dipuncak bukit atau gunung.

Sosok Beelzebub yang sebelumnya merupakan sosok ilahi mengalami pergeseran drastis dalam tradisi perjanjian baru dimana nama ini sering dikaitkan dengan sosok setan. Kemungkinan peralihan ini merupakan pengaruh dari sumber tradisi Yahudi yang tidak diketahui asal-usulnya yang memberikan julukan pangeran iblis kepada Beelzebub. Kata Beelzebub digunakan juga dalam terjemahan Suryani Alkitab dan Latin Vulgata untuk merujuk pada sosok setan, sama halnya dengan Alkitab King James version. Dengan demikian, peralihan Beelzebu ke sosok setan berkembang biak di wilayah-wilayah dominasi kristiani. 

Beelzebu juga ditemukan dalam karya-karya apokrif. Pada kitab perjanjian Sulaiman Beelzebul muncul sebagai sosok pangeran iblis yang mengatakan bahwa sebelum kejatuhannya dia merupakan sosok malaikat surga mengurus bintang Hesperus, nama Yunanu untuk Venus, bintang fajar. Kutipan ini berhubungan juga dengan sosok Lucifer yang juga dijuluki bintang fajar. Dengan demikian, dugaan kesamaan sosok Beelzebul dengan iblis atau setan semakin kuat. Dalam tulisan itu, Beelzebul mengaku sebagai penyebab kehancuran melalui tirani, menggoda manusia memuja iblis, membangkitkan perasaan birahi pada para pendeta, menyebabkan kecemburuan dan pembunuhan, dan membawa peperangan. Dalam surat-surat pilatus atau dikenal juga dengan Injil Nikodemus, Beelzebul atau Beelzebub muncul setelah Yesus mengendalikan Pangeran Setan dan mengusirnya kembali ke Neraka. Dengan demikian, nama Beelzebul digunakan juga untuk Hades—personifikasi dunia bawah—sekaligus untuk julukan setan.

Pada karya-karya kristiani berikutnya, Beelzebub biasanya digambarkan sebagai sosok penguasa neraka. Dia diyakini berasal dari order malaikat Kerubim sebelum kejatuhannya. Menuru Okutis Johanees Wierus, Beelzebub merupakan letnan pemimpin ketika terjadi pemberontakan Lucifer di surga. Selain itu, Beelzebub juga ditempatkan sejajar dengan tiga malaikat utama yang jatuh yaitu Lucifer dan Leviathan, dimana dia dikaitkan dengan dosa kesombongan dan keserakahan. Dalam karyanya, Paradise Lost, Milton menempatkan Beelzebub sebagai tingkat dua Kerubim yang jatuh. Dia menulis, dari dia kecuali setan (Lucifer) memiliki tempat tertintinggi. Sosok ini juga dibentuk untuk menistakan trinitas agung yanitu Beelzebub, Lucifer, dan Astaroth. Pendeknya, sepanjang perjalana sejarah dan penafsiran manusia sosok Beelzebub yang sebelumnya merupakan sosok suci ilahi sembahan bangsa Palestina berubah menjadi sosok Iblis nista neraka.
Buku/Kitab sihir yang juga dikenal dengan sebutan Grimoire memberikan pedoman bagi para pelajar sihir tentang ritual sihir, perapalan mantra, ilmu pengasihan, pencarian Familiar (Jin Pendamping/Khadam), dan tatacara pemanggilan serta pengendalian makhluk gaib, baik iblis maupun malaikat. Kata Grimoire sendiri berasal dari bahasa Perancis, yang artinya “grammar book”. Materi isi dalam kitab sihir itu umumnya dinukil dari tradisi sihir dan mistik Ibrani/Israilliyat Kuno, termasuk nama-nama yang digunakan, kuasa gaib, tugas para makhluk gaib, dan nama-nama sakti Yahweh. Selain itu, sumber-sumber mistik dan sihir dari tradisi Yunani dan Mesir Kuno juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap muatan isi Grimoire yang kebanyakan ditulis dan beredar pada abad pertengahan hingga abad 19.
Para pelaku sihir menggunakan grimoire untuk ritual pemanggilan makhluk gaib untuk dimintai tolong, pembacaan pergerakan benda-benda langit untuk tujuan tertentu, kekayaan, keberuntungan, kekuatan gaib, menyakiti musuh, dan sebagainya. Kitab itu memberikan pedoman kepada para pelaku sihir pakaian ritual apa yang harus mereka kenakan, peralatan apa yang mesti digunakan, bagaimana tatacara penyucian diti, dan mantra dan doa apa yang perlu dirapalkan diikuti dengan waktu yang paling tepat untuk melakukannya berdasarkan hitungan astrologis, pergerakan jam siang dan malam, dan ruh gaib penguasa waktu. Di dalamnya juga terdapat bahan-bahan untuk dupa, bentuk lingkaran sihir, segitiga gaib, pentakel, jimat, segel dan sigil, instruksi pemberian tumbal/sesajen, dan cara menghadapi ruh gaib yang jahat termasuk ritual Exorcisme, pengusiran setan.

Kitab Sihir Sulaiman (Key of Solomon)


Terdiri atas dua buku, kitab sihir ini diatribusikan kepada Nabi Sulaiman, yang meminta kepada Tuhan agar dianugerahkan kebijaksanaan dan kekuatan untuk mengendalikan pasukan jin. Kitab ini menjadi sumber bagi kebanyakan kitab serupa lainnya. Pada abad 1 M, sejarawan Yahudi Josephus menyebutkan adanya sebuah buku mantra untuk memanggil dan mengendalikan jin, yang diyakini berasal dari Sulaiman. Josephus mengatakan seorang Yahudi bernama Eleazar menggunakannya untuk menyembuhkan orang yang sedang kerasukan. Akan tetapi, sejarawan modern meyakini kitab yang dimaksud bukanlah kitab Key of Solomon melainkan kitab apokrif Perjanjian Sulaiman (Testament of Solomon). Kitab sihir beredar luas dan sepanjang waktu isi dan ukurannya semakin bertambah sehingga banyak versi bermunculan dan teks aslinya sudah tidak diketahui lagi. Semenjak abad 14, karya sihir yang diatributkan kepasa Sulaiman ini semakin memiliki pengaruh luas dalam kehidupan abad pertengahan sehingga sekitar tahun 1350, Paus Innocent VI memerintahkan agar semua Kitab Sihir yang berhubungan dengan Sulaiman ini dibakar karena dianggap berbahaya. Pada abad 17, kitab ini kembali beredar luas dalam beragam versi. Banyak yang menganggap naskah asli kitab ini ditulis dalam Bahasa Ibrani, namun sampai sekarang bukti yang mendukung anggapan ini tidak ditemukan.

Lemegeton

Grimoire lain yang juga diatributkan kepada Sulaiman adalah Legemeton atau juga dikenal dengan The Lesser Key of Solomon. Asal dan makna kata Lemegeton tidak diketahui hingga saat ini. Kitab ini juga disebut dengan nama Liber Spirituum dan Liber Offi ciorum. Beberapa menduga kitab ini pada mulanya ditulis dalam Bahasa Kaldea dan Ibrani, tapi dugaan ini diragukan kebenarannya. Tulisan terawal dari Lemegeton ditemukan dalam bahasa Perancis yang muatan isinya kemungkinan dinukil dari Perjanjian Sulaiman dan Kitab Henokh. Sebagian dari isi Lemegeton diterbitkan dalam bahasa Latin oleh demonologis Johan Weyer pada 1563 dengan judul Pseudomonarchia Daemonum (Pseudo-monarkis para iblis). Tahun 1584, Reginal Scott menerjemahkan sebagian isi Lemegeton dalam bukunya Sejarah Penemuan Sihir. Kitab sihir ini dibagi menjadi empat bagian: Goetia, Theurgia, Pauline Art, dan Almadel. Goetia membahas tentang ruh-ruh jahat. Theurgia membahas tentang ruh baik dan ruh jahat. Sementara itu, Pauline Art membahas tentang ruh-ruh gaib penjaga planet, tanda zodiak, dan jam-jam siang dan malam. Almadel membahas tentang 20 pemimpin ruh gaib penguasa empat mata angin dan lingkaran zodiak. Selain itu, kitab sihir ini juga memuat daftar 72 malaikat yang jatuh beserta gelar, segel, tugas, kekuatan dan malaikat lawan mereka. Munculnya jumlah 72 ini diyakini terpengaruh oleh doktrin Schemhamphorae, 72 malaikat pemikul Nama Agung Elohim.

Perjanjian Sulaiman

Kitab perjanjian sulaiman termasuk kedalam kategori kitab apokrif ditulis dalam Bahasa Yunani antara abad 1 dan 3 Masehi. Kitab ini mengisahkan pembangunan Bait Agung Yerusalem dimasa Sulaiman. Muatan isinya sarat akan demonologi, angelologi, dan tradisi mengenai pengobatan, astrologi, dan magis. Penulis kitab ini diyakini mendapat pengaruh dari Talmud Babilonia. Menurutnya, bintang-bintang dan benda luar angkasa memiliki hakikat demonik, mempengaruhi perjalanan hidup manusia, serta diperintah oleh iblis yang bisa menyebabkan kemalangan dan penyakit bagi manusia bumi. Kitab perjanjian ini memiliki andil besar dalam munculnya legenda kekuatan sihir Sulaiman. Akan tetapi, Kitab ini tidak memuat petunjuk praktis tentang pemanggilan maupun penatalaksanaan ritual magis.

Grand Grimoire (Grimoire Agung)

Kitab sihir berbahasa Perancis ini kemungkinan ditulis pada abad 17 atau 18. Edisi terawal dari tulisan magis ini tidak memiliki informasi tentang tempat dan tanggal penerbitannya. Salah satu versi dari Grand Grimoire ditemukan berasal dari tahun 1522 dengan judul lengkapnya Grimoire Agung, dengan Lingkaran Sakti Sulaiman dan Sihir Hitam; atau Perlengakapan Magis Agrippa Agung untuk Menemukan Harta Tersembunyi dan Penundukan Kuasa-kuasa Gaib, Dilengkapi dengan Ringkasan semur Ilmu Sihir. Editor, Venetiana del Rabina, mengatakan tulisan ini merupakan terjemahannya dari karya Sulaiman yang dia miliki. Grand Grimoire merupakan kitab sihir hitam dengan iblis tertingginya sama dengan dalam Grimoriun Verum berikut dengan bawahannya. Buku ini memiliki petunjuk praktis untuk ritual persekutuan antara penyihir dengan Lucifuge Rofocale, sosok mentri agung Lucifer, yang hanya muncul dalam grimoire ini saja. Nama akhirnya, Rofocale, kemungkinan anagram dari Focalor, sosok iblis yang muncul dalam Lemegeton. Dalam grimoire ini juga ditemukan petunjuk untuk ritual nekromansi, pemanggilan roh.

Grimoriun Verum

Dinukil dari Greater Key of Solomon dan ditulis dalam Bahasa Perancis, kitab sihir ini kemungkinan berasal dari pertengahan abad ke 18. Dalam perkembannya, muncul spekulasi bahwa Grimorium Verum diterjemahkan dari Bahasa Ibrani oleh pendeta Yesuit bernama Plaingiere dan diterbitkan oleh Alibeck dari Mesir tahun 1517. Grimorium Verum umumnya menyalin ulang petunjuk ritual magis dalam Key of Solomon namun menggunakan peralatan yang berbeda mengenai persiapan gulungan parkamen, pemanggilan, dan pengusiran sosok gaib. Selain itu, tulisan ini memuat hirarki iblis yang berbeda dengan jumlah 30 tingkat dibawah komando 3 pemimpin iblis, Lucifer, Beelzebub, dan Astaroth. Muatan dalam grimoire juga menunjukan pengaruh dari Lemegeton terutama mengenai “Rahasia Agung” pseudo Albertur Magnus.

Grimoire Honorius

Juga dikenal dengan Undang-undag Honorius, teks sihir ini kemungkinan ditulis pada abad 16 namun diterbitkan pertama kali di roma tahun 1629 dan menyebar luas abad ke 17. Grimoire Honorius diatribusikan kepenulisannya kepada Paus Honorius yang juga dikenal sebagai pencetus ritual exorcisme. Buku ini menunjukan pengaruh dari Lemegeton dan menyatakan ditulis berdasarkan praktik Kabalah, tapi hubungannya dengan kabalah sangat ganjil. Sebaliknya, kitab sihir ini lebih banyak memuat elemen kristiani. Teks ini dianggap sebagai tulisan paus dimana dia menitahkan otoritas gereja harus memiliki kekuasaan untuk memanggil dan mengendalikan sosok-sosok gaib. Kekuatan ini telah diwariskan kepada gereja sebagai pelanjut dari st. Petrus.
Ritual yang dimuat menggabungkan eleme kabalah seperti 72 nama suci Yahweh dengan elemen kristian seperti pengakuan dosa, litani, jemaat suci, malaikat, Injil Yohanes dan doa suci diikuti dengan pengorbanan darah binatang, yang membuatnya lebih tampak seperti Misa Hitam. Edisi 1670 Honorius memuat petunjuk pelakasanaan exorcisme bagi manusia dan hewan. Dengan kedudukannya sebagai teks magis, tulisa ini dianggap tidak memiliki fondasi teologis yang kuat dan ditulis untuk kepentingan komersial.

Tuesday, February 23, 2016



Aphrodite sosok dewi kecantikan, keindahan, asmara, kenikmatan seksual, dan kesuburan bangsa Pagan Yunani . Dalam jajaran pantheon Romawi Kuno, sosok ini disebut dengan dewi Venus. Menurut sejarahnya, sosok dan kultus Aphrodite diambil atau terpengaruh dari kultus Astarte di Funisia. Menurut Theogoni Hesiod, Aprodhite terlahir dari potongan penis Uranus yang dilempar ke laut, dan dari buih lautan (aphros) lahirlah sanga Aphrodite. Dengan demukian, sosok dewi ini jauh lebih kuno dan tua dari Zeus, yang merupakan cucu dari Uranus.

Aphrodite dengan kecantikannya membuat para dewa khawatir terganggunya kedamaian di antara mereka untuk memperebutkan sang dewi. Untuk mencegah hal ini. Zeus menikahkan Aphrodite dengan Hephaestus. Dalam sejarahnya, Aphrodite memiliki banyak sekali kekasih baik dari kalangan dewa seperti dewa perang Ares maupun kalangan manusia seperti Anchises. Karena banyaknya kekasih yang dia miliki, Aphrodite dipercaya memiliki banyak keturunan.
Aphrodite juga dikenal dengan julukan Cytherea (Lady of Cythera) dan Cypris (Lady of Cyprus. Munculnya julukan ini akibat berkembangnya kultus Aphrodite di wilayah tersebut, wilayah yang juga mengklaim sebagai tempat kelahiran bagi sang dewi. 


Sosok Aphrodite juga berkaitan erat dengan sosok dan kultus Adonis, dewa kesuburan yang kematianya diperingati dengan festival ratapan diberagam wilayah mediterania dan semitik barat hingga funisia. Dikatakan bahwa Aphrodite merupakan kekasih Adonis sekaligus sosok yang memiliki peran dalam kelahirannya. Aphrodite membujuk Myrrha atau Smyrna untuk melakukan incest dengan ayahnya, Theias, Raja Assyria. Saat Theia mengetahui hal ini, dia sangat murka dan berusaha membunuh putrinya. Akan tetapi, para dewa mengubag sang putri menjadi pohon myrrh, dan dari pohon inilah Adonis muncul dan lahir.

Ketika Adonis terlahir langsung dalam sosok dewasa, Aphrodite mengasuhnya dan menggodanya dengan bantuan Helen, temannya, karena sang dewi terpesona akan ketampanan Adonis. Aphrodite menitipkan Adonis kepada Persphone untuk dijaga, namun Persephonr juga terpesona akan ketampanannya dan tidak mau mengembalikannya kepada Aphrodite. Untuk mencegah peperangan diantara kedua dewi, Zeus atau Calliope mendamaika mereka dan memerintahkan Adonis akan tinggal empat bulan bersama Aphrodite, empat bulan bersama Persephone, dan empat bulan lainnya ia bisa memilih untuk tinggal dengan siapa. Dia selalu memilih tinggal bersama Aphrodite karena Persephone merupakan sosok dewi alam bawah yang dingin dan tidak ramah.

Kehidupan Adonis berakhirnya dengan terbenuhnya dia akibat kecemburuan Ares, dewa perang dan kekasih lain Aphrodite. Aphrodite diperingatkan akan kecemburuan ini dan diberitahu bahwa Adonis akan terbunuh oleh sosok banteng atau babi hutan jelmaan Ares. Ia berusaha membujuk Adonis untuk tetap tinggal bersamanya, namun kecintaan Adonis akan berburu menyebabkan petakanya. Saat tengah berburu, babi hutan jelmaan Ares menemukannya dan menusuknya dengan tanduknya hingga Adonis mati.

Dijuluki “Yang Bangkit dari Buih Samudera, Aphrodite terlahir dari laut dekat Paphos, Cyprus dari ceceran darah dan sperma potongan penis Uranus yang dibuang ke laut tersebut. Aphrodite langsung terlahir dalam sosok dewasa. Dalam Buku V Iliad, Homer menuturkan versi berbeda mengenai asal usul Aphrodite. Menurutnya, Aphrodite merupakan putri dari Dione, dewi peramal yang juga merupakan sosok Dewi Diana di Dodona.

Kultus pemujaan Aphrodite berpusat di Paphos, pesisir timur laut Cyprus tempat kelahirannya, tempat yang juga penduduknya telah lama memuja sosok dewi Ishtar dan Ashtaroth, dua sosok dewi yang juga berpengaruh telah hadirnya sosok dan kulyus Aphrodite. Dikatakan bahwa sosok dan kultusnya pertama kali muncul di Cytherea, tempat persinggungan perdagangan dan budaya antara Kreta dan Peloponous. Dari spekulasi ini, beberapa meyakini sosok dan kultus Aphrodite kemungkinan berasal dibawa dari daratan Levant, Lebanon Syria Israel dan Jordan kuno menuju daratan utama Yunani.

Festival sucinya, Aphrodisia diperingati di seluruh wilayaha Yunani, terutama di Athena dan Korintus. Peringatan festival ini di kuil Aphrodite dirayakan dengan ritual hubungan seksual dengan pendeta wanita tertinggi kuil. Ritual ini kemungkinan juga terus dilakukan di Agora hingga kedatangan bangsa Romawi 44 SM.

Salah satu aspek penting dari kultus Aphrodite adalah praktik pelacuran suci di kuil-kuilnya. Praktik pelacuran sucinya berasal dari praktik pemujaan Innana di Sumeri dan Ishtar di Akadia, yang kuilnya juga dihuni oleh pendeta wanita sekaligus bekerja sebagai pelacur suci dikenal dengan “Wanita-wanita Ishtar”. Praktik yang sama juga ditemukan di Babilonia, Syria, Palestina, Funisia, Carthagia, Cyprus dan Korintus.

Pengunjung Blog

Komentar Terbaru

My Blog Rank

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Advertisement

Translate

Popular Posts

Visitors

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers